Kota Bogor – Suasana berbeda terlihat di Pasar Gembrong, Kota Bogor, pada Selasa (19/5/2026). Tempat yang biasanya riuh dengan aktivitas jual-beli, mendadak penuh konsentrasi saat ratusan pecatur berkumpul untuk memperebutkan takhta juara dalam Turnamen Catur Beregu Piala Wali Kota Cup 2026.
Turnamen bergengsi ini berhasil menyedot perhatian masyarakat dengan total 250 peserta yang datang dari berbagai wilayah. Uniknya, pemilihan pasar tradisional sebagai lokasi pertandingan sengaja dilakukan untuk menyatukan atmosfer olahraga dengan denyut nadi perekonomian rakyat.

Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Jenal Abidin, memberikan apresiasi besar atas terselenggaranya acara ini di dalam area pasar. Menurutnya, turnamen ini membawa dampak positif ganda, baik bagi dunia olahraga maupun bagi para pedagang lokal.
“Kegiatan ini memiliki misi penting. Selain sebagai wadah untuk mencari bibit-bibit atlet catur baru yang potensial di Kota Bogor, acara ini sekaligus menjadi strategi kami untuk meramaikan dan mempromosikan Pasar Gembrong kepada masyarakat luas,” ujar Jenal Abidin di sela-of-acara.
Format beregu yang diusung membuat tensi pertandingan berjalan ketat sejak babak pertama. Setiap poin dari masing-masing papan sangat menentukan nasib tim untuk bisa membawa pulang Piala Wali Kota tahun ini.
Antusiasme warga dan pengunjung pasar pun tak kalah tinggi. Banyak dari mereka yang ikut berkerumun di sekitar area pertandingan—dengan tetap menjaga ketenangan—demi menyaksikan langsung adu strategi skewer (serangan tusuk) hingga checkmate (skakmat) dari para peserta.
Lewat suksesnya acara ini, Perumda PPJ bersama pihak penyelenggara berharap Pasar Gembrong tidak hanya dikenal sebagai pusat belanja, tetapi juga bisa menjadi ruang publik yang adaptif untuk berbagai kegiatan positif masyarakat ke depannya.
M Syahrul















