Menu ✖

Dark Mode
Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya? Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

Headline

Uji Coba Sistem 21 di Puncak, Belum Maksimal

badge-check


					Uji Coba Sistem 21 di Puncak, Belum Maksimal Perbesar

Uji coba kanalisasi sistem 2.1 yang direncanakan sebagai pengganti sistem buka tutup di kawasan Puncak Bogor Jawa Barat, masih belum lancar 100 persen. Hal ini terlihat saat Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin dan Muspida serta Dirjen Perhubungan Darat melakukan peninjauan langsung ke kawasan Puncak, Minggu (27/10/2019).

Hasil pantauan, kendala yang masih perlu solusi adalah terjadinya penyempitan atau bottle neks di tiga titik di kawasan Puncak, sehingga kemacetan tak terhindarkan.

Menurut Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin, Minggu (27/10/2019) merupakan hari pertama uji coba sistem kanalisasi 2.1 di jalur lalulintas Puncak Kabupaten Bogor Jawa Barat, dimana sistem ini rencananya akan menjadi pengganti sistem buka tutup dengan cara satu arah yang sudah diberlakukan di puncak sejak tahun 1985 silam.

[su_youtube_advanced url=”https://youtu.be/yn4ihWWXdvo” width=”500″ height=”300″ autoplay=”yes”]

“Kita lihat uji coba kali ini masih ditemukan beberapa catatan dan harus segera dilakukan perbaikan. Sehingga pada uji coba berikutnya bisa ada perubahan,” kata Ade kepada wartawan.

Dengan sistem kanalisasi 2.1 ini lanjut Ade, kendaraan dari arah Jakarta menuju Puncak tidak akan tertahan. Tibuan kendaraan melaju normal dengan dua lajur dari arah Jakarta menuju Puncak, sementara arus sebaliknya  satu lanjur dari Puncak ke arah Jakarta.

“Dalam uji coba kali ini terlihat kendaraan lancar tidak lagi menunpuk seperti sistem satu arah, namun kemacetan masih terjadi di tiga  titik akibat bottle neks atau penyempitan. Seperti di Tanjakan Selarong, Simpang Mega Mendung dan Pasar Cisarua Bogor. Pemkab Bogor akan melakukan pelebaran jalan dan penataan pedagang kaki lima  ke rest area,” ujarnya.

Selain itu, ujar adik dari mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin ini, pembangunan puncak dua yang melintasi Jonggol Sukamakmur dan Cipanas diharapakan menjadi solusi.

“Pihak kementrian terkait dan pemerintah pusat bisa segera membantu merealisasikan jalur Puncak 2 secepatnya,” harapnya.

Sementara itu  Budi Setiadi, Dirjen Perhubungan Darat menambahkan, uji coba ini akan terus dievaluasi untuk dicari kendalanya dimana.

“Saya rasa sistem one way perlu dicarikan solusi lainnya. Nah sistem 2 1 ini kita uji coba, jika memang memungkinkan diterapkan, kita laksanakan,” katanya.

reporterfull

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

4 November 2026 - 15:40 WIB

Nazmi, Pesilat Kota Bogor Lolos ke Perempat Final

4 November 2026 - 15:12 WIB

22 Ribu BPJS PBI Warga Sleman Mendadak Nonaktif, Pasien Gagal Ginjal Terancam Tak Bisa Berobat

3 November 2026 - 17:43 WIB

DPRD DIY Sayangkan 0 Persen Anggaran untuk Warga Pinggiran Code-Winongo

3 November 2026 - 14:35 WIB

Lahan Pertanian Susut 200 Hektare Pertahun, DPRD DIY Desak Audit Pemilik Bangunan Pelanggar

2 November 2026 - 16:57 WIB

Trending on Headline