Menu ✖

Dark Mode
Pidato di PBB, Netanyahu Bawa Starlink Sambil Sindir Iran Mau Bikin Data Center di Luar Angkasa, Google Uji Chip AI di Orbit Komdigi Dorong Transfer AI – Cloud dalam Investasi Microsoft di RI ‘Nostradamus’ China Ramal Tragedi Serupa 9/11 Terjadi Lagi Bumi Makin Panas, 12 Triliun Ton Es Meleleh dalam 47 Tahun NASA Pamer ‘Hantu’ 5 Bintang Meledak dalam Satu Foto

Kabar Politik

Soal DOB Bogor Barat, Ini Pesan Akademisi Untuk Mahasiswa Bogor

badge-check


					Soal DOB Bogor Barat, Ini Pesan Akademisi Untuk Mahasiswa Bogor Perbesar

Akademisi Universitas Djuanda, Aep Saepudin Muhtar mengajak mahasiswa peduli dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas untuk persiapan Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Barat.

“Untuk mempersiapkan semua itu perlu adanya sumber daya manusia berkualitas sebagai motor pergerakan,” kata pria yang akrab disapa Gus Udin itu saat menjadi pemateri dalam Rapat Kerja Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) di Cisarua, Kabupaten Bogor, Senin (6/2/2023).

Gus Udin menyebutkan, mahasiswa setempat harus berperan untuk meningkatkan indeks pendidikan di Kabupaten Bogor yang tergolong masih rendah.

“Sebagai seorang mahasiswa yang berdomisili di Rumpin maka sudah menjadi kewajiban untuk bersama meningkatkan pendidikan di Kabupaten Bogor terkhusus Rumpin, mahasiswa haruslah menjadi agent of control dalam semua bidang,” ujarnya.

Gus Udin yang juga anggota Tim Percepatan Pembangunan Strategis (TP2S) Kabupaten Bogor mengungkapkan, pemekaran wilayah Bogor Barat akan menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Rumpin, mengingat wilayah tersebut salah satu yang potensial di Bogor Barat.

“Mengingat topografi Rumpin sangat ideal, sehingga memungkinkan sekali apabila Rumpin menjadi ibu kota Bogor Barat nantinya. Sumber daya alam yang melimpah haruslah menjadikan Rumpin sebagai wilayah maju di Kabupaten Bogor,” ujar Gus Udin.

Sementara, Ketua Umum HMR, Wildan Muholad, mengamini apa yang dipesankan itu. Menurutnya, ke depan Rumpin harus lebih berkembang dengan juga adanya dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

“Rumpin ke depan harus lebih berkembang dalam hal persoalan pendidikan, infrastruktur dan sosial, sehingga Rumpin bisa lebih siap dan mampu,” kata Wildan.

Diketahui, wacana pemekaran wilayah barat Kabupaten Bogor sudah mengemuka sejak tahun 2000. Saat itu Forum Komunikasi Masyarakat Bogor Barat (FKMB2) paling vokal menyuarakan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Bogor Barat.

Bertahun-tahun disuarakan, aspirasi itu kemudian direspons pada tahun 2005 oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, diawali dengan pelaksanaan seminar mengenai pengembangan wilayah.

Kemudian, tahun 2006 Pemkab Bogor mulai melakukan penelitian pengembangan wilayah dengan menggandeng PT Bermuda Jasa Utama (BJU).

Berselang satu tahun, September 2007, DPRD Kabupaten Bogor menerbitkan Surat Keputusan (SK) No 12 tahun 2007 tentang persetujuan pembentukan DOB pemekaran daerah kabupaten Bogor.

Dalam keputusan tersebut ditentukan ada 14 Kecamatan Kabupaten Bogor yang akan memisahkan diri dengan nama daerah Kabupaten Bogor Barat.

Kecamatan tersebut antara lain, Dramaga, Ciampea, Tenjolaya, Cibungbulang, Pamijahan, Leuwiliang, Leuwisadeng, Nanggung, Cigudeg, Sukajaya, Jasinga, Tenjo, Parungpanjang, dan Rumpin. (Billy Adhiyaksa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu

16 September 2026 - 12:13 WIB

DPRD dan Kajari Kota Bogor Sepakat Perkuat Kolaborasi

15 September 2026 - 09:07 WIB

H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat

13 September 2026 - 19:15 WIB

​Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027

10 September 2026 - 19:47 WIB

DPRD Kota Bogor Bentuk 3 Pansus pada Masa Sidang Ketiga 2026

1 September 2026 - 09:20 WIB

Trending on Kabar Politik