Teken Mou, BNI KUR Cabang Bogor Bantu Petani HKTI

Untuk membantu permodalan petani Kota Bogor, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Bogor dengan BNI Kantor Cabang Bogor melakukan  MoU dan akad kredit BNI KUR di BNI Kantor Cabang Bogor pada Kamis (9/9/2021).

Setelah MoU ini, kolaborasi antara HKTI dan BNI akan berlanjut dengan mencoba merancang ekosistem dari anggota HKTI Kota Bogor, agar para petani semakin berkembang usahanya.

Ketua HKTI Kota Bogor, Anisha Deshiliana Resti mengatakan, hal ini baru permulaan, ke depan bisa lebih banyak membantu dan menjembatani para anggota HKTI dengan BNI Cabang Bogor.

“HKTI melakukan kerjaan sosial, benar-benar niat ingin mempertemukan pemberi modal usaha dengan petani yang memburu. Kita ketahui usaha pertanian cukup sulit saat ini,” ungkap Anisha.

Anisha melanjutkan, pihaknya akan melakukan pembinaan dengan menfasilitasi KUR Rp50 juta, jadi nanti akan menjadi orang tua asuh bagi para anggota HKTI yang ikut dalam program KUR ini.

“Mudah-mudahan para anggota HKTI usahanya maju, menjadi kebanggaan. Saya juga berharap mudah-mudahan hal ini bukan kerjasama terakhir . Ya, hakekatnya kolaborasi sih ya, saling support,” jelasnya.

Sementara itu, Pemimpin Bidang Pemasaran dan Bisnis BNI Cabang Kota Bogor, Yuniar T Manik mengatakan, MoU untuk KUR bagi para petani anggota HKTI Kota Bogor ini bisa diwujudkan walaupun tidak punya model kerjasamanya. Ketika dengan HKTI bisa bertemu, berdiskusi soal KUR membuat satu kesempatan emas, karena dimasa pandemi Covid-19 Kota Bogor sekarang sulit mencari nasabah.

“Memang butuh kolaborasi seperti ini, hari ini ada yang akad, ke depan kami mengajak HKTI untuk ikut On The Spot (OTS) bareng jadi bisa merasakan juga melihat langsung kondisi petani yang mengajukan KUR. Kolaborasi terus jalan bersama, karena sebagai informasi kami diberi amanah Rp83 miliar KUR. Jatah sampai bulan November atau awal Desember 2021 harus terserap, butuh banyak sekali debitur. Kami siap bantu bagi anggota HKTI dan nanti kami juga menyarankan agar HKTI membuat ekosistem para anggotanya,” jelasnya.

Sementara itu, anggota HKTI Kota Bogor yang langsung mengajukan KUR, Engkus mengaku terbantu dengan adanya program kerjasama HKTI Kota Bogor dengan BNI Cabang Bogor. Dirinya menjalani usaha pembesaran ikan bawal dan nila, usaha tersebut merupakan usaha turun temurun keluarga.

“Saya sudah dua tahun menjalaninya, karena saat ini saya usaha sendiri ada yang menawarkan gabung ke HKTI Kota Bogor untuk menambah jaringan dan jalur untuk modal. Maka dari itu saya yang merupakan warga Kota Bogor tertarik dan masuk. Saya jual ke penyuplai pasar, ada yang mengambil ke kolam, kolam saya di Kabupaten Bogor daerah Purwasari, Kecamatan Dramaga,” tuturnya.

Engkus melanjutkan, dirinya panen awal dua bulan sekali, tapi ditargetkan satu bulan sekali panen dengan adanya KUR ini. Karena dirinya menjalani usaha pembesaran ikan bawal dan nila.

“Awal susah saat Covid-19, karena penjualan ke Jakarta tidak bisa lewat. Sekarang sudah agak normal, kendalanya modal, maka saya mengajukan modal. Kendala lain adalah pakan cepat naik, tapi harga ikannya rata-rata tidak naik. Bahkan kadang turun harganya, mudah-mudahan nanti ada solusi lagi,” pungkasnya.

Penulis Pratama/rls

print

You may also like...

Leave a Reply