Menu

Dark Mode
HPN 2026 Banten Siap Digelar, PWI Pusat dan Panitia HPN Konsolidasi Laba-laba Madagascar Bikin Takjub, Buat Jaring Super Kuat hingga 25 Meter Elon Musk Satukan SpaceX dan xAI, Jadi Perusahaan Rp 20.000 T Induk ChatGPT Mau Bikin Media Sosial Bebas Bot Tantangan Tersembunyi AI di Indonesia di Tengah Akselerasi Inovasi Heboh! File Epstein Sebut Bali & Nama Indonesia, Netizen Geger

Kabar Lifestyle

Tak Disangka! Piramida Kuno Ditemukan Saat Bangun Jalan

badge-check


					Foto: CINAH Hidalgo Perbesar

Foto: CINAH Hidalgo

Jakarta – Tak terduga, sebuah piramida kuno ditemukan ketika proyek pembangunan jalan berlangsung di jalan raya Meksiko. Para arkeolog yang kemudian dipanggil pun mengumpulkan puluhan artefak lain dari situs tersebut. Artefak yang ditemukan langsung diboyong ke laboratorium untuk dipelajari selama beberapa bulan.

Melansir IFL Science, struktur piramida kuno itu ditemukan dan digali pada Juni 2024 selama pembangunan jalur ketiga di jalan raya federal di Hidalgo, Meksiko timur-tengah. Arkeolog-arkeolog dari National Institute of Anthropology and History (INAH) Meksiko langsung menuju ke lokasi untuk penyelidikan.

Dikutip detikINET dari IFL Science, setelah menyurvei area tersebut dengan pesawat nirawak, tim mereka mengumpulkan 155 sampel, termasuk potongan keramik, peralatan batu, dan cangkang hewan.

Guna menjaga peninggalan itu, otoritas arkeologi menyetujui pembangunan tembok besar di sekitar piramida, berukuran panjang 43 meter dan tinggi 11,7 meter.

Akhirnya terungkap bahwa piramida ini merupakan bagian dari pemukiman pra-Hispanik yang dikenal sebagai San Miguel, yang berasal dari periode Epiklasik (650-950 M) dan periode Pascaklasik Akhir (1350-1519 M).

Ini adalah periode ketika wilayah tersebut berada di bawah kendali ‘kekuasaan Metzca’, yang menurut INAH meninggalkan ‘jejak multietnis’ setidaknya hingga abad ke-16 M.

Akan tetapi, sejarah aktivitas manusia sudah ada jauh sebelum wilayah sekitarnya, dengan permukiman paling awal yang dibangun setidaknya 14.000 tahun yang lalu. Masih belum jelas berapa banyak bangunan pra-Hispanik yang tersembunyi di Meksiko, serta Amerika Tengah dan Amerika Selatan, tetapi beberapa tahun terakhir telah mengungkap banyak penemuan baru.

Banyak di antaranya yang terungkap dengan bantuan LiDAR (Light Detection and Ranging) yakni teknologi penginderaan jarak jauh memanfaatkan sinar laser. Teknologi ini menggunakan cahaya pantulan untuk menghasilkan informasi tentang bentuk dan karakteristik obyek yang mungkin tersembunyi oleh tumbuhan, tanah, atau struktur lain.

Tahun 2023, INAH juga menggunakan LiDAR untuk mengungkap jejak jalan raya sepanjang 18 km yang menghubungkan kota-kota Maya lebih dari 1.200 tahun yang lalu. Lebih jauh ke selatan di Guatemala saat ini, teknik pencitraan tersebut juga mengungkap bukti peradaban Maya yang sebelumnya tidak dikenal yang terdiri dari 964 pemukiman yang saling terhubung dengan jalan kuno sepanjang 177 km.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Laba-laba Madagascar Bikin Takjub, Buat Jaring Super Kuat hingga 25 Meter

3 February 2026 - 11:47 WIB

Elon Musk Satukan SpaceX dan xAI, Jadi Perusahaan Rp 20.000 T

3 February 2026 - 11:43 WIB

Induk ChatGPT Mau Bikin Media Sosial Bebas Bot

3 February 2026 - 11:40 WIB

Tantangan Tersembunyi AI di Indonesia di Tengah Akselerasi Inovasi

2 February 2026 - 10:10 WIB

Heboh! File Epstein Sebut Bali & Nama Indonesia, Netizen Geger

2 February 2026 - 10:07 WIB

Trending on Kabar Lifestyle