Pelajar Dukung Larangan SOTR

Sambutan positif mengenai larangan Sahur On The Road yang dikeluarkan Pemerintah Kota Bogor tidak hanya disampaikan oleh Kepala Sekolah dan jajaran guru-guru. Dukungan juga diberikan para pelajar seperti halnya Arum M, pelajar SMA di Kota Bogor.

Menurutnya, meskipun belum pernah mengikuti Sahur On The Road, tetapi berdasarkan pengamatan di tahun-tahun sebelumnya kegiatan ini justru banyak yang menyimpang. “Niatnya betul untuk berbagi dengan sesama, tetapi pada pelaksanaannya justru melakukan konvoi kendaraan dengan seenaknya sambil membunyikan klakson dan knalpot kendaraanya,” kata Arum.

Ditambahkan Arum, tak jarang antar kelompok SOTR yang kebetulan berpapasan di jalan terlibat tawuran hanya karena hal sepele. “Hal ini jelas membuat kita atau masyarakat yang ada di sekitarnya menjadi was-was dan takut,” ujarnya.

“Jadi menurut saya, adanya larangan SOTR dari Pemerintah Kota Bogor sangat positif. Masyarakat khususnya kaum muslimin dan muslimah yang akan melaksanakan sahur bisa tenang dan tidak terganggu oleh kegiatan yang sama sekali tidak ada manfaatnya,” pungkasnya. (Tria/Gus)

print

You may also like...