Menu

Dark Mode
Pasar Jambu Dua, Jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor Sumber Duit Manusia Rp 3.370 Triliun Dobel Tahun Depan Pengadilan Jerman Putuskan Meta Tanggung Jawab Atas Iklan Palsu di FB & IG Ada ‘Telor Ceplok’ di Kawah Gunung Anak Krakatau, Apa Artinya? Google Akui Gemini Melakukan Peretasan Sistem 3 Perusahaan Manusia Rp 3.369 Triliun Ternyata Pakai Smartphone Ini

Headline

Ratusan Ayam Tertawa di IPB

badge-check


					Ratusan Ayam Tertawa di IPB Perbesar

image

Ratusan ayam ketawa mengikuti kontes ayam ketawa nasional di Kampus IPB Dramaga, Sabtu (5/9/2015). Kontes ayam ketawa ini merupakan salah satu rangkaian dari Dies Natalis ke 52 IPB. Selain kontes ayam ketawa, juga digelar kontes ayam pelung, serta lomba hewan peliharaan lainnya yang dirangkum dalam kegiatan Animal Day.

image

Ketua Panitia Kontes Ayam Ketawa, Aldiki Pratama mengatakan acara ini digelar sekaligus untuk melestarikan ayam asli Indonesia. “Dulu ayam ketawa tidak begitu dikenal. Padahal, ayam ini asli Indonesia. Di daerah lain tidak ada ayam ketawa,” kata Aldiki.

Ayam asli Sidrap Sulawesi Tengah ini baru dikenal ketika mulai dikonteskan. Saat itulah pemerintah pun mulai membuat payung hukum untuk perlindungan ayam asli Indonesia itu. “Ayam ini menjadi ciri khas kita karena keunikan suaranya. Makanya, kami ikut gelar kontes ini agar semakin banyak orang yang peduli dan cinta pada ayam asli Indonesia ini,” kata Aldiki.

Kontes yang sudah digelar 4 kali sejak tahun 2014 ini semakin banyak penggemarnya. Terbukti, jumlah peserta dan anggota komunitas semakin meningkat setiap tahunnya. Saat ini, ada 60 orang yang mengikuti lomba. Setiap peserta mengikutkan sedikitnya 2-3 ayam ketawa andalannya.

Salah seorang peserta asal Kebumen, Suprat mengatakan memelihara ayam ketawa memiliki tantangan tersendiri karena harus telaten. “Kalau lupa kasih makan atau lupa ngurusnya suka stres ayamnya,” ujar Suprat.

Sementara, peserta asal Cirebon, Sugiyono mengatakan hal yang perlu diperhatikan yakni rutin memberikan vitamin agar ayam tidak cepat sakit. Setidaknya, butuh waktu berbulan-bulan untuk mengajari ayam ketawa supaya bisa mengeluarkan suara uniknya.

“Kalau sudah jadi juara, harga ayam bisa langsung naik. Yang biasa paling di atas Rp 5 juta. Tapi kalau juara terus bisa sampai ratusan juta dan jadi incaran banyak orang, terutama anakannya nanti,” ujar Sugiyono. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026 - 20:36 WIB

Petugas Gabungan di Bogor Terus Berjibaku Padamkan 8 Lahan Sampah Terbakar

14 September 2026 - 19:36 WIB

67 Tahun Pelopor, Momentum Evaluasi dan Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat

14 September 2026 - 19:32 WIB

Pemkot Bogor dan Danone Indonesia Kolaborasi Kembangkan UMKM agar Naik Kelas

14 September 2026 - 19:28 WIB

Denny Mulyadi Dorong Peningkatan Pelayanan Publik dalam Penilaian Ombudsman 2026

14 September 2026 - 19:25 WIB

Trending on Kabar Bogor