Menu

Dark Mode
Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Sinergi TNI dalam Pembangunan Jembatan Garuda Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah Sidak Pasar Gembrong dan Jambu Dua, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Kenaikan Harga dan Akses Angkot ​DPRD Kota Bogor dan Disnaker Bahas Persiapan THR, Siapkan Posko Pengaduan Terima Pemuda Al-Irsyad, Adityawarman: Salut untuk Pemuda yang Beraktualisasi di Bidang Sosial

Kabar Lifestyle

Uniknya Kepingan Salju, Ada Fakta Ilmiah di Baliknya

badge-check


					Salju Foto: Brianna Marble/Unsplash Perbesar

Salju Foto: Brianna Marble/Unsplash

Snow flakes atau kepingan salju menjadi salah satu simbol paling ikonik saat Natal. Di balik tampilannya yang magis di suasana Natal, kepingan salju sejatinya adalah hasil kerja presisi hukum fisika dan kimia alam.

Jika dilihat menggunakan mikroskop, kepingan salju memiliki bentuk rumit sekaligus indah, simetris, dan konon tak pernah sama satu dengan yang lain. Keindahan yang terlihat sederhana itu merupakan akumulasi miliaran ‘keputusan’ kecil yang diambil alam selama kristal es jatuh dari langit.

Menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), kepingan salju terbentuk bukan dari air hujan yang membeku, melainkan langsung dari uap air di atmosfer.

“Kepingan salju terbentuk ketika uap air membeku langsung menjadi es tanpa terlebih dahulu menjadi air cair,” tulis NOAA seperti dikutip dari situsnya.

Kristal es ini mulai terbentuk di awan ketika suhu berada di bawah titik beku. Saat jatuh menuju permukaan Bumi, kristal tersebut terus tumbuh dengan menangkap uap air di sekitarnya.

Enam Sisi Tapi Tak Pernah Sama

Secara struktur, semua kepingan salju memiliki dasar yang sama, bentuk heksagonal atau bersisi enam. Hal ini terjadi karena cara molekul air (H₂O) tersusun saat membeku.

Scientific American menjelaskan bahwa struktur molekul air secara alami menghasilkan sudut 60 derajat saat membentuk kristal es.

“Simetri enam sisi pada kepingan salju berasal dari cara molekul air berikatan saat membeku,” tulis Scientific American.

Namun, bentuk akhir kepingan salju sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang dilaluinya, seperti suhu, kelembapan, dan tekanan udara. Perubahan kecil saja dapat mempengaruhi pola pertumbuhan kristal.

“Bentuk akhir kepingan salju mencerminkan perubahan kondisi yang dialaminya saat jatuh melalui atmosfer,” Scientific American menjelaskan.

Karena setiap kepingan salju menempuh jalur berbeda di awan, hampir mustahil dua kepingan mengalami kondisi yang benar-benar identik. Inilah alasan ilmiah mengapa tidak ada dua kepingan salju yang persis sama, dan pasti berbeda satu sama lain.

Sumber: Detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah

10 March 2026 - 22:37 WIB

Printer 3D Bambu Lab Resmi Masuk Indonesia

7 March 2026 - 21:26 WIB

Vidi Aldiano Meninggal, Netizen Berduka Cita

7 March 2026 - 21:20 WIB

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

7 March 2026 - 21:16 WIB

AS-Iran Ribut Soal Nuklir, Bill Gates Malah Bangun Reaktor

7 March 2026 - 21:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle