Rupiah Anjlok, Mobkas Makin Dilirik

image

Nilai mata uang rupiah yang terus melemah, membuat masyarakat  mempertimbangkan kembali untuk membeli mobil bekas (mobkas) ketimbang membeli mobil baru.

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika yang masih bertahan sampai saat ini di level Rp 14 ribu, telah mengakibatkan Agen Tunggal Pemegang Merk (ATPM) mengambil ancang-ancang untuk menaikkan harga jual mobil barunya.

Itulah sebabnya tak sedikit masyarakat yang ingin membeli mobil baru menahan keinginannya untuk memiliki mobil idaman, dan bahkan banyak dari mereka yang beralih mengincar mobkas.

Basalimi contohnya. Warga Ciomas ini memliki argumen sendiri dan pertimbangan lain saat memutuskan akan membeli mobkas. Selain budget yang terbatas, ragam pilihan mobilnya pun jauh lebih banyak.

“Tadinya sih memang saya berniat beli mobil baru, tapi harganya mulai naik. Sekitar tiga minggu yang lalu uang mukanya masih Rp 30 jutaan, begitu saya mau deal-kan minggu kemarin sudah naik lagi sekitar 15 persen. Otomatis biaya cicilan per bulannya juga jadi ikut naik. Ya sudah saya cari mobkas,” paparnya, di salah satu ruang pamer (showroom) mobkas di kawasan Tajur.

Hal senada juga dikatakan Irma, ibu muda warga Bantar Jati, Bogor Utara. Diantar seorang kerabatnya, ia tengah melihat-lihat mobkas jenis sedan yang akan dipinangnya. Dengan budget dibawah Rp 80 juta, ia sudah tertarik dengan beberapa merk kenamaan seperti produk milik Toyota dan Suzuki.

“Saya sih pengennya kalau nggak (Toyota) Vios, ya (Suzuki) Baleno. Kan tahunnya juga sudah diatas tahun 2000, model-modelnya juga masih oke nggak ketinggalan jaman,” begitu alasan Irma. (D.raditya)

print

You may also like...