Menu

Dark Mode
Startup Ini Bikin Tempat Tinggal di Bawah Laut Ala Bikini Bottom Krisis Iklim Bisa Bikin Manusia Makin Kesepian Apple Uji Chip Memori China Buat Respons Krisis Pasokan Datangi Mapolresta, Kabag Hukum dan HAM Pemkot Bogor Adukan Dugaan Pencemaran Nama Baik Launching Layanan Fertilitas Embria, Pemkot Bogor Dorong Pengembangan Teknologi Kesehatan Nvidia Suntik Firmus, Pabrik AI 170.000 GPU di Batam Dikebut

Headline

Peneliti Temukan Gen di Covid-19

badge-check


					Peneliti Temukan Gen di Covid-19 Perbesar

Sebuah gen ditemukan peneliti di dalam SARS-CoV-2, virus corona penyebab Covid-19. Gen itu bernama ORF3d.

Gen ORF3d ini disebut para peneliti bisa memiliki dampak luar biasa dalam upaya kita menghentikan Covid-19.

Dilansir dari Science Alert dan Bioquick News; gen ORF3d merupakan contoh gen yang saling tumpang tindih (overlapping) atau bisa disebut juga “gen di dalam gen”.

Seperti gen yang saling tumpang tindih lainnya, ia tersembunyi di dalam kode genetis SARS-CoV-2, dan sulit dibaca oleh sistem pemindaian genomik yang diprogram untuk membaca gen per individu.

Menurut pakar bioinformatika Chase Nelson yang juga merupakan penulis utama studi, keberadaan gen yang saling tumpang tindih di dalam SARS-CoV-2 sebetulnya bukanlah hal yang mengejutkan.

Karena meski virus corona seperti SARS-CoV-2 hanya memiliki sekitar 15 gen, ia termasuk salah satu virus RNA terpanjang dalam sejarah.

“Oleh karena itu, mereka mungkin lebih rentan terkena ‘tipuan genomik’ dibanding virus-virus lainnya,” katanya.

Namun, pada saat ini kita sedang berperang menghadapi virus ini, dan mengetahui sebanyak mungkin mengenai SARS-CoV-2 bisa membantu para peneliti mencari cara untuk menghentikannya.

Nelson mengatakan bahwa melewatkan gen-gen yang tumpang tindih (di SARS-CoV-2) bisa meletakkan kita dalam bahaya melewatkan aspek penting dalam biologi virus.

Dikatakannya, gen yang tumpah tindih bisa jadi salah satu gudang senjata yang dikembangkan oleh virus corona untuk bereplikasi secara efisien, menggagalkan imunitas inang atau membuat mereka lebih mudah ditularkan.

“Mengetahui bahwa ada gen yang tumpang tindih dan bagaimana mereka berfungsi bisa membuka jalan baru untuk mengontrol virus corona, misalnya lewat obat antiviral,” imbuhnya lagi.

Sayangnya, masih banyak yang belum diketahui tentang ORF3d, seperti mengapa ia bersembunyi di dalam SARS-CoV-2 dan apa fungsinya.

Untuk saat ini, yang para peneliti temukan setelah memeriksa database genomik adalah bahwa gen ini ternyata sudah pernah diidentifikasikan sebelumnya, yakni pada satu varian virus corona yang ditemukan di trenggiling di Guangxi, China.

Selain itu, ORF3d juga pernah diidentifikasikan secara independen dan ditemukan mampu menimbulkan respons antibodi kuat pada pasien Covid-19.

Hal ini menunjukkan bahwa protein dari gen baru ini diproduksi ketika virus corona SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 menginfeksi manusia.

“Kami tidak tahu apa fungsinya atau apakah ia memiliki peran penting secara klinis. Tapi kami memprediksi bahwa gen ini kemungkinan tidak bisa dideteksi oleh respons sel T, kebalikan dari respons antibodi,” ungkap Nelson.

“Dan itu mungkin ada hubungannya dengan bagaimana gen ini bisa bangkit,” ujarnya.

Sumber: Kompas.com
Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION

15 July 2026 - 16:05 WIB

Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar

15 July 2026 - 12:27 WIB

Trending on Headline