Tas Ini Jadi Paling Viral di Tahun 2020

Pemandangan para selebritis papan atas yang terlihat menenteng tas mewah dalam penampilannya bukanlah hal yang baru. Sebut saja tas-tas dengan model ikonik dari brand-brand seperti Hermes, Dior, Chanel, dan lainnya. Namun, di tahun 2020 ini ada sebuah tas yang tampak sering menghiasi penampilan para fashionista dan selebritis di Amerika Serikat.

Tas yang semakin populer lantaran banyak yang memamerkannya di media sosial ini merupakan karya dari desainer Telfar. Apa sih uniknya tas Telfar ini hingga menjadi tas paling viral di tahun 2020 bahkan hingga harus rebutan untuk mendapatkannya?

Dilansir dari Bustle, inilah fakta unik dari Telfar yang menjadi tas paling viral di tahun 2020. Telfar Shopping Bag, sebuah tas dari kulit imitasi tiba-tiba ramai digunakan oleh para orang-orang di industri kreatif di Brooklyn, New York.

Tidak seperti Hermès Birkin yang harganya puluhan ribu dolar, tas Telfar dijual dengan harga hanya USD $150 hingga USD $257. Telfar memiliki slogan “Not For You, For Everyone” dan ditujukan untuk semua kalangan dengan berbagai latar belakang.

Untuk mendapatkannya, pembeli perlu mendaftar untuk menerima pemberitahuan email ketika produknya tersedia, sehingga mereka bisa online begitu penjualan dimulai. Tak sedikit yang mencari tips dari media sosial tentang cara mendapatkan tas jinjing yang didambakan ini.


Baca juga: Langganan Suntik Botox, Ibu Ini Dikira Kakak Anaknya


Namun tetap saja, tas tersebut akan terjual habis dalam hitungan detik, terkadang berakhir di situs penjualan kembali dengan harga sampai tiga kali lipat.

Pada bulan Agustus 2019, Telfar mengumumkan Telfar’s Bag Security Program. Penjualan selama 24 jam diadakan pada 19 Agustus, memungkinkan siapa saja yang menginginkan tas Telfar untuk memesan tas Telfar sebanyak yang mereka suka – dalam warna dan gaya apa pun.

Namun, pembeli harus menunggu hingga Januari untuk mendapatkan tas mereka. Kesempatan ini tidak menghalangi siapa pun. Dalam satu hari, Telfar’s Bag Security Program menghasilkan 10 kali lipat penjualan untuk Telfar sepanjang tahun 2019. Telfar’s Bag Security Program bertentangan dengan cara setiap brand “mewah” lainnya – seperti Chanel hingga Supreme – beroperasi. Tapi mungkin cara inilah yang efektif di masa depan.

Produksi tas sesuai jumlah pesanan menghasilkan sedikit limbah, karena brand tersebut tidak menghasilkan produk yang mungkin tidak akan laku.

Kontroversi mengenai kejadian serupa pernah terjadi pada Burberry yang membakar kelebihan barang yang tidak terjual pada tahun 2018. Hal ini juga mempertegas bahwa kemewahan adalah sesuatu yang hanya dapat dimiliki oleh sedikit orang.

Meski semakin dikenal karena nilainya yang inklusif dan bernilai sosial di tahun 2020, brand Telfar sendiri sebenarnya sudah ada sejak 2005. Saat itulah Telfar Clemens, seorang desainer Liberia-Amerika yang besar di Queens, New York, meluncurkan label uniseksnya, yang sejak awal menciptakan barang-barang sehari-hari, seperti sweter dan kaos polo, atau mengubahnya untuk menciptakan sesuatu yang baru: hoodie ponco, tank top dengan lubang lengan di kedua ujungnya, gaun kaus yang modis.

Tas Telfar memiliki bentuk seperti tas jinjing kotak dan lugas dengan tali bahu ganda dan pegangan atas. Tas ini memulai debutnya pada tahun 2014, tetapi menjadi tersedia secara luas setelah 2017, ketika Telfar memenangkan $ 400.000 dari CFDA / Vogue Fashion Fund dan menggunakannya untuk meningkatkan produksi, menambahkan lebih banyak ukuran dan warna.

Sejak itu, tas ini menjadi favorit di antara selebritis keren seperti Solange Knowles, penulis naskah Jeremy O. Harris, dan Anggota Kongres Alexandria Ocasio-Cortez – serta menjadi sensasi viral. “Ini tas sehari-hari yang bagus dan sederhana,” kata stylist yang tinggal di Brooklyn, Kia Marie, tentang daya tarik tas tersebut.

“Ini benar-benar bagaikan kanvas kosong bagi Anda untuk meletakkan stempel atau gaya Anda sendiri di atasnya.”

Model tas Telfar yang minimalis memang kerap dimanfaatkan sebagai kanvas seni atau modifikasi oleh para seniman. “Ini tidak hanya terjangkau dan dapat diakses,” kata Marie, “ini menginspirasi orang untuk berkreasi.”

“Apa yang telah dilakukan Telfar dengan sangat cerdas adalah mereka berpikir tentang, ‘Kami adalah brand kecil, kami memiliki sumber daya terbatas, tetapi kami ingin berpartisipasi [dalam industri fashion] – bagaimana kami melakukannya? ‘”kata Nadia Tuma-Weldon, pimpinan McCann’s Global Luxury Practice.

“Mereka kreatif, karena mereka memiliki sumber daya yang terbatas, tetapi mereka mampu membingkainya dengan cara yang aspiratif atau diinginkan.”

Nah, itu dia Stylovers fakta unik mengenai tas Telfar yang menjadi tas paling viral di tahun 2020. Apakah kamu tertarik untuk memilikinya juga? (*)

sumber stylo.grid.id

foto them.us

print

You may also like...

Leave a Reply