Pemkot Depok Siapkan 150 Tempat Pemberian Vaksin Covid-19

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok masih terus menggodok mekanisme pendistribusian vaksin Covid-19. Namun, 150 tempat tengah disiapkan untuk menjadi lokasi pemberian vaksin virus mematikan ini.

Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Depok, Dedi Supandi, mengungkapkan bahwa rencananya ada 150 tempat yang akan dijadikan lokasi pemberian vaksin, ini merupakan tindak lanjut dari simulasi pemberian vaksin Covid-19 yang berlangsung pada Kamis (22/10/2020) beberapa waktu lalu.

“Diperkirakan membutuhkan 150 tempat untuk pelaksanaan vaksinasi,” kata Dedi pada wartawan, Minggu (25/10/2020).

Dikutip dari Tribun Jakarta, Dedi menjelaskan 150 tempat ini terdiri dari sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas), Rumah Sakit, Gelanggang Olahraga (GOR), hingga balai RW.

“Ada Puskesmas, Rumah Sakit, GOR olahraga, kemudian Balai-Balai di RW,” rincinya.

Sekedar informasi, melansir data dari ccc-19.depok.go.id, saat ini jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 telah mencapai 6.700 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.214 orang dinyatakan berhasil sembuh, dan 186 lainnya meninggal dunia.

Simulasi Pemberian Vaksin Covid-19

Semen itu Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, telah rampung meninjau simulasi pemberian vaksin Covid-19 yang berlangsung siang ini di Puskesmas Kecamatan Tapos, Kota Depok.

Hasil dari simulasi ini, Ridwan Kamil atang Kang Emil sapaan akrabnya, mengatakan, satu orang yang divaksin akan menghabiskan waktu kurang lebih 45 menit.

“Kalau dari sejak dia datang dan lain-lain saya duga ada 10-15 menit. Ditambah waktu istirahat setelah divaksin 30 menit, jadi satu orang itu dari pintu masuk keluar lagi ke pintu itu mungkin 45 menit paling cepat,” kata Emil di lokasi, Kamis (22/10/2020).

Menurutnya, setiap selisih lima menit juga akan ada orang yang divaksin selanjutnya dan terus berlangsung seperti itu.

“Saya sedang hitung karena prosesnya kan bukan 45 menit satu orang, tapi kan setiap lima menit orang datang nanti,” imbuhnya.

“Jadi jatah pribadi mungkin 45 menit, tapi karena urutannya kita kasih jarak per lima menit atau tiga menit jumlahnya tentu banyak,” katanya.

Terkait daya tampung satu puskesmas terhadap jumlah warga yang akan divaksin per-harinya, Kang Emil mengaku jumlah tersebut masih dalam tahap penghitungan.

“Berapa per-harinya saya belum dapat kabar karena itu sedang dihitung. Tadi karena ada perbaikan-perbaikan yang tadi saya kasih masukan. Contohnya kalau bisa inputnya pakai online berarti kan kita harus sekarang pulang dari sini nyiapin aplikasinya supaya jangan manual pakai tangan kan pegal kasihan dan jumlahnya banyak,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kang Emil juga masih menghitung jumlah seluruh Puskesmas di Jawa Barat yang akan dijadikan lokasi pemberian vaksin.

“Jangan kalau Depok mah aman karena Puskesmas-nya luar biasa misalkan, tetapi kan kami (Jawa Barat) punya kampung punya desa dusun yang tentu tidak semegah ini puskesmasnya dan itu harus kami hitung,” bebernya.

Terakhir, orang nomor satu di Jawa Barat ini berujar jumlah angka-angka tersebut kemungkinan baru bisa disampaikan pada pekan depan.

“Kabar ini mungkin baru bisa kami berikan dalam satu Minggu ke-depan. Kenapa saya lakukan jauh-jauh hari maksudnya supaya kita bisa masuk menghitung statistiknya apakah si 60% itu warga Jawa Barat beres, apakah beres 30 hari, apakah tiga bulan, nah jawaban itulah yang akan saya cari supaya kami bisa mengambil keputusan,” tuturnya.

Sumber tribunjakarta

Editor: Adi Kurniawan

print

You may also like...