Menu ✖

Dark Mode
Pidato di PBB, Netanyahu Bawa Starlink Sambil Sindir Iran Mau Bikin Data Center di Luar Angkasa, Google Uji Chip AI di Orbit Komdigi Dorong Transfer AI – Cloud dalam Investasi Microsoft di RI ‘Nostradamus’ China Ramal Tragedi Serupa 9/11 Terjadi Lagi Bumi Makin Panas, 12 Triliun Ton Es Meleleh dalam 47 Tahun NASA Pamer ‘Hantu’ 5 Bintang Meledak dalam Satu Foto

Kabar Lifestyle

Gara-gara Skandal Soal Ujian Bocor, Telegram Diblokir Sementara di India

badge-check


					Gara-gara Skandal Soal Ujian Bocor, Telegram Diblokir Sementara di 
India (Foto: Getty Images/stockcam)
Perbesar

Gara-gara Skandal Soal Ujian Bocor, Telegram Diblokir Sementara di India (Foto: Getty Images/stockcam)

Telegram ikut terseret dalam skandal kecurangan ujian masuk universitas di India. Akibatnya, India memblokir sementara Telegram hingga 22 Juni agar peserta tidak berbuat curang menjelang ujian ulang.

Pemblokiran ini diumumkan oleh Badan Ujian Nasional India yang menyelenggarakan Ujian Masuk Kualifikasi Nasional (Sarjana) (NEET [UG]), ujian masuk perguruan tinggi kedokteran yang diikuti jutaan siswa India setiap tahunnya.

Badan tersebut mengatakan pemblokiran ini bertujuan untuk mencegah orang-orang menjual soal ujian palsu dan menyebarkan misinformasi sebelum ujian ulang NEET pada 21 Juni.

Selain itu, badan tersebut juga mendesak Telegram untuk menonaktifkan fitur untuk mengedit pesan hingga 30 Juni. Mereka berargumen fitur itu dapat digunakan untuk memalsukan bukti kebocoran soal ujian setelah tes dilaksanakan.

“Kedua langkag tersebut telah diambil demi kepentingan ketertiban umum, sebagai tanggap terhadap penggunaan platform secara terorganisir oleg kelompok curang untuk menipu para kandidat yang mengikuti ujian ulang NEET (UG) 2026,” kata Badan Ujian Nasional India, seperti dikutip dari TechCrunch, Kamis (18/6/2026).

CEO Telegram Pavel Durov mengkritik kebijakan tersebut dalam postingannya di X. Ia mengatakan pembatasan itu akan menghukum lebih dari 150 juta pengguna Telegram di India, bukan mereka yang bertanggung jawab atas kebocoran materi ujian.

Ia juga mempertanyakan efektivitas pemblokiran tersebut, dengan alasan bahwa soal ujian yang bocor hanya akan berpindah ke aplikasi lain.

Dalam postingan terpisah di channel Telegram pribadinya, Durov mengatakan pihaknya sudah menghapus ratusan channel yang terkait dengan materi ujian yang bocor dan penipuan terkait di India dalam beberapa pekan terakhir.

Ia menambahkan Telegram telah membuat label ‘edited’ terlihat lebih menonjol untuk mencegah apa yang biasa disebut sebagai penipuan pemalsuan tanggal.

Ujian ulang dilakukan setelah NEET (UG) diguncang skandal kebocoran soal ujian bulan lalu, yang memicu penyelidikan federal dan pengawasan yang lebih ketat terhadap sistem ujian.

India merupakan pasar terbesar Telegram secara global. Menurut data Sensor Tower, Telegram memiliki 354 juta pengguna aktif bulanan di India dengan hampir 600 juta download sejak diluncurkan.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pidato di PBB, Netanyahu Bawa Starlink Sambil Sindir Iran

25 September 2026 - 15:27 WIB

Mau Bikin Data Center di Luar Angkasa, Google Uji Chip AI di Orbit

25 September 2026 - 15:20 WIB

Komdigi Dorong Transfer AI – Cloud dalam Investasi Microsoft di RI

25 September 2026 - 15:06 WIB

‘Nostradamus’ China Ramal Tragedi Serupa 9/11 Terjadi Lagi

25 September 2026 - 15:01 WIB

Bumi Makin Panas, 12 Triliun Ton Es Meleleh dalam 47 Tahun

25 September 2026 - 14:54 WIB

Trending on Kabar Lifestyle