Menu ✖

Dark Mode
Bupati Keluarkan SE, ASN Gunungkidul Kini Wajib Belanja di Pasar Tradisional Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara Viral Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Ahli Ungkap Asal-usul Api Biru AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan Nabi Krisis 2008 Ungkap Kebohongan Terbesar Nvidia, Warning Investor Dunia dalam Bahaya, Manusia Rp 3.500 T Muncul Jadi Juru Selamat

Headline

Rapid Test Massal Corona di Jabar, Paling Lambat Rabu

badge-check


					Rapid Test Massal Corona di Jabar, Paling Lambat Rabu Perbesar

Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil memastikan pihaknya siap menggelar rapid test Coronavirus atau Covid-19 secara massal dalam waktu dekat ini atau paling lambat Rabu (25/03) ini. Pasalnya, pemerintah pusat akan segera mengirimkan alat dengan metode pengambilan sampel darah tersebut.

Rencana ini dikatakannya saat kunjungan ke Rumah Dinas Wali Kota Bogor, dalam rangka pengecekan lapangan percepatan penanggulangan Covid-19 di Jawa Barat, Minggu (22/03/2020).

“Kami hari ini merapatkan rencana rapid tes massal dengan kriteria dilaksanakan sesuai situasi dan kondisi daerah masing-masing. Saat ini kami masih menunggu, hari ini belum ada, besok kami tunggu, kalau besok sudah ada, maka hari selasa bisa dilaksanakan. Mudah-mudahan paling telat hari rabu,” katanya.

Dia mengatakan, jika di Jakarta dilakukan secara Door to Door karena jaraknya kecil dan lebih mudah terjangkau. Namun di Jawa Barat wilayahnya sangat heterogen dan luas sehingga salah satu pilihannya mencari lahan untuk melakukan tes massal.

“Nanti mereka datang sesuai jadwal, tidak turun dari kendaraannya, tidak ada sentuhan fisik. Dengan rapid test 10 menit akan ketahuan hasilnya, kalau negatif pulang, kalau positif di treatment tahap selanjutnya,” jelas Kang Emil sapaan akrabnya.

Tahap pertama rapid test akan dilakukan terhadap ODP (Orang Dalam Pemantauan), kemudian radius yang positif, petugas kesehatan dan petugas yang profesinya banyak berinteraksi dengan masyarakat.

“Nanti jika hasil rapid test itu makin banyak, maka penjangkauan tes massal akan diperluas. Tapi tes ini tidak bisa dilakukan ke semua orang karena ini ada metode ilmiahnya,” kata Gubernur.

Dia menyebutkan, data sementara Sabtu (21/03) malam ada 55 orang positif Covid-19. Dari data tersebut 41 orang ada di wilayah Bekasi, Depok, Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.

“Sisanya ada di luar BODEBEK, sedangkan epicentrumnya ada di Jakarta. Oleh karena itu warga di daerah BODEBEK saya harap lebih waspada, mengurangi pergerakan yang tidak perlu atau social distancing,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyatakan, sesuai instruksi Gubernur kepada Bupati Bogor, Wali Kota Depok dan Wakil Wali Kota Bogor untuk menyiapkan rencana pelaksanaan rapid test dan menyerahkan keputusan tentang tempat serta waktu, termasuk prioritas individu yang diambil specimennya.

“Saat ini Gubernur masih menunggu jumlah alat yang akan dialokasikan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di bawah BNPB,” kata dia.

Selain itu kata Dedie, Kang Emil meminta kepala daerah yang berbatasan langsung dengan DKI Jakarta atau penyangga Ibu Kota untuk menyesuaikan langkah kebijakan dengan DKI Jakarta, karena sifat dan jaraknya sangat bergantung satu dengan yang lain.

Gubernur juga berharap pemberlakuan bekerja dari rumah atau Work from House segera diterapkan dan terus berupaya semaksimal mungkin untuk meminimalisir pergerakan masyarakat dan hanya memberikan pengecualian kepada jenis usaha bahan pokok, bahan makanan, obat-obatan dan kesehatan saja.

“Langkah-langkah lainnya adalah dengan memprioritaskan upaya menambah daya tampung ruang isolasi kompresi negatif di RSUD dan membeli peralatan yang dibutuhkan,” kata Dedie.

Pada kesempatan tersebut, Kang Emil juga menyempatkan memantau kondisi Wali Kota Bogor, Bima Arya yang dinyatakan positif Covid-19 di ruang Sempur isolasi RSUD Kota Bogor.

Gubernur memberikan dorongan semangat dan koordinasi terkait rencana rapid test massal.*

(Prokompim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara

2 October 2026 - 18:51 WIB

China dan Amerika Ternyata Sama Saja, Peneliti Ungkap Fakta Mengerikan

2 October 2026 - 18:09 WIB

Hari Kedua, Asap Masih Mengepul di Trans Home Sleman

2 October 2026 - 12:14 WIB

Akses Sempit Jadi Kendala Damkar Padamkan Trans Home Sleman Sleman

1 October 2026 - 21:16 WIB

Trans Home Sleman Terbakar, Dua Orang Meninggal

1 October 2026 - 19:10 WIB

Trending on Headline