Polisi Kolaborasikan Matematika dengan Permainan

Minat anak-anak kepada matematika akan bertambah dengan adanya permainan matematika Kepolisian. Demikian dikatakan
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Sulistyo Pudjo di acara launching matematika kepolisian di Mall Botani Square, Rabu (19/15) siang.

“Konsep matematika ini konsep yang sangat bagus, suatu terobosan untuk mengkombinasikan antara permainan dengan matematika serta estetika. Jadi ada tiga aspek logika, estetika dan dialektika digabungkan, karena rata-rata orang mendengar dan melihat matematika mendadak jadi alergi. Bapak Ridwan Saputra mencari temuan dan menciptakan matematika kepolisian,” ungkapn Pudjo.

‬Sulistyo menambahkan, untuk itu anak-anak melihat matematika sebagai bentuk permainan, mereka tidak tertekan saat belajar matematika. Untuk kepolisian ini  program awal, sebagai pilot project Kota Bogor bisa menularkan permainan ini. “Bekerjasama dengan diknas dan semua kabupaten, hal itu akan dibantu oleh saya ditingkat provinsi Jawa Barat. Agar permainan ini bisa menjadi salah satu media permainan mengenalkan matematikan dan menjadikan matematika sebagai bagian hidup anak-anak,” tambahnya.

‬Lebih lanjut menurut Sulistyo, rencana awal akan diproduksi secara masal di wilayah Jawa Barat, karena yang mengedukasi dari permainan ini adalah satu mereka bisa bekerjasama dengan rekan-rekannya, mereka bisa mengetahui matematika tidak secara terpaksa dan mengenalkan kepolisian secara dini kepada anak-anak. “Kepolisian ada di kehidupan sehari-hari sehingga anak-anak sudah mengetahui aturan lalu lintas. Itu semua dijadikan angka dalam permainan yang diciptakan,” paparnya.

Sementara itu menurut Direktur Klinik Pendidikan Mipa (KPM), sekaligus pencipta permainan, Raden Ridwan Hasan Saputra, permainan ini semacam bentuk wilayah kepangkatan Kepolisian, dalam permainan ada gambar yang digabung dengan gambar tanda pangkat Kepolisian. “Anak-anak akan mengetahui kepangkatan di Kepolisian seperti Aiptu dan Barada. Ada juga rambu-rambu lalu lintas yang membiaskan mereka mengenalnya,” tuturnya.

‬Lebih lanjut Ridwan uniknya di sini ada peluang naik dan turun pangkat, sehingga membuat permainan ini menarik dan tidak membosankan. Unsur matematika di sini bilangan kuadrat tidak ada dalam ular tangga. Namun yang diperkenalkan tentang matematika disini adalah bangunan geometri, jajar genjang, segi empat dan semua ada disitu.

“Setelah diadakan simulasi itu kemarin mereka merasa senang, dan saya memilih anak-anak yang tidak suka matematika dan akhirnya mereka menyukai matematika ini. orang tua yang tidak suka matematika dengan permainan ini mereka lebih menyukai matematika,” tuntasnya

Dalam launching matematika kepolisian, dimeriahkan berbagai macam aksi dari Polisi Sahabat Anak (PSA) berbagai macam variasi baris berbaris ditampilkan bocah-bocah cilik dengan menggunakan seragam polisi cilik. Permainan matematika kepolisian diujicobakan kepada puluhan anak Se Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Bodetabek), harapannya dengan permainan ini anak-anak bisa paham rambu-rambu lalu lintas dari sejak dini. |Yuda |

print

You may also like...