Menu ✖

Dark Mode
Bukan Coding, Skill Ini yang Bakal Jadi Modal Utama Pekerja di Era AI Dari Dapur ke Pasar Digital, Teknologi Bantu Ibu Rumah Tangga Jadi Bos China Buka Taman Hiburan AI Terbesar Pertama di Dunia, Dihuni 300 Robot Raksasa AI Ekspansi Besar-besaran di Singapura, Sewa Kantor Meroket Bukan Sekadar Alamat Website, Domain Dibidik Jadi Identitas IP Timnas Pokemon Unite Indonesia Lolos Perempat Final Asian Games 2026

Kabar Politik

Soal Politik Genderuwo, Ara Sepakat dengan Jokowi

badge-check


					Soal Politik Genderuwo, Ara Sepakat dengan Jokowi Perbesar

Politikus PDIP Maruarar Sirait sepakat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang berbicara politik menakut-nakuti alias ‘politik genderuwo’.
Menurutnya, baik timses Jokowi ataupun Prabowo Subianto tidak boleh ‘berpolitik genderuwo’.
ara“Saya rasa itu penting sekali. Kemudian mereka yang ingin mengubah prinsip bernegara, keberagaman, persatuan, saya pikir tak boleh timses Jokowi dan Prabowo melakukan seperti itu (politik genderuwo),” ujar Maruarar saat dihubungi.
Politisi pdip yang sekarang maju sebagai caleg DPR RI dapil Kota Bogor dan Kab. Cianjur ini, menyebut politik genderuwo terjadi karena ada oknum yang menyebarkan hoax dan ujaran kebencian. Ia meminta Jokowi dan Prabowo bertindak tegas jika anggota timsesnya melakukan ‘politik genderuwo’.
“Harusnya masing-masing capres secara terbuka menyampaikan pikiran dan komitmennya, termasuk tegas kepada tim yang melakukan itu (hoax dan ujaran kebencian). Jadi ada koreksi juga. Dua capres ini silakan pada timnya masing-masing, siapa yang melakukan hoax dan ujaran kebencian harus ditindak tegas, kalau perlu dikeluarkan,” tutur influencer Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Amin ini.
Menurut Ara harusnya para timses capres lebih baik mengkampanyekan program unggulan masing-masing yang akan mereka jalankan untuk rakyat dan negara ini, apabila mereka terpilih nanti daripada melakukan hoax atau ujaran kebencian.
Sebelumnya, Jokowi mengungkap adanya pihak yang melakukan ‘politik genderuwo’ yang suka menakut-nakuti. Meski tak menyebut nama, Jokowi menjelaskan apa yang dia maksud sebagai ‘politik genderuwo’.
“Politikus genderuwo itu cara-cara berpolitik dengan propaganda menakut-nakuti, menimbulkan kekhawatiran, menimbulkan ketidakpastian, terakhir menjadi keragu-raguan masyarakat,” kata Jokowi di lokasi peresmian Jalan Tol Pejagan-Pemalang, Jawa Tengah, Jumat (9/11).
Dia pun mengatakan politik semacam itu harus segera dihentikan. “Ini cara-cara berpolitik yang tidak beretika seperti ini jangan diterus-teruskan. Setop, setop!” ujar Jokowi./*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu

16 September 2026 - 12:13 WIB

DPRD dan Kajari Kota Bogor Sepakat Perkuat Kolaborasi

15 September 2026 - 09:07 WIB

H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat

13 September 2026 - 19:15 WIB

​Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027

10 September 2026 - 19:47 WIB

DPRD Kota Bogor Bentuk 3 Pansus pada Masa Sidang Ketiga 2026

1 September 2026 - 09:20 WIB

Trending on Kabar Politik