Menu

Dark Mode
Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

Kabar Bogor

Soal Dugaan Pungli di Kebun Raya Bogor, Ini Penjelasan Pengelola

badge-check


					General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin. (Foto: Saefulloh) Perbesar

General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin. (Foto: Saefulloh)

Paska viralnya video soal dugaan pungli di kebun raya Bogor yang diposting di akun instagram @uc.you , PT Mitra Natura Raya selaku pengelola resmi Kebun Raya Bogor (KRB) menegaskan akan menindak tegas siapapun jika terbukti melakukan praktik pungli di dalam kawasan konservasi tersebut, Selasa (19/8/2025).

Menurut General Manager Corporate Communication PT Mitra Natura Raya, Zaenal Arifin, kenyamanan dan keamanan pengunjung merupakan prioritas utama Kebun Raya Bogor.

“Sebagai pengelola Kebun Raya Bogor, kami akan menindak tegas pihak manapun, baik internal maupun eksternal, yang melakukan tindakan pungli. Kenyamanan pengunjung adalah yang utama bagi kami,” tegas Zaenal.

Terkait kasus yang mencuat, kata Zaenal, krnologisnya berawal saat rombongan dari akun Instagram @uc.you mengadakan gathering karyawan pada Senin (11/8/2025) dan langsung melaksanakan kegiatan lomba-lomba tanpa ada konfirmasi terlebih dahulu kepada pihak pengelola. Petugas keamanan pun menghampiri dan menanyakan kepada panitia mengenai acara yang berlangsung.

“Kebun Raya memiliki aturan jelas apabila ada pihak yang ingin mengadakan acara. Informasi lengkap akan kami sampaikan kepada panitia sebelum acara dilaksanakan, termasuk apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di kawasan konservasi,” kata Zaenal.

Zaenal menambahkan, setiap kegiatan rombongan wajib mendapat izin dan diarahkan ke area tertentu agar tidak mengganggu pengunjung lain serta tetap menjaga kelestarian lingkungan.

“Mereka datang, masuk, langsung bikin acara tanpa sewa lahan. Hanya membayar tiket masuk dan parkir kendaraan. Karena tidak ada pemberitahuan, maka petugas keamanan kami menanyakan aturan-aturan, bukan melakukan pungli,” katanya.

Ditanya soal adanya dugaan pungutan liat (pungli)  Rp 15.000 per orang, menurut Zaenal, itu bukan pungli, melainkan biaya kebersihan dan perawatan lingkungan khusus bagi rombongan yang membawa makanan dengan kemasan sekali pakai dari luar.

“Makanan dengan kemasan sekali pakai berpotensi meninggalkan sampah. Karena itu, biaya kebersihan hanya dikenakan pada rombongan. Aturan ini tidak berlaku bagi pengunjung individu. Untuk itu Kami juga mengimbau pengunjung agar membawa wadah makanan yang bisa dibawa pulang kembali,” ujarnya.

Sebelumnya sebuah video dugaan pungli di Kebun Raya Bogor viral dari akun instagram @uc.you , dalam video dijelaskan jika rombongannya sekitar 50 an orang datang ke kebun raya dan diminta uang Rp15 ribu per orang oleh satpam tanpa bisa menunjukan aturannya.

Saefulloh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hut ke-50, Summarecon Gelar Operasi Katarak Gratis di Bogor

4 May 2026 - 08:34 WIB

Wujudkan Dokter Cerdas dan Masyarakat Sehat, IDI Kota Bogor Tampilkan Inovasi Digital

2 May 2026 - 12:19 WIB

Rapat Paripurna DPRD, Dedie Rachim Sampaikan Penguatan Struktur Perangkat Daerah

30 April 2026 - 08:58 WIB

Kenalkan Pasar Tradisonal Sejak Dini, Pelajar SD High Scope Indonesia Serbu Pasar Gembrong

29 April 2026 - 15:12 WIB

Ikhtiar KONI Kota Bogor Penuhi Target 100 Emas

28 April 2026 - 09:32 WIB

Trending on Kabar Bogor