Menu ✖

Dark Mode
Pidato di PBB, Netanyahu Bawa Starlink Sambil Sindir Iran Mau Bikin Data Center di Luar Angkasa, Google Uji Chip AI di Orbit Komdigi Dorong Transfer AI – Cloud dalam Investasi Microsoft di RI ‘Nostradamus’ China Ramal Tragedi Serupa 9/11 Terjadi Lagi Bumi Makin Panas, 12 Triliun Ton Es Meleleh dalam 47 Tahun NASA Pamer ‘Hantu’ 5 Bintang Meledak dalam Satu Foto

Kabar Pendidikan

Rusia buka peluang pendidikan tinggi bagi Indonesia

badge-check

Pontianak – Pemerintah Rusia, melalui lembaga Studi Rusia membuka peluang pendidikan tinggi terjangkau dan berkualitas dunia bagi masyarakat Indonesia, tak terkecuali untuk masyarakat Kalimantan Barat.

“Tujuan kami ke Kalimantan Barat, untuk memperkenalkan pendidikan tinggi yang ada di Rusia. Saya sendiri sejak 23 tahun lalu sudah membuka perwakilan di Malaysia dan sudah banyak mahasiswa Malaysia yang belajar ke Rusia,” kata Honorary Consul dari Konsulat Rusia untuk Asia, Teoh Seng Lee, saat melakukan kunjungan di Rumah Dinas Wagub Kalbar, di Pontianak, Kamis.

Dia menjelaskan, sejak dua tahun terakhir dirinya mulai menjajaki Indonesia dan berharap Indonesia akan memanfaatkan berbagai keuntungan dari pendidikan tinggi yang ada di Rusia. Terlebih, pemerintah Rusia juga memberikan banyak subsidi dan beasiswa pendidikan tinggi bagi masyarakat Indonesia. 

Bahkan, katanya, subsidi yang diberikan itu tidak mendiskriminasi apakah mahasiswa itu orang Rusia ataukah dari negara lain. Semua orang membayar dengan harga yang sama, tidak seperti pendidikan tinggi yang ada di Amerika, Australia, ataupun di Inggris.

“Anda tahu bahwa mahasiswa asli Australia membayar biaya pendidikan lebih rendah, akan tetapi mahasiswa asing membayar 10 kali lebih besar.

Tapi untuk di Rusia tidak seperti itu, baik mahasiswa asli maupun asing dibebankan dengan pembayaran yang sama,” katanya. 

Dia menjelaskan, di Rusia ada sekitar 1.400 universitas dan sebagian besar menyediakan fasilitas asrama bagi mahasiswa dan disubsidi. Untuk harganya, setara dengan Rp700 ribu per tahun untuk tinggal di hostel/asrama. 

“Saya percaya bahwa ini kesempatan yang baik ketika kamu berpikiran untuk mengirimkan satu mahasiswa ke Australia maupun Amerika, itu setara dengan tujuh mahasiswa yang bisa anda kirim ke Rusia. Jadi, Anda harus mempertimbangkan apakah akan mengirim 50 mahasiswa atau 300 mahasiswa untuk mendapatkan pendidikan di luar negeri,” tuturnya.

Teoh Seng Lee menambahkan, sejak dua tahun lalu, dia mulai berkeliling di seluruh Indonesia, seperti dua bulan lalu dia berkunjung ke Papua. Saat ini dia berada di Pontianak dan mungkin bulan depan akan berkunjung ke provinsi lain. 

Dia mendengar banyak hal tentang Pontianak dan pihaknya akan menyambut baik mahasiswa asal Pontianak untuk belajar di Rusia nantinya. Tapi, yang terpenting, pihaknya menawarkan jurusan maupun fakultas apa yang relevan dengan industri yang sedang berkembang di Pontianak atau Kalimantan. 

:> Antara

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Wujudkan Generasi Sehat Kota Bogor, Pemkot Bogor Gelar Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis di Sekolah

26 August 2026 - 13:44 WIB

Cetak Talenta Vokasi Unggul, United Tractors Gelar Lomba Kompetensi Siswa

8 July 2026 - 20:55 WIB

941 Pramuka Garuda Kota Bogor Resmi Dikukuhkan

5 July 2026 - 21:54 WIB

Bahas Agenda Kerja dan Pilih Ketua, Kwaran Tansa Gelar Musran

24 June 2026 - 17:41 WIB

276 Anggota Pramuka Kwarran Bogor Barat Raih Predikat Pramuka Garuda

14 June 2026 - 20:15 WIB

Trending on Kabar Pendidikan