Menu

Dark Mode
Transformasi Digital Desa Wisata Purwabakti Komdigi Ancam Blokir Grok AI dan X Terkait Konten Deepfake Asusila 200 Juta Data Pengguna Pornhub Dicuri Hacker, Dipakai untuk Pemerasan AI Bukan Lagi Fitur, Samsung Ingin Jadi ‘Partner’ Keseharian Konsumen Samsung Gelar “The First Look 2026” di CES, Pamer Deretan Inovasi AI Trump Mau Caplok Greenland, PM Denmark Meradang di Instagram

Kabar Lifestyle

Trump Mau Caplok Greenland, PM Denmark Meradang di Instagram

badge-check


					Foto: Martin Zwick/REDA/Universal Images Group via Getty Images Perbesar

Foto: Martin Zwick/REDA/Universal Images Group via Getty Images

Jakarta – Setelah Venezuela, perhatian Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini beralih ke kawasan Arktik. Trump menyatakan AS “membutuhkan” Greenland, menegaskan ambisi strategis Washington atas jalur pertahanan dan pengaruh di Atlantik Utara.

Pernyataan Trump tersebut terucap sehari setelah operasi besar AS di Amerika Selatan, di mana Presiden Venezuela Nicolas Maduro ditangkap melalui operasi militer AS dan badan intelijen.

Dalam satu wawancara dengan media Amerika, Trump menegaskan bahwa Greenland penting untuk pertahanan nasional AS karena posisi strategisnya di lintasan Atlantik Utara. Meski demikian, pernyataan tersebut langsung memicu kritik keras dari pihak Denmark dan para pemimpin Greenland sendiri.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen secara tegas menolak gagasan Trump tentang kemungkinan AS mengambil alih Greenland. Frederiksen menyebut bahwa AS tidak punya hak apapun untuk menganeksasi wilayah di bawah Kerajaan Denmark dan mendesak Washington untuk menghentikan ancaman terhadap sekutu historisnya itu.

Frederiksen pun mengunggah di akun Instagram miliknya merespon pernyataan Trump terkait Greenland diketahui ada wilayah semi-otonom di bawah kedaulatan Denmark. Kendati demikian sebagai informasi, Greendland memiliki pemerintahan sendiri dengan hak untuk menentukan masa depannya, termasuk kemungkinan merdeka.

“Sama sekali tidak masuk akal untuk membicarakan bahwa AS perlu mengambil alih Greenland. AS tidak memilik hak untuk mencaplok salah satu dari tiga negara dalam persemakmuran (Kerajaan Denmark,” kata Frederiksen.

Frederiksen menekankan Kerajaan Denmark, termasuk Greenland, merupakan bagian dari NATO dan berada di bawah jaminan keamanan aliansi. Selain itu, Denmark dan Amerika Serikat telah memiliki perjanjian pertahanan yang memberikan AS akses luas ke Greenland, sementara pihak Denmark juga telah berinvestasi besar dalam penguatan keamanan di kawasan Arktik.

Oleh karena itu, Frederiksen menyerukan agar Washington menghentikan ancaman terhadap sekutu historisnya serta menghormati sikap tegas Greenland dan rakyatnya yang menyatakan wilayah tersebut tidak untuk dijual.

Pernyataan Fredericksen ini juga mencerminkan kekhawatiran di Eropa bahwa komentar Trump bisa berarti perubahan dramatis dalam hubungan antara AS dan negara-negara Atlantik Utara yang sudah lama menjadi sekutu.

Respons keras dari Denmark muncul setelah Trump mengulangi klaimnya pada hari Minggu, mengatakan bahwa AS “benar-benar membutuhkan Greenland” untuk alasan keamanan dan pertahanan. Bahkan ia tidak menutup kemungkinan hal tersebut menjadi bagian dari kebijakan nasional yang lebih luas.

Di tengah pernyataan itu, komentar Trump dikaitkan dengan aksi militer besar AS di Venezuela, yang menimbulkan kecaman internasional dan spekulasi bahwa strategi wilayah Barat mungkin diperluas ke kawasan Arktik.

Greenland secara strategis terletak di antara Amerika Utara dan Eropa, menjadi titik penting untuk pertahanan udara dan jalur laut di Kutub Utara. Di samping itu, pulau ini kaya akan sumber daya alam termasuk mineral yang dibutuhkan teknologi modern.

Selama ini AS juga sudah memiliki akses ke fasilitas militer di Greenland melalui perjanjian dengan Denmark. Namun klaim langsung soal “membutuhkan” kontrol atas wilayah tersebut dianggap sebagai sesuatu yang sangat sensitif dan berpotensi merusak hubungan diplomatik kedua negara.

Sementara Frederiksen menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan hukum internasional, ketegangan ini juga menggugah diskusi lebih luas tentang masa depan Greenland, apakah tetap berada di bawah Denmark atau mengejar kemerdekaan penuh.

Kepala pemerintahan Greenland juga menolak klaim Trump dan menyatakan bahwa apa pun keputusan soal masa depan pulau itu harus ditentukan oleh rakyat Greenland sendiri.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Komdigi Ancam Blokir Grok AI dan X Terkait Konten Deepfake Asusila

7 January 2026 - 12:26 WIB

200 Juta Data Pengguna Pornhub Dicuri Hacker, Dipakai untuk Pemerasan

7 January 2026 - 12:21 WIB

AI Bukan Lagi Fitur, Samsung Ingin Jadi ‘Partner’ Keseharian Konsumen

7 January 2026 - 12:16 WIB

Samsung Gelar “The First Look 2026” di CES, Pamer Deretan Inovasi AI

6 January 2026 - 07:56 WIB

Sedih! Doraemon Pensiun dari TV Usai 35 Tahun, Netizen Kenang Masa Kecil

6 January 2026 - 07:42 WIB

Trending on Kabar Lifestyle