Menu

Dark Mode
Hanif Faisol: Stasiun dan Terminal Harus Miliki Dokumen Persetujuan Lingkungan Mudik Tenang! BPJS Kesehatan Siagakan Layanan JKN Selama Libur Lebaran 2026 Banu Bagaskara: Kebijakan THR PPPK Paruh Waktu Tidak Adil Danantara Tunjuk Investor Tiongkok untuk Proyek PSEL Bogor Raya Yantie Rachim Serukan Masyarakat Perkuat Semangat Berbagi kepada Anak Yatim Program Kerja 2026 Ditetapkan, Pramuka Kota Bogor Makin Tancap Gas

Kabar Lifestyle

Perubahan Senjata Diplomasi China, Dulu Panda Kini Huawei dan Xiaomi

badge-check


					Presiden China Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung. (Foto: Yonhap via REUTERS) Perbesar

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung. (Foto: Yonhap via REUTERS)

Diplomasi China tampaknya sedang berevolusi — dari panda ke ponsel pintar. Dalam pertemuan bilateral antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung di sela-sela KTT APEC di Gyeongju, China membawa simbol baru kekuatan nasionalnya: dua unit ponsel Xiaomi.
Momen tukar hadiah itu mungkin tampak sederhana, namun di baliknya tersimpan pesan kuat tentang arah baru “soft power” China di era teknologi. Jika dulu Beijing mengandalkan panda sebagai duta persahabatan, kini mereka menaruh kepercayaan pada produk buatan sendiri — simbol kemajuan dan kemandirian inovasi.

“Xiaomi smartphone gift giving adalah langkah penting dalam diplomasi teknologi dan kebanggaan nasional,” ujar Su Lian Jye, analis utama di Omdia. Menurutnya, keputusan Xi memilih Xiaomi sebagai hadiah kenegaraan menunjukkan keyakinan baru China terhadap kekuatan industri lokalnya, sekaligus sinyal bahwa produk teknologi kini menjadi wajah diplomasi modern Beijing.

Dalam pertemuan itu, Xi bahkan sempat bercanda dengan Lee. Saat sang presiden Korea Selatan bertanya, “Apakah (ponsel ini) jalurnya aman?” — menyinggung isu keamanan siber — Xi menjawab ringan, “Anda bisa cek apakah ada backdoor.” Suasana santai itu menggambarkan bagaimana ponsel buatan China kini bukan lagi sekadar barang elektronik, melainkan alat percakapan politik yang sarat makna.

Langkah Xi memberi ponsel Xiaomi juga menegaskan pergeseran simbol kekuatan teknologi China. Sebelumnya, Presiden Venezuela Nicolás Maduro sempat menerima Huawei Mate X6 dari Xi dan menyebutnya “ponsel terbaik di dunia”. Kini giliran Xiaomi, perusahaan muda yang dulu dikenal sebagai pembuat ponsel “value for money”, diangkat sejajar dengan Huawei sebagai representasi kemajuan teknologi China.

Lebih dari 15 tahun setelah berdiri, Xiaomi berkembang pesat menjadi raksasa global yang kini menempati posisi ketiga dalam penjualan smartphone dunia, di bawah Samsung dan Apple. Dengan kerja sama strategis bersama Leica dan ekspansi ke pasar mobil listrik, Xiaomi menunjukkan bahwa industri teknologi China tak lagi hanya meniru — tapi menantang.

Sanyam Chaurasia, analis dari Canalys, menilai pemilihan Xiaomi sebagai hadiah kenegaraan menegaskan posisi perusahaan itu sebagai ikon baru kebanggaan nasional. “Ini menunjukkan bagaimana produk Xiaomi berevolusi menjadi premium dan inovatif, selaras dengan ambisi China untuk naik kelas di sektor konsumen global,” ujarnya, mengutip dari detikINET , Selasa (4/11/2025).

Langkah ini juga terjadi di tengah ketegangan geopolitik dan pembatasan teknologi dari Barat. Di saat Amerika Serikat menutup akses China terhadap chip AI tercanggih, Beijing justru menunjukkan kepercayaan diri lewat merek-merek lokalnya yang sukses di pasar global. Dalam konteks itu, hadiah Xiaomi bukan hanya simbol diplomasi — tapi juga pernyataan: China tidak lagi butuh validasi teknologi dari luar.

Tak butuh waktu lama bagi efek diplomasi ini terasa di pasar. Saham Xiaomi di bursa Hong Kong melonjak 3,52% ke HKD 44,72 pada Senin setelah berita pertemuan itu beredar luas. Investor tampaknya membaca pesan yang sama — bahwa Xiaomi kini bukan hanya perusahaan elektronik, melainkan bagian dari strategi besar China untuk memperkuat citra globalnya.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah

10 March 2026 - 22:37 WIB

Printer 3D Bambu Lab Resmi Masuk Indonesia

7 March 2026 - 21:26 WIB

Vidi Aldiano Meninggal, Netizen Berduka Cita

7 March 2026 - 21:20 WIB

Senjata AI Ini Jadi Kunci Serangan AS ke Iran, Bisa Hantam 1000 Target

7 March 2026 - 21:16 WIB

AS-Iran Ribut Soal Nuklir, Bill Gates Malah Bangun Reaktor

7 March 2026 - 21:13 WIB

Trending on Kabar Lifestyle