Menu ✖

Dark Mode
Perkuat Kolaborasi, TP PKK Kota Makassar Lakukan Studi Tiru ke Kota Bogor Zuckerberg Menyerah Setelah Kacamatanya Dihujat Habis-Habisan Sam Altman Desak Dewan Keamanan PBB Adopsi Standar AI Internasional Inggris Sebut Krisis Iklim Ancam Pertahanan Banyak Negara Mantan Bos Keamanan Google: AI Lebih Membahayakan untuk Anak daripada Medsos Agen AI OpenAI Retas Situs Kesehatan Pemerintah Australia: PM Albanese Geram

Kabar Politik

Sapa Warga, Dedie-Jenal Temui yang Sakit Hingga Janji Bantu Madrasah

badge-check


					Sapa Warga, Dedie-Jenal Temui yang Sakit Hingga Janji Bantu Madrasah Perbesar

Sapa warga jadi agenda rutin pasangan calon Wali Kota Bogor, Dedie Rachim dan wakilnya Jenal Mutaqin saat turun ke lapangan. Seoperti halnya yang dilakukan di wilayah Kelurahan Lawanggintung dan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Minggu (30/9/2024).

Dedie Jenal yang datang didampingi tim pemenangan disambut antusias warga mulai dari RW 06 sampai terakhir RW 04 yang berebut bersalaman. Dedie pun sesekali berbincang-bincang dan bertanya ke warga, hingga menyambangi sejumlah warga yang sedang sakit. Terlihat tidak ada sekat diantara mereka, antara calon pemimpin Kota Bogor bersama masyarakatnya.

Di titik terakhir RW 04 lokasi pembangunan madrasah Fathul Khoeriyah, Dedie duduk berdampingan dengan Jenal Mutaqin, bersama penanggung jawab madrasah, Ustad Yusuf Iskandar yang juga Ketua RW 04 serta tokoh masyarakat lainnya. 

Ustad Yusuf mengatakan, madrasah Fathul Khoeriyah ini sudah ada sejak tahun 1960 silam, namun sampai hari ini belum memiliki sertifikat tanah lantaran terkendala dengan pemerintah kota yang ingin tanah tersebut dikembalikan kepada pemerintah.

“Kami berharap siapapun pemimpin Kota Bogor ke depan, kami memiliki harapan mewakili seluruh warga RW 04 dan umumnya kaum muslimin di seluruh Kelurahan Batutulis, kita ingin madrasah ini dikembalikan kepada masyarakat,” kata Yusuf.

Madrasah ini sudah ada dari tahun 60, lanjut Yusuf, sudah jadi madrasah hanya sertifikat belum ada sampai sekarang. “Dari dulu kita mengusahakan untuk membuat sertifikat tetapi terkendala dari pemerintah kota pemerintah yang menginginkan ini dikembalikan ke pemerintah, kita tidak ingin seperti itu apalagi aspirasi warga inginnya ini tetap milik warga dan milik umat muslim secara umum,” tambahnya.

Ustad Yusuf dan warga berharap, dengan kehadiran Dedie Rachim dan Jenal Mutaqin dapat mendengar dan memperjuangkan aspirasi warga RW 04 terkait dengan madrasah tersebut. “Kami semua di sini mendoakan, semoga Pa Dedie dan Kang Jenal, bisa terpilih di Pilkada nanti, dan menjadi pemimpin Kota Bogor,” ucapnya.

Sementara itu, Dedie Rachim mengaku  baru mendapatkan informasi bahwa ada sebuah lahan yang selama ini dipakai sebagai madrasah dan diminta oleh teman-teman yang mengelola itu untuk bisa diperjelas hak alasnya.

“Saya pikir hal itu sangat normal yaa, ada keinginan dari masyarakat tentang bagaimana status lahan yang mereka pergunakan supaya masuk di aspek legalitas. Tentunya saya dengan Kang Jenal nanti akan meneliti lebih dalam kemudian meminta nanti dinas barangkali atau BPN terkait dengan status lahan itu,” jelasnya.

Kalau memang ternyata bisa dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan, sambung Dedie, tidak jadi masalah karena selama ini sudah banyak lahan-lahan atau aset-aset pemerintah yang dipakai untuk pendidikan.

“Jadi bukan sesuatu yang sulit yaa, tetapi memang terkait masalah hak alas ini harus secara teliti, kita koordinasikan dengan pihak-pihak yang terkait. Intinya hal ini menjadi perhatian kita juga, nanti ada proses-proses yang harus dilalui,” tegasnya.

Ditempat yang sama, Jenal Mutaqin menambahkan sarana pendidikan madrasah atau diniyah takmiliyah yang berada di tengah masyarakat itu sangat bermanfaat sekali.

“Tentu PR-nya adalah hari ini kita tinggal mengkroscek status lahan ini di kelurahan baik itu melalui letter c hingga riwayat tanah di BPN, kalau memang ini adalah aset negara, bisa saja kita pakai sebab ada lembaga-lembaga yang memang bergerak di bidang pendidikan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Jenal menyebut bahwa aspirasi yang sama ini tidak hanya terjadi di wilayah Batutulis dan beberapa hari ke belakang saat dirinya terjun ke masyarakat pun menemukan keluhan yang sama.

“Mereka mengharapkan di setiap perkampungan itu ada sarana-sarana gedung masyarakat yang bisa dimanfaatkan multifungsi bahkan ketika memang kader posyandu tidak memiliki gedung, kemudian juga kantor RW tidak memiliki gedung dan hingga pemanfaatan yang terintegrasi misalkan contoh bisa dipakai untuk hajatan warga maupun madrasah bagi anak-anak,” ujarnya.

“Tetapi kembali kepada regulasi political will, database yang harus kita rapihkan ke depannya. Insyaallah kalau kami (Dedie-Jenal) terpilih, kita akan coba maksimalkan hal-hal seperti itu,” pungkasnya. pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Ketua DPRD Kota Bogor Motivasi Mahasiswa Baru UIKA: Manfaatkan Kesempatan untuk Menuntut Ilmu

16 September 2026 - 12:13 WIB

DPRD dan Kajari Kota Bogor Sepakat Perkuat Kolaborasi

15 September 2026 - 09:07 WIB

H. Karnain Asyhar Dorong Tabligh Akbar Jadi Wadah Penguatan Mental Keluarga dan Rujukan Umat

13 September 2026 - 19:15 WIB

​Sinyal Bahaya di Bogor: Anak Usia 6 Tahun Mulai Terlibat Kasus Kekerasan, DPRD Desak RAD 2027

10 September 2026 - 19:47 WIB

DPRD Kota Bogor Bentuk 3 Pansus pada Masa Sidang Ketiga 2026

1 September 2026 - 09:20 WIB

Trending on Kabar Politik