Siswa Sd Polpat Sukses Olah Sampah

image

Sampah biasanya menjadi hal tak penting dan praktis dibuang. Namun di tangan murid SDN Polisi 4 Kota Bogor, sampah malahan bisa dijadikan berbagai macam desain pakaian unik seperti yang diperagakan sejumlah siswa di Lapangan Sempur Kota Bogor dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Hari Pramuka, serta HUT RI, Kamis (20/8/2015).

Ada belasan anak yang mengenakan pakaian dari daur ulang sampah seperti sedotan bekas, gelas minum bekas, bungkus sabun, karung goni, dan sampah plastik lainnya. Mereka berparade dari SDN Polisi 4 Kota Bogor dengan berjalan kaki hingga ke Lapangan Sempur Kota Bogor.

Desain pakaiannya bermacam-macam mulai dari pakaian modern hingga pakaian ala zaman Romawi kuno.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor Fahrudin mengapresiasi olahan daur ulang sampah menjadi berbagai macam desain pakaian. Menurut dia, hal itu sesuai dengan prinsip pendidikan yang tidak hanya menyentuh aspek kognitif tetapi juga mengajarkan anak untuk mencintai lingkungan serta berkreasi.

“Anak-anak diajarkan untuk tidak memproduksi sampah, tetapi mengolah sampah. Itu hal yang baik. Sebab, sampah di kita itu sudah banyak sekali. Yang tak terangkut saja mencapai 30 persennya. Kalau anak-anak saja bisa mengolahnya, tentu sampah bisa berkurang,” tutur Fahrudin.

Menurut Fahrudin, selain kemampuan matematika atau ilmu alam, anak-anak perlu diasah dalam hal sosial dan lingkungan. Tujuannya agar generasi mendatang lebih mencintai lingkungan. Selain itu, mendaur ulang sampah juga mengasah kreativitas anak untuk menciptakan sesuatu.

Sementara itu, Kepala SDN Polisi 4 Yayah Komariah mengatakan di sekolahnya memang ada program mendaur ulang sampah. Selain itu, sejak kelas 1 seluruh murid serta warga sekolah lainnya juga harus ikut menyukseskan kampanye LISA (lihat sampah ambil). Artinya, sampah tidak boleh berserakan.

Selain sampah plastik dan koran yang didaur ulang menjadi berbagai macam kerajinan, sekolah juga meminta setiap murid membawa air bekas cucian beras untuk menyiram tanaman di sekolah.

“Jadi, selain menghemat air juga sekaligus memanfaatkan air sisa yang menurut orang tidak terpakai,” tuturnya.

Padahal, air bekas cucian beras mengandung banyak nutrisi yang baik untuk tanaman. Diharapkan murid lebih menjaga lingkungan sehingga lingkungan di sekitarnya bisa lebih hijau dan bersih. (Deni)

image

print

You may also like...