Menu

Dark Mode
Cara Praktis Bikin Kartu Lebaran AI-Style di Galaxy S26 Series 1 Syawal Tak Seragam, Netizen Sepakat Tak Debatkan Penetapan Idul Fitri Tiba-tiba Ngetweet, Cristiano Ronaldo: Eid Mubarak Semuanya! Pemkot Bogor Silaturahmi ke Alim Ulama di Pekan Terakhir Ramadan PLN UPT Cirebon dan YBM PLN Gelar Berbagi Berkah Ramadhan Tim PDKB PLN UPT Cirebon Tuntaskan Perbaikan Hot Spot di GI Kamojang

Kabar Sport

Tuding Panpel Arum Jeram Porprov Curang, Kontingen Kabupaten Bogor Pilih Walkout

badge-check


					arum-jeram (foto bogorkab.go.id) Perbesar

arum-jeram (foto bogorkab.go.id)

Panitia penyelenggara Porprov Jabar 2022 cabang olahraga Arum Jeram dituding curang. Kisruh antara panpel dan para kontingen dari sejumlah wilayahpun tak terhindarkan. Podium yang semestinya menjadi pusat perhatian, mendadak sepi ditinggal para atlet dan rombongan kontigen.

Ketua Federasi Arum Jeram Indonesia (FAJI) Kabupaten Bogor, TB. Wajedi Nur mengaku sangat kecewa kepada panitia pelaksana Porprov Jabar 2022 cabang olahraga Arum Jeram. Musababnya, sejak awal timnya akan berlaga, perahu yang disediakan dalam keadaan bocor. 

“Pada saat hendak mengambil perahu lagi, oleh panitia dibuat tergesa-gesa untuk segera turun ke air tanpa pemanasan. Turun perahu dengan waktu singkat, persekian menit sementara atlet Kabupaten Bekasi sudah siap di air. Tim kami belum sampai garis star, panitia sudah melepas peserta. Itu kecurangan yang pertama,” tandas Wajedi kepada kabaronline.co.id, Jumat (18/11/2022).

Soal kebocoran perahu dan upaya panpel yang tidak memberikan waktu yang layak bagi atlet asal Kabupaten Bogor, lanjut Wajedi, juga diketahui para atlet asal wilayah lain yang turut menyaksikan. “Pada saat kami menyampaikan protes dengan baik-baik kepada panpel, waktu itu bukan hanya Kabupaten Bogor, tetapi bareng dari Subang dan Sumedang mengajukan gugatan protes, tidak ada yang dihiraukan oleh panitia,” jelas Wajedi.

Wajedi juga mengatakan, kecuragan kedua yang dilakukan panpel yakni ada atlet asal Kabupaten Ciamis yang terlambat datang ke venue, tidak diberi sanksi yang tegas sebagaimana ketentuan. “Saksinya ada atlet dari Kabupaten Subang dan Sumedang yang juga ikut memprotes. Panpel malah menunggu, padahal secara aturan seharusnya didiskualifikasi,” urainya.

Wajedi mengakui sempat terjadi kisruh antara panpel dan para kontingen yang protes. Mereka sepakat menilai panpel tidak professional dalam menyelenggarakan ajang prestisius itu. “Seharusnya panpel melaksanakan secara fairplay, tidak boleh memihak apalagi tidak bijaksana. Seharusnya dilakukan tanding ulang. Sebetulnya panpel tau seharusnya seperti apa menghadapi situasi seperti itu,” ujarnya lagi.

Akibat adanya kecurangan tersebut, rombongan atlet dan kontingen cabor Arum Jeram asal Kabupaten Bogor yang saat itu meraih perak, memilih walkout dan meninggalkan venue tanpa naik ke podium. Suasana juga sempat memanas saat kontingen asal Kabupaten Bogor melakukan protes keras kepada para panitia hingga dilerai aparat kepolisian yang berjaga. Hingga berita ini ditayangkan, belum ada klarifikasi dari penyelenggara Porprov Jabar 2022.

Penulis Saleh Nurangga

Editor RB Adhiyaksa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tim PDKB PLN UPT Cirebon Tuntaskan Perbaikan Hot Spot di GI Kamojang

17 March 2026 - 13:39 WIB

Hanif Faisol: Stasiun dan Terminal Harus Miliki Dokumen Persetujuan Lingkungan

15 March 2026 - 18:46 WIB

Mudik Tenang! BPJS Kesehatan Siagakan Layanan JKN Selama Libur Lebaran 2026

15 March 2026 - 15:16 WIB

Banu Bagaskara: Kebijakan THR PPPK Paruh Waktu Tidak Adil

14 March 2026 - 11:23 WIB

Danantara Tunjuk Investor Tiongkok untuk Proyek PSEL Bogor Raya

14 March 2026 - 10:15 WIB

Trending on Bogoh Ka Bogor