Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Headline

Siswa Sd Polpat Sukses Olah Sampah

badge-check


					Siswa  Sd Polpat Sukses Olah Sampah Perbesar

image

Sampah biasanya menjadi hal tak penting dan praktis dibuang. Namun di tangan murid SDN Polisi 4 Kota Bogor, sampah malahan bisa dijadikan berbagai macam desain pakaian unik seperti yang diperagakan sejumlah siswa di Lapangan Sempur Kota Bogor dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Hari Pramuka, serta HUT RI, Kamis (20/8/2015).

Ada belasan anak yang mengenakan pakaian dari daur ulang sampah seperti sedotan bekas, gelas minum bekas, bungkus sabun, karung goni, dan sampah plastik lainnya. Mereka berparade dari SDN Polisi 4 Kota Bogor dengan berjalan kaki hingga ke Lapangan Sempur Kota Bogor.

Desain pakaiannya bermacam-macam mulai dari pakaian modern hingga pakaian ala zaman Romawi kuno.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin mengapresiasi olahan daur ulang sampah menjadi berbagai macam desain pakaian. Menurut dia, hal itu sesuai dengan prinsip pendidikan yang tidak hanya menyentuh aspek kognitif tetapi juga mengajarkan anak untuk mencintai lingkungan serta berkreasi.

“Anak-anak diajarkan untuk tidak memproduksi sampah, tetapi mengolah sampah. Itu hal yang baik. Sebab, sampah di kita itu sudah banyak sekali. Yang tak terangkut saja mencapai 30 persennya. Kalau anak-anak saja bisa mengolahnya, tentu sampah bisa berkurang,” tutur Fahrudin.

Menurut Fahrudin, selain kemampuan matematika atau ilmu alam, anak-anak perlu diasah dalam hal sosial dan lingkungan. Tujuannya agar generasi mendatang lebih mencintai lingkungan. Selain itu, mendaur ulang sampah juga mengasah kreativitas anak untuk menciptakan sesuatu.

Sementara itu, Kepala SDN Polisi 4 Yayah Komariah mengatakan di sekolahnya memang ada program mendaur ulang sampah. Selain itu, sejak kelas 1 seluruh murid serta warga sekolah lainnya juga harus ikut menyukseskan kampanye LISA (lihat sampah ambil). Artinya, sampah tidak boleh berserakan.

Selain sampah plastik dan koran yang didaur ulang menjadi berbagai macam kerajinan, sekolah juga meminta setiap murid membawa air bekas cucian beras untuk menyiram tanaman di sekolah.

“Jadi, selain menghemat air juga sekaligus memanfaatkan air sisa yang menurut orang tidak terpakai,” tuturnya.

Padahal, air bekas cucian beras mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tanaman. Diharapkan murid lebih menjaga lingkungan sehingga lingkungan di sekitarnya bisa lebih hijau dan bersih. (Deni)

image

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Bupati Bogor Ajak Jadikan Malasari Titik Awal Kebangkitan Bogor, PPLI Perkuat Komitmen Lestarikan Alam dan Warisan Sejarah

28 July 2026 - 14:02 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Wakaf Warga Sukadamai untuk Kepentingan Masyarakat

27 July 2026 - 09:46 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Trending on Headline