Tiga Tahun Hewan Ini Jadi Salah Satu Daya Tarik di Taman Safari Indonesia Cisarua

Tidak terasa sudah tiga tahun sepasang panda menghuni Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor. Dan selama itu pula keberadaan hewan dari Tiongkok itu menjadi salah satu daya tarik wisatawan di taman konservasi tersebut.

“Sepasang panda bernama Huchun dan Caitao yang didatangkan dari Tiongkok pada 28 September 2017 lalu, nampaknya masih menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan untuk mengunjungi Taman Safari Bogor,” kata Humas TSI Cisarua, Yulius H Suprihardo, Selasa (29/9/2020).

Menurutnya, kelucuan tingkah laku kedua ekor satwa pemakan bambu ini cukup menghibur pengunjung yang datang ke Istana Panda Indonesia.

“Sesekali mereka berguling guiling diatas rumput hijau, atau duduk santai sambil menikmati bamboo yang merupakan makanan pokoknya,” ujarnya.

Istana Panda Indonesia seluas ± 5 ha ini, ditunjang dengan dengan nuansa alamnya yang indah dan sejuk berlatar belakang bukit gunung pangrango, membuat pengunjung betah berlama lama sekedar untuk menghirup udara segar pegunungan maupun berswa photo di sky walk .

Dikatakannya, tanpa terasa bahwa hingga sekarang Istana Panda Indonesia masih menjadi tujuan favorit di Taman Safari Bogor.

“Dalam memperingati 3 tahun kedatangan Huchun dan Cai Tao ini, team edukasi akan memberikan wawasan pengetahuan kepada pengunjung melalui program keeper talk,” imbuhnya.

Namun, untuk mengunjungi Istana Panda Indonesia, pengunjung wajib menggunakan bus panda yang telah disediakan. “Tentunya pengunjung harus menerapkan protocol kesehatan yang berlaku,” tegasnya.

Kapasitas bus pandapun dibatasi hanya 50 persen. Dan sebelum menaiki bus panda, petugas akan menyemprot desinfektan terlebih dahulu.

Sebab, untuk berkunjung ke Taman Safari Bogor, pihak management menerapkan protocol kesehatan dengan ketat.

Saat memasuki gerbang utama, akan ada pengecekan penggunaan masker bagi pengunjung.

Selanjutnya, petugas akan memeriksa suhu tubuh. Tahap ke tiga, semua kendaraan yang masuk akan dilakukan penyemprotan disenfektan oleh petugas yang menggunakan APD lengkap.

Tidak itu saja, setibanya di loket pengunjung disarankan untuk melakukan pembayaran dengan kartu. Lagi lagi petugas loket dengan menggunakan faceshield dan masker serta sarung tangan, akan menyemprotkan handsanitiser,” kata Yulius.

Dia mengaku bahwa protokol kesehatan yang diterapkan oleh Taman Safari Bogor , telah mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil serta gugus tugas Tingkat Propinsi, dan juga oleh Dinas Kesehatan terkait pada saat peninjuan.

Bahkan menjadi contoh model bagi destinasi wisata disekitar kawasan puncak.

Pada kesempatan ini dia mengungkapkan bahwa sebelumnya, seluruh petugas Taman Safaripun telah melakukan rapid test dengan hasil negative.

Penulis: Adi Kurniawan
Editor: Adi Kurniawan

print

You may also like...

Leave a Reply