Menu

Dark Mode
Serang Diego Garcia, Rudal Iran Mungkin Lebih Seram dari Perkiraan Ini Rudal Majid Iran yang Rontokkan Jet Siluman Amerika Google Ungkap Cara Sideloading Baru di Android, Harus Tunggu 24 Jam Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series 1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri Tiba-tiba Ngetweet, Cristiano Ronaldo: Eid Mubarak Semuanya!

Headline

Uji Coba Sistem 21 di Puncak, Belum Maksimal

badge-check


					Uji Coba Sistem 21 di Puncak, Belum Maksimal Perbesar

Uji coba kanalisasi sistem 2.1 yang direncanakan sebagai pengganti sistem buka tutup di kawasan Puncak Bogor Jawa Barat, masih belum lancar 100 persen. Hal ini terlihat saat Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin dan Muspida serta Dirjen Perhubungan Darat melakukan peninjauan langsung ke kawasan Puncak, Minggu (27/10/2019).

Hasil pantauan, kendala yang masih perlu solusi adalah terjadinya penyempitan atau bottle neks di tiga titik di kawasan Puncak, sehingga kemacetan tak terhindarkan.

Menurut Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin, Minggu (27/10/2019) merupakan hari pertama uji coba sistem kanalisasi 2.1 di jalur lalulintas Puncak Kabupaten Bogor Jawa Barat, dimana sistem ini rencananya akan menjadi pengganti sistem buka tutup dengan cara satu arah yang sudah diberlakukan di puncak sejak tahun 1985 silam.

[su_youtube_advanced url=”https://youtu.be/yn4ihWWXdvo” width=”500″ height=”300″ autoplay=”yes”]

“Kita lihat uji coba kali ini masih ditemukan beberapa catatan dan harus segera dilakukan perbaikan. Sehingga pada uji coba berikutnya bisa ada perubahan,” kata Ade kepada wartawan.

Dengan sistem kanalisasi 2.1 ini lanjut Ade, kendaraan dari arah Jakarta menuju Puncak tidak akan tertahan. Tibuan kendaraan melaju normal dengan dua lajur dari arah Jakarta menuju Puncak, sementara arus sebaliknya  satu lanjur dari Puncak ke arah Jakarta.

“Dalam uji coba kali ini terlihat kendaraan lancar tidak lagi menunpuk seperti sistem satu arah, namun kemacetan masih terjadi di tiga  titik akibat bottle neks atau penyempitan. Seperti di Tanjakan Selarong, Simpang Mega Mendung dan Pasar Cisarua Bogor. Pemkab Bogor akan melakukan pelebaran jalan dan penataan pedagang kaki lima  ke rest area,” ujarnya.

Selain itu, ujar adik dari mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin ini, pembangunan puncak dua yang melintasi Jonggol Sukamakmur dan Cipanas diharapakan menjadi solusi.

“Pihak kementrian terkait dan pemerintah pusat bisa segera membantu merealisasikan jalur Puncak 2 secepatnya,” harapnya.

Sementara itu  Budi Setiadi, Dirjen Perhubungan Darat menambahkan, uji coba ini akan terus dievaluasi untuk dicari kendalanya dimana.

“Saya rasa sistem one way perlu dicarikan solusi lainnya. Nah sistem 2 1 ini kita uji coba, jika memang memungkinkan diterapkan, kita laksanakan,” katanya.

reporterfull

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tim PDKB PLN UPT Cirebon Tuntaskan Perbaikan Hot Spot di GI Kamojang

17 March 2026 - 13:39 WIB

Hanif Faisol: Stasiun dan Terminal Harus Miliki Dokumen Persetujuan Lingkungan

15 March 2026 - 18:46 WIB

Mudik Tenang! BPJS Kesehatan Siagakan Layanan JKN Selama Libur Lebaran 2026

15 March 2026 - 15:16 WIB

Banu Bagaskara: Kebijakan THR PPPK Paruh Waktu Tidak Adil

14 March 2026 - 11:23 WIB

Danantara Tunjuk Investor Tiongkok untuk Proyek PSEL Bogor Raya

14 March 2026 - 10:15 WIB

Trending on Bogoh Ka Bogor