Pramuka Jabar Kunjungi Bogor

Proses penilaian kwarcab tergiat tingkat Jawa Barat dimulai. Sebagai salah satu yang dinilai, Kwarcab Kota Bogor, Sabtu (21/3) menerima kunjungan tim penilai dari Kwarda Jabar di Sekretariat Pramuka di jalan Papadayan. Tim penilai Kwarcab dari Kwarda Jawa Barat dipimpin Sekretaris Panitia Tim Penilai Agus Ridlotulloh. Hadir pada kesempatan ini, Ketua Kwarcab Kota Bogor, Ade Syarip Hidayat bersama jajaran pengurus kwarcab.

Agus menyampaikan bahwa pihaknya hari ini akan melakukan penilaian yang sudah memasuki etape ke tiga. “Kami memulai dari Kota Bogor, dilanjut ke Kabupaten Bogor dan malam hari Depok serta besoknya menuju  kota dan kabupaten Bekasi. Sebelumnya, kami melaksanakan etape pertama pada tanggal 7 dan 8 Maret mulai ke Kawarang, Purwakarta, Subang, dan Ciamis serta etape ke dua yang dimulai dari Banjar, Kota dan Kabupaten Tasik,” jelas Agus.

Pada kesempatan ini, Agus menyampaikan apreasinya atas kesiapan Kwarcab Kota Bogor dalam mengikuti penilaian. “Tidak semua kwarcab memiliki kesiapan kesiapan untuk mengikuti. Dan kami menilai, kwarcab kota Bogor adalah kwarcab yang siap mengikuti penilaian,” kata Agus.

Menurut Agus, fokus penilaian Kwarcab tergiat adalah  pada bidang abdimas dan humas, adminisrtasi keuangan dan dana usaha, kemudian pendidikan dan pelatihan kepramukaan.

Sedangkan Ade menyampaikan penilaian kwarcab tergiat ini semakin mendorong kwarcab gerakan pramuka kota Bogor untuk bekerja dan berikhtiar agar pramuka mampu menjadi katalisator lahirnya generasi-generasi yang hebat di masa yang akan datang. “Saya komitmen gerakan pramuka kota Bogor mampu menjadi wadah bagi pencapaian tujuan pendidikan yaitu untuk menciptakan manusia sangat hebat, bertaqwa, memiliki pengetahuan ,sehat jasmani serta berjiwa demokrasi.”

Diuraikan Ade bahwa sejak 2010, ketika pertama kali dilantik, kwarcab kota Bogor langsung berlari. “Kami mengawalinya dengan melakukan pendataan dan inventarisir berbagai permasalahan di Kota Bogor, termasuk jumlah peserta pendidik  atau jumlah pendidik yang tidak seimbang,” urai Ade. Toh berbagai kendala tersebut, kata Ade, satu persatu berhasil diurai seiring perjalanan kepengurusan Kwarcab. AP

print

You may also like...