Menu ✖

Dark Mode
Kericuhan di Titik Nol Kilometer Yogya, Ini Kata Kapolda Sumpah Pemuda, Polresta Bogor Kota dan Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Gelar Apel Solidaritas Kemanusian Pemkot Datangi Pedagang Es Jeruk Malioboro yang Nuthuk, Sekda DIY : Yang Wajar – Wajar Aja! Ini Pesan Sri Sultan Hamengkubuwono X Saat Bertemu Pangdam XXVI Mataram Prof Uceng Ikut Aksi Sumpah Pemuda Titik Nol Yogyakarta Cerita Keluarga Wisatawan Asal Tulungagung Terjebak di Tengah Kericuhan di Malioboro 

Kabar Bogor

Puluhan Pelajar Ikuti Kaulinan Urang Lembur

badge-check


					Puluhan Pelajar Ikuti Kaulinan Urang Lembur Perbesar

Sebanyak 15 perwakilan SMP se-Kota Bogor mengikuti Festival Kaulinan Urang Lembur tingkat SMP. Festival digelar Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kota Bogor di Lapangan Heulang Tanah Sareal Kota Bogor, Senin (19/12/2016).

Kegiatan yang diselenggarakan untuk ke-4 kalinya ini secara resmi dibuka Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Masyarakat Setdakot Bogor Erna Hernawati.

Erna mengatakan, di era globalisasi seperti sekarang ini banyak anak-anak dan pelajar sudah terbawa arus perkembangan zaman yang serba teknologi. Sehingga, budaya yang menjadi peninggalan nenek moyang dulu, kini mulai luntur dan ditinggalkan oleh sebagian anak di Indonesia, khususnya di Kota Bogor.

Maka itu, lanjut Erna, Pemerintah Kota Bogor melalui Disbudparekraf berupaya menghidupkan kembali jenis permainan atau kaulinan urang lembur kepada para pelajar yang ada di Kota Bogor. Tujuannya, agar mereka selalu ingat terhadap permainan yang dulu selalu dimainkan oleh orangtuanya semasa masih kecil.

“Permainan tradisonal, seperti Egrang, Kelom Batok, Bedil Jepret dan lain-lain, mengingatkan saya waktu kecil. Karena, permainan tersebut selalu dilakukan bersama teman-teman di kampung halaman. Tak hanya itu, permainan ini pun mengajarkan kita untuk menumbuhkan rasa gotong royong dan meningkatkan kebersamaan,” katanya.

Erna berharap, melalui kegiatan ini anak-anak tidak hanya mengenal kaulinan urang lembur tetapi bisa memainkan dan melestarikannya sehingga semakin dikenal luas oleh masyarakat terutama anak-anak generasi muda. Demikian pula pada pelaksanaannya mudah-mudahan kualitas semakin meningkat dan jumlah pesertanya terus bertambah.
Sementara itu Kadisparbud Kota Bogor Sahlan Rasjidi mengaku kegiatan ini akan terus dilakukan dalam upaya mengenalkan kembali permainan tradisional yang sekarang ini tergerus oleh permainan modern seperti game dalam gagdet.
“Saatnya kembali ke permainan tradisi yang mencirikan kedaerahan.Saat ini banyak anak-anak yang tak mengenal permainan tradisional,” katanya.
Pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Sumpah Pemuda, Polresta Bogor Kota dan Aliansi Mahasiswa Cipayung Plus Gelar Apel Solidaritas Kemanusian

29 October 2026 - 07:38 WIB

Ini Pesan Sri Sultan Hamengkubuwono X Saat Bertemu Pangdam XXVI Mataram

28 October 2026 - 23:27 WIB

Jadi Venue Porprov, Kelurahan Cilendek Timur Berbenah

28 October 2026 - 16:55 WIB

Sumpah Pemuda ke-98, Fajar Muhammad Nur Dorong Solusi 4 Persoalan Pemuda

28 October 2026 - 13:15 WIB

Bocah Ajaib Kuliah Umur 9 Tahun, Calon Doktor Fisika di Usia 18 Tahun

28 October 2026 - 12:35 WIB

Trending on Kabar Bogor