Menu ✖

Dark Mode
Jadi Venue Porprov, Kelurahan Cilendek Timur Berbenah Sumpah Pemuda ke-98, Fajar Muhammad Nur Dorong Solusi 4 Persoalan Pemuda Alasan Trump Larang Pakai ‘AI’, Perintahkan Beralih ke Penggantinya Kabut Asap Karhutla Menipis Usai Hujan, Begini Cara Alam Membersihkan Udara Bocah Ajaib Kuliah Umur 9 Tahun, Calon Doktor Fisika di Usia 18 Tahun BlackBerry Banting Setir, Bangkit dari Masa Kelam

Headline

Survei: Aktivitas Warga Jabodetabek di Masa Pendemi, Begini

badge-check


					Survei: Aktivitas Warga Jabodetabek di Masa Pendemi, Begini Perbesar

Salah satu lembaga survei Aulia Akbar CFP®, Financial Educator, dan Periset Lifepal mengungkapkan hasil surveinya mengenai aktivitas warga Jabodetabek di masa pandemi virus corona (covid-19) berdampak besar pada aspek kehidupan masyarakat, khususnya pada sektor ekonomi.
Pandemi mendatangkan pengaruh bagi seseorang bagaimana mengorganisir keuangan mereka, bahkan tingkat konsumsi mereka.
Survei dilakukan dengan metode random sampling terhadap 400 responden yang merupakan warga domisili Jabodetabek.
Survei berlangsung pada awal Triwulan IV 2020 yaitu, 6 Oktober hingga 18 November 2020.
Perbandingan jumlah responden dalam survei ini adalah, pria 47,4 persen dan wanita 52,6 persen.
Dari hasil survei tersebut menunjukkan, sebagian besar tingkat konsumsi masyarakat di tengah pandemi banyak yang memilih untuk membeli rumah.
Secara persentase, tingkat keinginan masyarakat membeli rumah sebesar 46,9 persen, diikuti membeli tanah sebesar 45,8 persen, apartemen 32,6 persen, mobil 30,6 persen, dan motor 26,0 persen.
Sebelumnya, Bank Indonesia juga telah melakukan survei terkait Indeks Harga Properti Residensial (IHPR).
Diberitakan bahwa IHPR di kuartal III 2020 tumbuh 1,51persen secara year on year (yoy).
Meski dinyatakan tumbuh, tetapi pertumbuhan ini sifatnya terbatas.
Di samping itu, ada pula penurunan penjualan di sektor yang sebesar 30,93 persen yoy untuk segala tipe rumah.
Sementara itu, mengacu pada data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), volume penjualan mobil selama 10 bulan di tahun 2020 mencapai 421.089 unit.
Jumlah ini jelas menyusut 50,53 persen ketimbang periode yang sama di tahun 2019 yaitu 851.222 unit.
Lalu seperti apakah keinginan masyarakat dalam membeli aset properti dan kendaraan di Triwulan IV 2020? Berikut ulasan dari survei tersebut.

Bagaimana secara gender?

Gender pun rupanya memiliki persentase tersendiri.
Terkait aset properti seperti rumah, tanah, maupun apartemen, pria masih cukup mendominasi dari segi keinginan.
Namun, tidak demikian dalam hal kepemilikan kendaraan.
Dalam hal ini, wanita lebih tinggi persentasenya dari segi keinginan membeli mobil.
Keinginan responden perempuan membeli mobil mencapai 31,1 persen, sementara itu pria hanyalah 29,8 persen.
Di sisi lain, keinginan membeli rumah di masa pandemi pada pria sebesar 47,9 persen, sedangkan wanita 45,7 persen.
Keinginan membeli tanah pada pria sebesar 47,5 persen, wanita 44, 1 persen, membeli apartemen pria 32,6 peren, wanita 32,5 persen.
Selain itu, keinginan membeli motor pada pria juga lebih mendominasi sebesar 27, 4 persen, sedangkan wanita 24,6 persen.

Bagaimana dari segi penghasilan?

Dalam survei ini responden dikategorikan pula dalam kategori penghasilan.
Sebanyak 13% responden memiliki penghasilan di bawah Rp 5 juta per bulan, 40,4% berpenghasilan Rp 5 hingga 10 juta, 29,3% berpenghasilan Rp 10 hingga Rp 20 juta per bulan, dan 17,3% dengan penghasilan Rp 20 juta ke atas per bulan.
Adapun penghasilan seseorang juga ikut serta mempengaruhi keinginan konsumsi mereka.
Bagi yang berpenghasilan di bawah Rp 5 Juta masih lebih tinggi keinginannya membeli rumah, dibandingkan dengan yang berpenghasilan lebih dari 20 Juta.
Namun demikian yang berpenghasilan Rp 10 Juta hingga Rp 20 Juta masih mendominasi keinginan membeli rumah, termasuk juga dalam membeli tanah dan apartemen.
Sementara keinginan untuk memiliki mobil, seseorang dengan gaji Rp 10 Juta hingga Rp 20 Juta masih mendominasi, yakni sebesar 35,3 persen.
Kemudian untuk penghasilan di bawah Rp 5 Juta sebesar 32,2 persen, penghasilan di atas Rp 20 Juta sebesar 30,5 persen, dan penghasilan Rp 5 Juta hingga Rp 10 Juta 28,0 persen.
Sementara keinginan untuk memiliki motor, seseorang dengan gaji Rp 10 Juta hingga Rp 20 Juta juga masih mendominasi yakni sebesar 29,9 persen.
Kemudian untuk penghasilan di bawah Rp 5 Juta sebesar 26,0 persen, penghasilan di atas Rp 20 Juta sebesar 25,9 persen, dan penghasilan Rp 5 Juta hingga Rp 10 Juta 25,9 persen.

Sumber: Tribunnews.com
Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BPJS Ketenagakerjaan Rawamangun Edukasi 60 Karyawan Jakarta Golf Club, Kenalkan Lima Program Perlindungan dan MLT Perumahan

26 October 2026 - 13:48 WIB

ICCN Sampaikan 10 Manifesto Suara Ekraf Indonesia di Konferensi Ekraf Dunia Melalui Pertunjukan Teatrikal

24 October 2026 - 13:17 WIB

KKP Targetkan 5000 Kampung Nelayan se-Indonesia

22 October 2026 - 18:59 WIB

Kena Proyek Tol Jogja-Solo Hingga 3.800 Meter, UPNV Jogja Ungkap Nasib Bangunan dan Alasan Patung Perjuangan dipindah

22 October 2026 - 18:56 WIB

Atasi Krisis Ekonomi : Sosiolog UGM Minta Pemda Beri Ruang ke Pemuda Bangun Desa

22 October 2026 - 18:34 WIB

Trending on Headline