Menu

Dark Mode
Banu Bagaskara: Kebijakan THR PPPK Paruh Waktu Tidak Adil Danantara Tunjuk Investor Tiongkok untuk Proyek PSEL Bogor Raya Yantie Rachim Serukan Masyarakat Perkuat Semangat Berbagi kepada Anak Yatim Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas Kwarran Bogor Barat Gelar Ramadan Fest 2026 Balkot Ramadan Festival 2026 Resmi Dibuka, UMKM dan Layanan Publik Hadir di Balai Kota

Kabar Lifestyle

Temuan Mengejutkan! Angin di Mars Ternyata Super Kencang

badge-check


					Temuan Mengejutkan! Angin di Mars Ternyata Super Kencang Foto: NASA / JPL-Caltech Perbesar

Temuan Mengejutkan! Angin di Mars Ternyata Super Kencang Foto: NASA / JPL-Caltech

Mars selama ini dikenal sebagai planet dengan atmosfer tipis, hanya sekitar 1% dari volume atmosfer Bumi. Namun, penelitian terbaru mengungkap bahwa angin di Planet Merah ternyata jauh lebih kencang dari perkiraan sebelumnya – bahkan bisa mencapai 158 km per jam.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Science Advances, hasil kolaborasi tim ilmuwan dari Universitas Bern, Swiss, dan Badan Antariksa Eropa (ESA). Mereka meneliti fenomena “setan debu” – pusaran debu vertikal yang berputar cepat di permukaan Mars – untuk memetakan pola angin di berbagai wilayah planet tersebut.

“Putaran debu membuat angin yang biasanya tak terlihat menjadi terlihat,” ujar Valentin Bickel, penulis utama studi dari Universitas Bern dikutip dari laman Cosmosmagazine. Dengan menganalisis pergerakan setan debu melalui citra stereo, timnya berhasil menelusuri arah dan kecepatan angin di seluruh permukaan Mars – sesuatu yang sebelumnya sulit dilakukan.

Tim menggunakan dua instrumen canggih milik ESA, yaitu Kamera Stereo Resolusi Tinggi (HRSC) pada wahana Mars Express dan Sistem Pencitraan Permukaan Stereo dan Warna (CaSSIS) di pengorbit ExoMars. “Gambar stereo menangkap titik yang sama di permukaan Mars dengan jeda beberapa detik, memungkinkan kami mengukur pergerakan pusaran debu,” kata Nicolas Thomas, rekan penulis penelitian tersebut.

Dari hasil analisis, tim mendeteksi 384 pusaran debu dari citra CaSSIS dan 655 dari HRSC. Pusaran ini biasanya muncul di wilayah kering pada musim panas dan semi Mars, berlangsung selama beberapa menit, dengan puncak aktivitas sekitar pukul 11.00-14.00 waktu matahari lokal.

Yang paling mengejutkan, kecepatan angin di sekitar pusaran bisa menembus 44 meter per detik (sekitar 158 km/jam). Sebelumnya, ilmuwan memperkirakan angin di Mars rata-rata hanya di bawah 50 km/jam, dengan puncak maksimum sekitar 100 km/jam. “Data kami menunjukkan di mana dan kapan angin cukup kuat untuk mengangkat debu dari permukaan,” ujar Bickel.

Penemuan ini penting untuk misi luar angkasa berikutnya. Dengan memahami pola dan kekuatan angin, ilmuwan dapat memperbaiki model iklim Mars, memperkirakan risiko badai debu, serta meningkatkan efisiensi pendaratan wahana.

“Dengan wawasan baru tentang dinamika atmosfer, kami dapat memprediksi kondisi cuaca dan merencanakan misi Mars dengan lebih aman,” kata Daniela Tirsch dari Pusat Dirgantara Jerman (DLR). Informasi ini juga krusial untuk menentukan lokasi pendaratan dan memperkirakan debu yang menempel pada panel surya, yang bisa menurunkan daya perangkat di permukaan.

Selain membantu misi eksplorasi, studi ini juga memberi gambaran baru tentang bagaimana bukit pasir dan garis lereng di Mars terbentuk. “Pengukuran kami membuka jalan untuk memahami proses geologi aktif yang masih terjadi di planet ini,” tambah Bickel.

Dengan teknologi pencitraan canggih dan analisis lintas-dekade, para ilmuwan kini memiliki gambaran lebih utuh tentang dunia berdebu Mars – planet yang mungkin tampak sunyi, namun ternyata dipenuhi angin ganas yang terus mengubah wajahnya.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah

10 March 2026 - 22:37 WIB

Printer 3D Bambu Lab Resmi Masuk Indonesia

7 March 2026 - 21:26 WIB

Vidi Aldiano Meninggal, Netizen Berduka Cita

7 March 2026 - 21:20 WIB

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

7 March 2026 - 21:16 WIB

AS-Iran Ribut Soal Nuklir, Bill Gates Malah Bangun Reaktor

7 March 2026 - 21:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle