Menu

Dark Mode
Disidak Satpol PP, Pengelola Teras Nona Manis dan Tipzy Bears Beberkan Kronologi Legalitas Wakaf Alun-Alun Empang Teruji dan Sesuai Aturan Eropa Panas Menyengat, AC Unik China Jadi Penyelamat Kisah Tragis Bocah Dihinggapi Kelelawar Berujung Meninggal Dunia Meta Dituding Pakai Cara Kotor Ganggu Kompetitor untuk Kembangkan AI Fenomena Aphelion 2026, Buat Cuaca Lebih Dingin?

Kabar Lifestyle

Pejalan Kaki Temukan ‘Tumbal’ Emas Penolak Bala dari Abad Ke-6

badge-check


					Pejalan Kaki Temukan 'Tumbal' Emas Penolak Bala dari Abad Ke-6 (Foto: Smithsonian)
Perbesar

Pejalan Kaki Temukan 'Tumbal' Emas Penolak Bala dari Abad Ke-6 (Foto: Smithsonian)

Seorang pria yang jalan pagi di Norwegia secara tak terduga menemukan kejutan, yaitu sarung pedang milik prajurit elite yang sengaja dikubur 1.500 tahun lalu. Objek emas langka tersebut, dihiasi ukiran hewan berwujud ular, kemungkinan merupakan persembahan ke dewa.

“Saya melihat sebuah gundukan tanah di bawah pohon dan menusuknya dengan tongkat. Tiba-tiba saya lihat sesuatu yang berkilau. Saya tidak begitu mengerti apa yang telah saya temukan,” kata pejalan kaki tersebut.

Artefak emas dari abad keenam ini, yang panjangnya sekitar 6 sentimeter dan berat 33 gram, dulunya menghiasi sarung pedang seorang prajurit elite. Hanya 17 benda serupa ditemukan sejauh ini di Eropa Utara, sebagian besar dalam timbunan bersama benda lainnya.

“Peluang untuk menemukan sesuatu seperti ini sangatlah kecil,” kata Hakon Reiersen, arkeolog Museum Arkeologi University of Stavanger. Hiasan sarung pedang itu tampak aus, menunjukkan pemiliknya sering menggunakannya.

“Siapa pun yang memakai pedang berhiaskan benda ini kemungkinan besar adalah pemimpin di daerah ini pada paruh pertama abad ke-6 dan memiliki pasukan pengawal setia mendampinginya,” kata Reiersen.

Selama abad keenam, wilayah selatan Norwegia mengalami penurunan populasi signifikan akibat letusan gunung berapi, cuaca dingin berkepanjangan, dan pandemi pes. Salah satu pusat kekuasaan saat itu terletak di Hove, tempat kompleks pertanian besar dan banyak artefak emas ditemukan, yang menunjukkan orang di sana kalangan elite.

“Dengan mengorbankan benda-benda luar biasa seperti ini kepada para dewa, para pemimpin di Hove menegaskan status dan kekuasaan mereka,” kata Reiersen.

Ornamen sarung pedang yang ditemukan di timur laut Hove ini, menampilkan ciri pengrajin terampil. Meski dekorasinya tampak seperti serangkaian garis lengkung, bagian tengah menampilkan dua figur hewan dari samping saling berhadapan, yang bisa ditafsirkan sebagai kepala manusia bertubuh hewan.

Makhluk tersebut umum digunakan pada paruh pertama abad ke-6. “Ini pasti dulunya adalah pedang yang luar biasa,” kata Siv Kristoffersen, profesor emerita Museum Arkeologi University of Stavanger yang dikutip dari Detikom.

 

Ornamen sarung pedang ini adalah bagian dari kelompok benda langka yang ditemukan di Skandinavia, meliputi cincin spiral, liontin emas berbentuk cakram, dan ornamen senjata berbentuk harmonika seperti ini. Ahli meyakini artefak tersebut sengaja dikubur untuk persembahan ke dewa untuk memohon perlindungan dari bencana alam.

Mengingat kedekatan ornamen sarung pedang emas dengan Hove, lokasinya mungkin dulu pusat ritual yang dapat diakses pemimpin Hove. “Penemuan baru ini merupakan kepingan teka-teki lain yang menunjukkan terdapat pusat kekuasaan di sekitar Hove dari tahun 200 hingga 550 Masehi,” tulis Reiersen. Benda tersebut akan dipamerkan di Museum Arkeologi University of Stavanger.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Eropa Panas Menyengat, AC Unik China Jadi Penyelamat

7 July 2026 - 13:32 WIB

Kisah Tragis Bocah Dihinggapi Kelelawar Berujung Meninggal Dunia

7 July 2026 - 13:29 WIB

Meta Dituding Pakai Cara Kotor Ganggu Kompetitor untuk Kembangkan AI

7 July 2026 - 13:24 WIB

Fenomena Aphelion 2026, Buat Cuaca Lebih Dingin?

7 July 2026 - 13:21 WIB

Bagaimana Peluang RI ‘Terpanggang’ Gelombang Panas? Ini Kata Pakar

7 July 2026 - 13:17 WIB

Trending on Kabar Lifestyle