Menu

Dark Mode
Fakta-fakta dan Spesifikasi Lampung-1, Satelit AI Pertama Indonesia Daftar Inovasi BRIN Dipamerkan ke Prabowo: Genteng Hingga Nuklir Pertama di Dunia: Ilmuwan Ciptakan Virus Pakai AI Ahli Ungkap Penampakan Permukaan Matahari Terbaru, Begini Bentuknya Basmi 96 Ular Piton, Pemburu Ini Bawa Pulang Rp 179 Juta AI Permudah Hacker Cari Celah Keamanan, Begini Cara Melawannya

Headline

Pemerintah Tambah Kapasitas Listrik

badge-check


					Pemerintah Tambah Kapasitas Listrik Perbesar

listrikSelama tahun 2015-2019, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit dari 50,7 Giga Watt menjadi 86,6 GW serta peningkatan perbandingan proses kekuatan daya listrik (rasio elektrifikasi) dari 81,5% menjadi 96,6%. Pemerintahpun terus berupaya agar target tercapai.

Hal tersebut diindikasikan dengan banyaknya proyek yang dimulai oleh pemerintah untuk mendukung target tersebut. Hanya saja, banyak kalangan meragukan target ini akan tercapai mengingat kompleksnya permasalahan di sektor ketenagalistrikan.

Hal itu diungkapkan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain, Selasa (10/11/2015). Menurut dia, masalah pembebasan lahan hingga perizinan dinilai sebagai beberapa hal yang bisa menghambat target pemerintah tersebut.

“Berkaca dari berbagai tantangan yang dihadapi program percepatan tahap I dan tahap II, muncul keraguan dari berbagai kalangan masyarakat akan kemampuan pemerintah untuk mewujudkan target 35.000 MW dalam 5 tahun kedepan,” kata Iskandar.

Iskandar mengatakan berbagai permasalahan mulai dari perijinan, pembebasan lahan, kasus-kasus hukum, hingga aspek paska operasi pembangkit menjadi tantangan pemerintah, PLN beserta para aktor lainnya dalam mewujudkan target pemerintah.

Disebutkan Iskandar, saat ini pemerintahan Jokowi telah melakukan investasi di bidang ketenagalistrikkan pada awal Mei 2015 yang ditandai dengan peluncuran program 35.000 Mega Watt (MW) dengan nilai investasi di perkirakan lebih dari Rp 1.000 triliun. Terkait pembiayaan, kerja sama Perusahaan Listrik Negara (PLN) bersama sektor swasta melalui skema independent power producer (IPP) dan engineering procurement and construction (EPC) diharapkan dapat memenuhi target tersebut.

Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Dr. Maxensius Tri Sambodo menjelaskan bahwa pembangunan listrik pedesaan skala kecil baik di wilayah perbatasan, terpencil, ataupun pulau-pulau terluar juga menjadi bagian tidak terpisahkan dalam usaha meningkatkan rasio elektrifikasi. Pemerintah baik pusat dan daerah swasta dan lembaga atau pun organisasi masyarakat seharusnya turut terlibat dalam membangun listrik skala kecil.

“Namun demikian, sisi keberlanjutan pengelolaan masih menjadi masalah besar dan banyak pembangkit skala kecil yang belum berjalan sebagaimana yang diharapkan, “ tutur Max. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Tantan Sodorkan Program Creative Hub Hingga 1.000 UKW Gratis

3 August 2026 - 20:49 WIB

Parkir Badan Jalan, Dishub Kota Bogor Soroti Valet Parkir Aroem Resto dan Cafe Bogor

27 July 2026 - 09:36 WIB

Empat Isu Strategis Jadi Bahasan di Rakorkomwil III Apeksi

23 July 2026 - 22:01 WIB

Tingkatkan Keandalan Listrik Lewat Inovasi Digital, PLN UPT Cirebon Kembangkan Ekosistem TRION

15 July 2026 - 16:05 WIB

Lagi, BPJS Ketenagakerjaan Raih Gold Awar

15 July 2026 - 12:27 WIB

Trending on Headline