Menu

Dark Mode
Donald Trump Ubah Nama AI Jadi SI, Alasannya Tak Terduga Dunia Bersiap Hadapi Petaka Besar, PBB Pertemukan Amerika-China Bos Nvidia Blak-blakan, Yakin AI Tak Bisa Musnahkan Manusia Data Center AI Butuh Listrik Jumbo, Dunia Mulai Khawatir Telkomsel Latih Ribuan Guru Kuasai AI Lewat CSR Terpujilah GURU 2026 Wajah Baru BlackBerry Setelah Tak Lagi Jualan HP

Headline

Pemerintah Tambah Kapasitas Listrik

badge-check


					Pemerintah Tambah Kapasitas Listrik Perbesar

listrikSelama tahun 2015-2019, pemerintah menargetkan penambahan kapasitas pembangkit dari 50,7 Giga Watt menjadi 86,6 GW serta peningkatan perbandingan proses kekuatan daya listrik (rasio elektrifikasi) dari 81,5% menjadi 96,6%. Pemerintahpun terus berupaya agar target tercapai.

Hal tersebut diindikasikan dengan banyaknya proyek yang dimulai oleh pemerintah untuk mendukung target tersebut. Hanya saja, banyak kalangan meragukan target ini akan tercapai mengingat kompleksnya permasalahan di sektor ketenagalistrikan.

Hal itu diungkapkan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Prof. Dr. Iskandar Zulkarnain, Selasa (10/11/2015). Menurut dia, masalah pembebasan lahan hingga perizinan dinilai sebagai beberapa hal yang bisa menghambat target pemerintah tersebut.

“Berkaca dari berbagai tantangan yang dihadapi program percepatan tahap I dan tahap II, muncul keraguan dari berbagai kalangan masyarakat akan kemampuan pemerintah untuk mewujudkan target 35.000 MW dalam 5 tahun kedepan,” kata Iskandar.

Iskandar mengatakan berbagai permasalahan mulai dari perijinan, pembebasan lahan, kasus-kasus hukum, hingga aspek paska operasi pembangkit menjadi tantangan pemerintah, PLN beserta para aktor lainnya dalam mewujudkan target pemerintah.

Disebutkan Iskandar, saat ini pemerintahan Jokowi telah melakukan investasi di bidang ketenagalistrikkan pada awal Mei 2015 yang ditandai dengan peluncuran program 35.000 Mega Watt (MW) dengan nilai investasi di perkirakan lebih dari Rp 1.000 triliun. Terkait pembiayaan, kerja sama Perusahaan Listrik Negara (PLN) bersama sektor swasta melalui skema independent power producer (IPP) dan engineering procurement and construction (EPC) diharapkan dapat memenuhi target tersebut.

Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Dr. Maxensius Tri Sambodo menjelaskan bahwa pembangunan listrik pedesaan skala kecil baik di wilayah perbatasan, terpencil, ataupun pulau-pulau terluar juga menjadi bagian tidak terpisahkan dalam usaha meningkatkan rasio elektrifikasi. Pemerintah baik pusat dan daerah swasta dan lembaga atau pun organisasi masyarakat seharusnya turut terlibat dalam membangun listrik skala kecil.

“Namun demikian, sisi keberlanjutan pengelolaan masih menjadi masalah besar dan banyak pembangkit skala kecil yang belum berjalan sebagaimana yang diharapkan, “ tutur Max. (Deni)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Serentak Dilaunching 1 Oktober 2026

22 September 2026 - 21:47 WIB

BNN DAN AFP SEPAKAT PERKUAT KEMITRAAN LAWAN ANCAMAN NARKOTIKA LINTAS NEGARA

22 September 2026 - 21:34 WIB

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026 - 20:36 WIB

Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan Masker 

9 September 2026 - 18:42 WIB

Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan

8 September 2026 - 21:24 WIB

Trending on Headline