Menu

Dark Mode
Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas Ketua DPRD Adityawarman Adil Apresiasi Sinergi TNI dalam Pembangunan Jembatan Garuda Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah Sidak Pasar Gembrong dan Jambu Dua, Komisi II DPRD Kota Bogor Soroti Kenaikan Harga dan Akses Angkot ​DPRD Kota Bogor dan Disnaker Bahas Persiapan THR, Siapkan Posko Pengaduan Terima Pemuda Al-Irsyad, Adityawarman: Salut untuk Pemuda yang Beraktualisasi di Bidang Sosial

Kabar Lifestyle

Taktik Hadapi Harga RAM Melonjak: Pakai RAM Laptop di Desktop

badge-check


					Ilustrasi RAM. Foto: Sweetwater Perbesar

Ilustrasi RAM. Foto: Sweetwater

Jakarta – Lonjakan harga memori akibat ledakan kebutuhan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) membuat saat ini disebut-sebut sebagai salah satu periode terburuk untuk merakit PC baru. Namun bagi pengguna yang tidak punya pilihan selain tetap membangun PC, penggunaan RAM laptop dengan adaptor ke motherboard desktop mulai dilirik sebagai solusi darurat.

Harga DRAM dan NAND melonjak tajam karena produsen memprioritaskan pasokan untuk server AI dan data center. Data dari PCPartPicker menunjukkan harga memori konsumen telah meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam beberapa bulan terakhir. Kit RAM DDR4 32 GB yang sebelumnya dijual di bawah USD 100 kini mendekati USD 250, sementara DDR5 melonjak dari sekitar USD 100 menjadi hampir USD 400.

Kondisi ini juga mendorong kebangkitan prosesor lama, khususnya AMD Ryzen berbasis DDR4, karena pengguna berupaya menghindari biaya mahal RAM DDR5. Meski demikian, bagi perakit PC yang benar-benar terdesak, RAM SO-DIMM yang biasa dipakai di laptop dan mini PC dinilai bisa menjadi alternatif, demikian dikutip detikINET dari Techspot, Minggu (28/12/2025).

YouTuber Hardware Canucks dalam video terbarunya menjelaskan bahwa RAM laptop dapat digunakan di PC desktop dengan bantuan adaptor SO-DIMM ke DIMM yang harganya relatif murah, sekitar USD 15-30. Meski tetap terdampak kenaikan harga akibat AI, RAM laptop masih cenderung lebih murah dibanding modul desktop, terutama di pasar barang bekas seperti eBay.

Namun, solusi ini tidak sepenuhnya tanpa risiko. Hardware Canucks menyarankan pengguna DDR5 memilih modul dengan kecepatan 4.800 MT/s karena kecepatan lebih tinggi berpotensi menimbulkan masalah stabilitas, terutama di platform AMD. Selain itu, adaptor membuat tinggi modul RAM bertambah beberapa milimeter, yang bisa menjadi kendala di casing mini-ITX yang sempit.

Dari sisi performa, pengujian menunjukkan penurunan kinerja relatif kecil. Dalam skenario gaming kelas atas maupun beban kerja produktivitas, selisih performa antara RAM laptop dan desktop umumnya masih di kisaran satu digit persen.

Meski begitu, pendekatan ini disebut hanya sebagai solusi sementara. Hardware Canucks mengibaratkannya seperti ban serep, bisa dipakai dalam kondisi darurat, tapi bukan solusi jangka panjang. Dengan prediksi kekurangan memori yang diperkirakan masih berlanjut hingga 2026 atau bahkan 2027, banyak pengguna PC kini dipaksa berpikir lebih kreatif demi menekan biaya rakitan.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah

10 March 2026 - 22:37 WIB

Printer 3D Bambu Lab Resmi Masuk Indonesia

7 March 2026 - 21:26 WIB

Vidi Aldiano Meninggal, Netizen Berduka Cita

7 March 2026 - 21:20 WIB

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

7 March 2026 - 21:16 WIB

AS-Iran Ribut Soal Nuklir, Bill Gates Malah Bangun Reaktor

7 March 2026 - 21:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle