Menu

Dark Mode
Strava Resmi Ajukan IPO Jadwal Swiss Stage M7 Mobile Legends Day 1: Onic dan Alter Ego Main Intel Pede iGPU Arc B390 Geser Dominasi AMD di Handheld Gaming PC Berputar Seperti Gasing, Asteroid Ini Bikin Astronom Kagum OmniX AI Infomedia Dorong Respons Pelanggan Lebih Cepat Lintas Channel China Labrak Starlink di PBB, Sebut Satelit Elon Musk Jadi Ancaman

Feature

Peneliti: 15 Aktivitas Baru Selama Sindemi Covid-19

badge-check


					Peneliti: 15 Aktivitas Baru Selama Sindemi Covid-19 Perbesar

Peneliti dari Universitas Indonesia (UI) mengungkapkan setidaknya ada 15 aktivitas baru yang dilakukan orang selama sindemi Covid-19.
Hal itu berdasarkan hasil selama 8 bulan yang sejak medio Maret hingga awal November ini.

Peneliti Devie Rahmawati menyebut, beberapa aktivitas baru tergolong menarik, di antaranya banyak orang menghabiskan banyak waktu bersama ikan cupang, kucing, dan rebahan.

“Kami menggunakan radar inventory, alat pemindai percakapan sosial di dunia digital. Setiap bulannya kami mengamati sekitar 140 juta tweet berbahasa Indonesia,” ungkap Devie kepada wartawan, Jumat (13/11/2020).

Selain itu, lanjut Devie, memasak dan mencoba menu baru menjadi salah satu aktivitas yang paling digandrungi selama pandemi melanda. Dan juga ada belanja barang online, menggambar, koleksi barang, melihat video orang lain, menonton film, dan bersepeda yang juga digemari masyarakat, berdasarkan percakapan yang terpantau.


Baca juga: Petanda Apa, Salju di Antartika Berubah Jadi Hijau


Lalu, minat terhadap fotografi dan menonton drama korea juga mencuat ke permukaan selama pandemi Covid-19.
Devie beranggapan, menyeruaknya aktivitas-aktivitas yang sebelumnya tak seberapa diminati ini merupakan dampak dari meningkatnya faktor stres.

Hal tersebut ia simpulkan berdasarkan beberapa wawancara mendalam yang ia lakukan terhadap sejumlah responden penelitian.
Menurutnya, fenomena ini juga dijumpai di Amerika Serikat, di mana aktivitas memasak, khususnya membuat roti menjadi hobi baru yang melejit di tengah wabah.

Kata dia, memasak menjadi aktvitas meditasi yang menyenangkan, karena seseorang akan belajar menahan waktu mengingat perlunya konsentrasi tinggi pada program mengolah masakan.

“Beda lagi dampak positif dengan hobi memelihara hewan, yang menurut Asosiasi Depresi dan Kecemasan (ADAA) Amerika Serikat, membuat seseorang akan merasa memiliki tujuan hidup, yang justru menjauhkan dirinya dari stres dan depresi, “ paparnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Transformasi Digital Desa Wisata Purwabakti

7 January 2026 - 18:55 WIB

Penyerahan Bantuan Tempat Sampah Kepada Desa/ Kelurahan

4 December 2025 - 20:53 WIB

Wajah Baru Jalan Kolam Lele di Perbatasan 2 Kecamatan

30 November 2025 - 19:08 WIB

Bentuk Raperda Baru, DPRD Kota Bogor Dukung Capaian RPJMD 2025-2030

27 November 2025 - 23:29 WIB

Kota Bogor Pionir Kota Bebas Sampah

20 November 2025 - 14:48 WIB

Trending on Feature