Menu

Dark Mode
HPN 2026 Banten Siap Digelar, PWI Pusat dan Panitia HPN Konsolidasi Laba-laba Madagascar Bikin Takjub, Buat Jaring Super Kuat hingga 25 Meter Elon Musk Satukan SpaceX dan xAI, Jadi Perusahaan Rp 20.000 T Induk ChatGPT Mau Bikin Media Sosial Bebas Bot Tantangan Tersembunyi AI di Indonesia di Tengah Akselerasi Inovasi Heboh! File Epstein Sebut Bali & Nama Indonesia, Netizen Geger

Headline

Sastra Winara Dukung Program Perluas RTH di Kabupaten Bogor

badge-check


					Ketua DPRD Kab. Bogor Sastra Winara. (foto: ist) Perbesar

Ketua DPRD Kab. Bogor Sastra Winara. (foto: ist)

Kab. Bogor-Program Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang akan memperluas ruang terbuka hijau (RTH) di setiap kecamatan mulai tahun 2026, mendapat dukungan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Sastra Winara.  Hal tersebut disampaikan Sastra di Hutan Organik milik keluarga Hj. Rosita di Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, pada Rabu, (5/11/2025).

Menurut Sastra Winara, keberhasilan keluarga Hj. Rosita dalam mengubah lahan tandus menjadi hutan produktif menjadi contoh nyata sekaligus inspirasi bagi masyarakat dan pemerintah.

“Keberhasilan keluarga Hj. Rosita menjadi inspirasi bagi seluruh pihak untuk turut berperan aktif dalam gerakan penghijauan. Hari ini kita belajar dari satu keluarga yang menumbuhkan kehidupan di lahan tandus,” ujarnya.

Sastra Winara juga mengajak seluruh masyarakat Bogor untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Semoga semangat ini menular kepada kita semua, untuk menghijaukan Bogor, menjaga keseimbangan alam, dan memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, yang  mengapresiasi semangat dan keteladanan keluarga Hj. Rosita yang selama lebih dari dua dekade konsisten merawat hutan organik seluas 30 hektare tersebut.

“Kami sangat bangga dan terinspirasi. Satu keluarga saja bisa mengubah lahan tandus menjadi hutan hijau produktif. Ini bukti bahwa menjaga alam tidak selalu butuh modal besar, tetapi ketulusan, komitmen, dan kerja keras,” kata Rudy.

Hutan organik tersebut lanjutnya, kini memberikan manfaat ekologis yang luas, tidak hanya bagi masyarakat Kabupaten Bogor, tetapi juga bagi lingkungan secara global melalui pasokan oksigen dan fungsi konservasi alam.

Rudy menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor menargetkan setiap kecamatan memiliki hutan kota dengan luas menyesuaikan ketersediaan lahan di wilayah masing-masing. Program tersebut menjadi langkah strategis dalam menghadapi perubahan iklim dan potensi bencana alam

“Kebijakan ini bukan sekadar proyek fisik, tetapi bagian dari upaya memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana dan perubahan iklim,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rudy menyebut program penghijauan akan difokuskan pada kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) seperti Ciliwung, Cikeas, Cisadane, dan Cileungsi.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan sektor swasta dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Pemerintah harus mencontoh masyarakat yang telah lebih dulu bergerak melestarikan lingkungan. Selain untuk mitigasi bencana, program hutan kota juga diharapkan menjadi ruang edukatif dan sosial bagi masyarakat,” ujarnya. rls/Saefulloh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

HPN 2026 Banten Siap Digelar, PWI Pusat dan Panitia HPN Konsolidasi

3 February 2026 - 13:01 WIB

Kepala BNN RI Dukung Penguatan Koordinasi Nasional

2 February 2026 - 09:17 WIB

Buper Pramuka Kota Bogor Segera Difungsikan

1 February 2026 - 15:53 WIB

Pesan Ketua Kwarcab Kota Bogor di Rakerran Bogor Barat, Tentukan Arah Menuju Pramuka Maju dan Bermaslahat

31 January 2026 - 17:32 WIB

Awal Tahun Biskita Tetap Jalan, Pemkot Kaji Skema Multiyears

30 January 2026 - 19:23 WIB

Trending on Kabar Bogor