Soal Vaksin Covid, Ini Instruksi Ridwan Kamil ke Bupati dan Walikota

Gedung Pakuan dan Gedung Sate, Kota Bandung, menjadi salah satu fasilitas vaksinasi massal yang digagas Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil. Emil (sapaan Eidwan Kamil) pun meminta kepala daerah mulai bupati, wali kota, camat hingga kepala desa dan lurah untuk menyiapkan gedung tempat pelaksanaan vaksinasi Covid-19,  sehingga  target 150 ribu dosis per hari bisa tercapai.

Bak gayung bersambut, himbauan orang nomor satu di Jawa Barat itu direspon cepat Kota Bogor  dengan mewacanakan akan menyiapkan hotel dan mal, termasuk gedung pemerintahan sebagai tempat vaksinasi masal.

Menurut Wali Kota Bogor Bima Arya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah melakukan pendataan terhadap hotel-hotel dan mal, juga gedung-gedung pemerintahan yang akan dijadikan salah satu tempat pelaksanaan vaksin massal.

“Kita sedang mendata hotel dan mal, termasuk gedung pemerintahan (untuk pelaksanaan vaksinasi masal). Minggu ini kita akan finalisasi datanya,” kata Bima Arya kepada wartawan, Rabu (10/3/2021).

Tempat-tempat yang akan digunakan lanjut Bima,  haruslah memenuhi standar protokol kesehatan (prokes). Selain itu, harus nyaman karena sebelum divaksin, penerima vaksin akan menunggu terlebih dahulu menunggu giliran. Bima Arya pun percaya diri kebijakan ini bisa menjadi upaya dalam mencapai target vaksinasi sebelum Ramadan.

“Tentunya yang memungkinkan dengan standar protokol kesehatan ya, karena kan ada masa tunggunya. Itu ketika masa obeservasi, harus nyaman itu. Ya jadi kita bergerak cepat lah karena target kita bulan puasa sudah selesai,” ujarnya.

Sebelumnya  Gubernur Jabar Ridwan Kamil meminta kepada bupati, wali kota, camat hingga kepala desa dan lurah untuk menyiapkan gedung untuk tempat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 agar target penyuntikan vaksin di Jabar tercapai yakni 150.000 dosis per hari.

“Vaksinasi dilaksanakan d Gedung Pakuan karena saya merasa kalau mengandalkan puskesmas vaksinasi bisa lama. Jadi saya mengimbau bupati wali kota camat lurah kepala desa untuk menggunakan fasilitas di wilayahnya sebagai tempat massal,” kata dia, kepada wartawan.

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berkomitmen meminjamkan Gedung Pakuan dan Gedung Sate sebagai tempat pelayanan vaksinasi Covid-19 mulai.

Selain itu, Kang Emil mendorong kepala daerah di Jabar untuk menjadikan rumah dinas sebagai tempat pelayanan vaksinasi. Hal itu dilakukan sebagai upaya mempercepat vaksinasi Covid-19.

“Kalau Gedung Pakuan dipakai untuk tempat vaksinasi, maka wali kota dan bupati di Jabar dapat melakukan hal yang sama,” ujarnya.

Kang Emil meminta institusi di Jabar yang memiliki gedung besar untuk meminjamkan tempatnya sebagai tempat pelayanan vaksinasi.

“Kami sudah menghitung kecepatan vaksinasi di Jabar. Hari ini vaksinasi masih 22 ribu per hari. Jika target vaksinasi ingin tercapai, kita harus naik ke 150 ribu per hari. Mengandalkan Puskesmas tidak cukup. Maka arahan saya, untuk mengejar 150 ribu penyuntikan vaksin per hari, Gedung Pakuan dan Gedung Sate juga akan digunakan sebagai tempat pelayanan vaksinasi,” imbuhnya.

Menurut Kang Emil, selain menghitung ketersediaan vaksin Covid-19, skema percepatan vaksinasi harus disusun. Salah satunya dengan memanfaatkan gedung-gedung besar. Pada tahap II vaksinasi, jumlah sasaran vaksinasi mencapai 6,6 juta orang.

penulis pratama/rls

editor aldho herman

image_pdfimage_print
Share

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *