Menu

Dark Mode
Luncurkan Alapadu Wara Wiri, BKPSDM Jemput Bola ke ASN Pemkot Ajak Konsistensi Jaga Kebersihan Kota Bogor April Sudah Masuk Kemarau, Kenapa Masih Hujan Deras? Tentara Israel Akui Iron Dome Cs Gagal Bendung Rudal Iran Unik! Astronaut Artemis II Tidur di Luar Angkasa Mirip Kelelawar Satelit NASA Ungkap Tembok Hijau China Menjinakkan Gurun

Kabar Bogor

PPJ Pelajari Olah Sampah Rumah Tangga di Gunung Putri

badge-check


					PPJ Pelajari Olah Sampah Rumah Tangga di Gunung Putri Perbesar

Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) telah mempelajari pengelolaan sampah rumah tangga milik PT Fajar Sarana Niaga, di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, pada Selasa (8/11/2022).

Jajaran Perumda PPJ itu datang bersama Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Deni Wismanto. Mereka melihat jenis sampah dari bekas mie instan yang diolah menjadi blok bahan atau briket, pupuk kompos, hingga pakan ternak.

Manajer K3 Perumda PPJ, Dedi Suharto mengatakan, kunjungan itu dalam rangka melihat peluang dan kemungkinan untuk bekerja sama pengelolaan sampah di Kota Bogor. Adapun langkah langkah dan studinya nanti akan dilakukan oleh pihak DLH.

Meski demikian, Dedi mengaku masih akan melihat dan mempertimbangkan terkait teknis pengelolaanya, karena pasar belum memiliki lahan untuk mengelola sampah sendiri.

“Kita akan coba melihat peluang peluang kemungkinannya, bagaimana atas kondisi sampah yang ada, yang masih tercampur antara organik dan an-organiknya,” kata Dedi.

Untuk itu, Perumda PPJ mengaku akan terus mencari cara untuk mengurangi sampah dengan cara mengubahnya menjadi sesuatu yang berguna dan mempunya nilai.

Sementara itu, Dedie A Rachim mengaku terus menggalakkan bank sampah, TPS 3R, dan pengolahan sampah lainnya untuk merespons peningkatan volume sampah.

“Bayangkan dalam sehari Kota Bogor menghasilkan 800 ton sampah. Di tempat pengolahan ini mungkin hanya lima persennya, namun bisa menghasilkan nilai tambah,” sebut Dedie.

Kota Bogor, kata dia, saat ini masih mendistribusikan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga. Beban transportasi menuju kesana juga masih menjadi hal yang perlu diperhatikan.

“Namun bisa di pasar – pasar, makanya kita ajak juga Perumda Pasar Pakuan Jaya. Jadi kalau pasar – pasar di Kota Bogor bisa dimanfaatkan juga sampahnya menjadi sebuah produk, baik pupuk cair maupun pupuk organik, artinya bisa juga meningkatkan nilai tambah,” paparnya.

Penulis Pratama/rls

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Luncurkan Alapadu Wara Wiri, BKPSDM Jemput Bola ke ASN

7 April 2026 - 21:39 WIB

PDIP Kota Bogor Terima SK Pengurus

7 April 2026 - 08:58 WIB

Komdigi: Rating Gim IGRS di Steam Bukan Klasifikasi Resmi

6 April 2026 - 14:39 WIB

Gelar Diskusi Lintas Agama, PIKI Perkuat Sinergi Wujudkan Depok Kota Toleran

4 April 2026 - 22:07 WIB

Drone 360 Antigravity A1 Tawarkan Sensasi Terbang Tanpa Tuas

4 April 2026 - 19:27 WIB

Trending on Kabar Bogor