Tertawa Terlalu Keras, Perut Wanita Ini Menghitam

TERTAWA adalah aktivitas paling mengasyikkan. Konon efek positif dapat hinggap ke tubuh. Terlebih, muncul stigma bahwa, “Seseorang punya nilai lebih apabila bisa memberi efek kejut ledakan tawa.”

Kondisi ini yang membuat profesi komika mulai digandrungi. Namun jangan salah, tertawa berlebihan juga tidak baik. Seorang wanita harus dirawat usai terlalu ekstrem ketika ketawa. Bahkan, tulang rusuknya sampai patah.

tawaDikutip wartawan Grid.ID dari New England Journal of Medicine (NEJM), wanita yang berumur 66 tahun awalnya menemui seorang dokter. Dia mengira hanya menderita flu. Sudah 2 minggu dirinya diganggu batuk kering dan sakit di bagian kanan. Perawatan yang diberikan sekedar untuk flu dan itu tidak menyelesaikan masalah.

Lima hari berikutnya sang wanita yang punya perut agak besar kembali menemui dokter. Sungguh mengejutkan. Saat mengangkat bawahan kaos yang menutupi perut, nampak warna merah begitu gelap, menjangkiti perut di sisi kanan. Pasti ada yang benar-benar tidak beres, padahal ia mengaku tidak mengadakan kontak dengan orang sakit. Wanita yang berasal dari Massachusetts, Amerika Serikat (AS), kemudian menjalani CT scan.

Ternyata dia mengalami fraktur di bagian tulang rusuk kesembilan. Lebih rinci, tulang tersebut telah patah dan kedua ujung telah terpisah. Saat dilakukan peneletian lebih lanjut, baru ditahu ternyata wanita malang tersebut terinfeksi Bordetella pertusis.

Inilah yang ternyata menyebabkannya mengalami batuk rejan. Batuk ini dapat dikatakan menular. Pihak yang mengidap mengalami infeksi saluran dan lapisan lendir. Tenggorokan dan cabang-cabang tenggorokan biasanya terpengaruh dengan kondisi ini.

Ciri khas batuk rejan diikuti dengan asupan tajam napas yang terdengar seperti teriakan. Jenis batuk ini sebenarnya cukup serius. Bahkan yang paling parah dapat menyebabkan komplikasi seperti patah tulang rusuk. Kamu wajib hati-hati bila keseringan terbahak-bahak. Mungkin saja tanpa disadari organ dalam jadi bermasalah hanya karena tertawa.

Untuk meningkatkan waspada, gejala awal biasanya muncul pilek, mata merah dan berair, sakit tenggorokan, serta badan cukup panas. Batuk-batuk yang intens biasanya akan dimulai sekitar seminggu kemudian. Kini sang wanita sudah diberi antibiotik dan menjalani operasi. Harap lebih hati-hati ya. Tertawa memang gratis dan belum dilarang. Tapi lebih baik bila masih dalam taraf wajar.

***

Sumber : Nova.id

print

You may also like...