Soal Baranangsiang, Keseriusan Pemkot Dipertanyakan

KESERIUSAN Pemkot Bogor untuk membangun Terminal Baranangsiang tampaknya patut dipertanyakan. Pasalnya sejak tiga tahun paska ditandatangani MoU antara PT. Pancakarya Grahatama Indonesia (PGI) selaku pihak ketiga dengan Pemerintah Kota Bogor, sampai saat ini belum ada juga action pengosongan terminal sebelum dibangun. Padahal jika melihat kondisi di lokasi, kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan.

Pihak PT. PGI ketika dikonfirmasi mengaku sampai saat ini belum ada kepastian hukum dari Pemkot Bogor, apakah pihaknya diperbolehkan membangun atau dibatalkan. Meski sampai saat ini seluruh kewajiban PT PGI kepada Pemkot Bogor sudah dipenuhi sesuai MoU 3 tahun lalu (masa kepemimpinan walikota lama Diani Budiarto).

“Kami sudah memenuhi seluruh kewajiban kami sesuai MoU, dana sudah kami keluarkan ke Dispenda. Termasuk menyewa tempat untuk terminal sementara di Wangun dan Bubulak,” kataFirman Dwinanto, Corporate Secretary PT PGI.

Sementara menurut pengamat  ekonomi, Saefudin Zuhdi, belum dibangunnya terminal baranangsiang  membuat masyarakat bingung, khususnya warga pengguna jasa transportasi bus  sebagai komponen terminal. Terlebih saat ini kondisinya kumuh, dan tidak ada kemajuan dari sisi ekonomi bagi masyarakat.

“Pemerintah Kota Bogor harus segera mengeksekusi dan menjalankan seluruh isi-isi kerjasama yang sudah tertuang bersama pihak ketiga. Walikota Bogor Bima Arya harus segera memberikan keputusan soal optimalisasi terminal, jangan menggantung seperti ini, karena efeknya akan berpengaruh besar kepada berbagai aspek, terutama aspek sosial dan ekonomi masyarakat,” kata Saefudin.

Namun, lanjut Saefudin, pemerintah Kota Bogor maupun pihak ketiga harus mampu memberikan jaminan terhadap berbagai unsur elemen yang ada di terminal Baranangsiang, seperti warga sekitar, pedagang, pengasong, musisi dan usaha-usaha lainnya yang ada di terminal. Bahkan pembangunan terminal kedepan harus bisa menyiapkan lokasi khusus untuk penampungan para PKL, supaya perekonomian masyarakat sekitar terminal tetap berjalan, disamping para pemilik kios-kios yang sudah ada disana.

“Dari sisi investasi pembangunan optimalisasi terminal Baranangsiang sangat penting untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, bahkan bangunan yang megah dan modern akan membawa peningkatan pendapatan masyarakat disekitarnya, termasuk warga akan terakomodir bekerja di bangunan tersebut. Peningkatan juga akan terjadi pada sektor pariwisata dan PAD Kota Bogor, dengan begitu, tidak ada alasan lagi untuk menunda optimalisasi terminal Baranangsiang, dan Pemkot Bogor harus segera mengeksekusinya,” tegasnya.AP

 

print

You may also like...