Peringati Hari Bangunan Indonesia, Indocement Gelar IGTC Virtual

Memperingati Hari Bangunan Indonesia (HBI) yang jatuh pada 11 November 2020, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk  (“Indocement”) produsen Semen Tiga Roda kembali dengan menyelenggarakan Indocement Goes to Campus (IGTC) secara elektronik.

Indocement menggelar rangkaian webinar yang dilaksanakan pada tanggal 4 November, 11 November, dan 7 Desember 2020. Pada pelaksanaan webinar IGTC pertama yaitu tanggal 4 November, Indocement bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Green Product Council Indonesia, dan PT Pionirbeton Industri menyelenggarakan webinar berjudul “Teknologi Konstruksi yang Durable, Sustainable, dan Ramah Lingkungan”.

Narahubung dari webinar ini adalah Pendiri dan Sekretaris Jenderal Green Product Council Indonesia, Naning S. Adiwoso; ahli beton dari PT Pionirbeton Industri, Arvind Suryavanshi; dan Quality Assurance and Research Division (QARD) Manager Indocement, Budi Hartono.

Tema ini diangkat karena diskursus mengenai kelestarian lingkungan hidup dan pemanasan global merupakan tanggung jawab semua pihak termasuk pelaku industri konstruksi. Diharapkan dengan webinar ini akan mampu mendorong industri konstruksi untuk semakin memperhatikan aspek lingkungan dalam praktik konstruksi, berpartisipasi aktif dalam mewujudkan konstruksi hijau, memberikan informasi mengenai praktik konstruksi yang ramah lingkungan serta informasi mengenai bahan baku konstruksi yang ramah lingkungan. Webinar kali ini diikuti oleh 961 peserta terdaftar.

Sekilas Mengenai Hari Bangunan Indonesia Hari Bangunan Indonesia (“HBI”) pertama kali dideklarasikan di Jakarta pada 11 November 2014 oleh berbagai komponen konstruksi di Indonesia, baik pengembang, kontraktor, arsitek, akademisi, konsultan dan para tokoh konstruksi bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPU-PR). HBI mengusung visi “Membentuk manusia pembangun yang berkualitas untuk mewujudkan bangunan dan infrastruktur berkualitas serta berkelanjutan bagi generasi masa depan yang sehat dan sejahtera”.

HBI bertujuan untuk mengajak seluruh pelaku usaha dunia konstruksi dan unsur masyarakat umum untuk menjaga komitmen terhadap standar bangunan berkualitas, memiliki durabilitas tinggi, ramah lingkungan, serta mencerminkan budaya Indonesia. Diharapkan HBI mampu mendorong pengembangan dan inovasi baru pada bidang desain, material, metode, dan teknologi yang dapat menghasilkan bangunan berkualitas.

Dalam rangka memperingati HBI, Indocement rutin melakukan berbagai kegiatan Indocement Goes to Campus dan Indocement Goes to Community, antara lain: Bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Pemukiman, KemenPUPR serta Yayasan Habitat Kemanusiaan pada 2015 mendeklarasikan “Gerakan Peduli Rumah Layak Untuk Rakyat” di Desa Tanjung Anom, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, melalui inisiatif pembangunan rumah dengan teknologi dan fabrikasi sederhana sehat (RISHA-Indocement/”RI”) yang merupakan kolaborasi bersama antara KemenPU-PR dan Indocement.

Teknologi ini cocok untuk membangun rumah instan sehat dan sederhana (RISHA) yang mudah dan cepat pembangunannya, berkualitas dan terjangkau.

Bekerjasama dengan Dompet Dhuafa pada 2018 memberikan bantuan kepada masyarakat yang menjadi korban gempa di Lombok melalui edukasi bangunan tahan gempa dan pembangunan satu unit bangunan Rumah Pracetak Indocement (RAPI) yang dimanfaatkan sebagai Puskesmas Pembantu di Kecamatan Sambelia, tepatnya di Jalan Raya Sambelia, Labuhan Pandan, Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.

Seminar dan roadshow ke berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk memperkenalkan dunia konstruksi kepada mahasiswa dengan mengusung berbagai tema terkini menyangkut bidang teknologi konstruksi. Beberapa kampus yang pernah dikunjungi adalah: Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang (2014); Unika Atmajaya, Yogyakarta dan Universitas Indonesia, Depok (2019).

Melakukan renovasi lapangan serbaguna di SMK Negeri 1 Gunung Putri. Renovasi yang dilakukan adalah betonisasi lapangan yang selama ini menggunakan paving block (2019). Melakukan bedah Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) rutin yang tersebar di desa-desa mitra kami di tiga lokasi Pabrik Indocement, Citeureup, Bogor, Palimanan, Cirebon dan Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Mengenai Indocement Indocement adalah salah satu produsen semen terbesar di Indonesia.

 Saat ini Indocement dan entitas anaknya bergerak dalam beberapa bidang usaha yang meliputi pabrikasi dan penjualan semen (sebagai usaha inti) dan beton siap-pakai, serta tambang agregat dan trass, dengan jumlah karyawan hampir 6.000 orang. Indocement mempunyai 13 pabrik dengan total kapasitas produksi tahunan sebesar 24,9 juta ton semen.

 Sepuluh pabrik berlokasi di Kompleks Pabrik Citeureup, Bogor, Jawa Barat; dua pabrik di Kompleks Pabrik Cirebon, Cirebon, Jawa Barat; dan satu pabrik di Kompleks Pabrik Tarjun, Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Rls

Editor aldhoherman

print

You may also like...

Leave a Reply