Menu ✖

Dark Mode
Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

Kabar Lifestyle

Pasien Hantavirus di RSHS Bandung Meninggal, Begini Kata Kemenkes

badge-check


					Ilustrasi. Seorang pasien dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat hantavirus. Begini penjelasan Kemenkes. (Foto: iStockphoto/Md Saiful Islam Khan) Perbesar

Ilustrasi. Seorang pasien dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat hantavirus. Begini penjelasan Kemenkes. (Foto: iStockphoto/Md Saiful Islam Khan)

Warganet ramai menyoroti kabar pasien meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung akibat hantavirus.

Perbincangan ini mencuat setelah Indonesia juga melaporkan kontak erat kasus hantavirus dari kapal pesiar MV Hondius yang kini dipantau RSPI Sulianti Saroso.

Tidak sedikit yang menduga kedua kasus tersebut saling berkaitan, terutama karena hantavirus yang ditemukan pada penumpang MV Hondius disebut merupakan jenis Andes virus yang dikenal dapat menular antarmanusia.

Namun, Kementerian Kesehatan memastikan kedua kasus tersebut berbeda dan tidak saling berhubungan.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan, Andi Saguni menegaskan pasien meninggal di Bandung merupakan kasus hantavirus tipe HFRS atau hemorrhagic fever with renal syndrome, bukan tipe HPS yang dikaitkan dengan Andes virus di MV Hondius.

“Kasus ini di tahun 2025, tipenya HFRS, bukan tipe HPS yang di MV Hondius,” kata Andi seperti dilansir dari detikcom, Rabu (20/5).

Artinya, kasus kematian di Bandung tidak berkaitan dengan Andes virus yang tengah ramai dibahas.

Andes virus merupakan jenis hantavirus yang dapat memicu kondisi hantavirus pulmonary syndrome (HPS). Virus ini banyak ditemukan di wilayah benua Amerika dan umumnya menyerang paru-paru serta sistem kardiovaskular.

Sementara itu, tipe HFRS lebih banyak ditemukan di kawasan Asia dan Eropa, termasuk Indonesia. Jenis ini biasanya menyebabkan demam berdarah disertai gangguan ginjal.

Kementerian Kesehatan mencatat Indonesia telah mendeteksi kasus hantavirus tipe HFRS sejak 1991.

Dari sisi tingkat fatalitas, HFRS memiliki angka kematian sekitar lima hingga 15 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan HPS yang pada beberapa kasus dapat mencapai hingga 60 persen.

Selain itu, sejauh ini hanya Andes virus yang diketahui dapat menular antarmanusia. Sebagian besar jenis hantavirus lainnya menular melalui paparan hewan pengerat seperti tikus, termasuk dari urine, air liur, atau kotorannya.

Narasi mengenai pasien meninggal akibat hantavirus di Bandung bermula dari pemaparan dalam agenda sosialisasi hantavirus yang disiarkan daring pada Senin (19/5).

Dalam pemaparan tersebut, dokter spesialis penyakit dalam RSHS Bandung, Elisabeth Hutajulu menjelaskan kondisi salah satu pasien hantavirus di Indonesia yang sempat dirawat selama tiga hari sebelum meninggal dunia.

Pasien yang disebut bekerja sebagai buruh bangunan itu awalnya mengalami demam selama sekitar sepekan. Kondisinya kemudian disertai nyeri pada perut bagian kanan serta urine berwarna pekat.

Tidak lama kemudian, tubuh dan mata pasien dilaporkan menguning, disusul keluhan nyeri otot dan sesak napas yang terus memburuk hingga membutuhkan tindakan intubasi.

“Sayangnya, saat diedukasi, keluarganya menolak dan pasien meninggal,” ujar Elisabeth.

Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat tidak panik, namun tetap waspada terhadap potensi penularan hantavirus dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan hewan pengerat.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam

5 November 2026 - 22:10 WIB

Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya

5 November 2026 - 22:07 WIB

Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam

5 November 2026 - 22:04 WIB

Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026

5 November 2026 - 22:02 WIB

Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar

5 November 2026 - 21:57 WIB

Trending on Kabar Lifestyle