Menu ✖

Dark Mode
Toleransi Jadi Karakter Penting Warga Kota Bogor Bupati Keluarkan SE, ASN Gunungkidul Kini Wajib Belanja di Pasar Tradisional Soal Kebakaran, Manajemen Trans Home Akhirnya Buka Suara Viral Kemunculan Blue Fire di Papandayan, Ahli Ungkap Asal-usul Api Biru AI Makin Liar Tak Bisa Dikendalikan, OpenAI Kirim Surat Peringatan Nabi Krisis 2008 Ungkap Kebohongan Terbesar Nvidia, Warning Investor

Kabar Bogor

Pasar dan Supermarket Tutup, HOAX

badge-check


					Pasar dan Supermarket Tutup, HOAX Perbesar

Sebagian warga Kota Bogor sempat resah, setelah beredarnya isu supermarket dan pasar tradisional akan tutup karena merebaknya Covid-19 di Kota Bogor efektif per Senin (23/3/2020) hingga 2 April 2020.

Menanggapi hal tersebut, Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ) Kota Bogor langsung merespon dengan membuat video klarifikasi, dan mengajak masyarakat tetap berbelanja di pasar tradisional dengan tetap menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) serta sering mencuci tangan.

pasar-sukasari-malamPerumda PPJ juga menerjunkan karyawannya untuk mengontrol agar tidak ada penumpukan pembeli agar jarak antar penjual pembeli juga pembeli lainnya minimal satu meter. Dalam unggahan video PPJ, terlihat Kasubag Humas PPJ Riyadul Muslim memberikan penjelasan bahwa pasar-pasar tidak tutup.

“Pasar tetap buka normal. Perumda PPJ meminimalisir penyebaran Covid-19 di area pasar di bawah naungan PPJ bekerjasama dengan Perumda Tirta Pakuan, menyediakan tempat cuci tangan yang bersih. Dipasang  wastafel dan toren air disetiap pintu pasar,” kata Riyadul.

Hal tersebut ditegaskan juga Direktur Utama Perumda PPJ, Muzakkir, menurutnya kabr pasar tutup itu hoax. Untuk itu ia  meminta bantuan informasi kepada awak media, agar menyampaikan kepada masyarakat bahwa pasar tetap buka, karena info semua pasar ditutup itu hoax.

“Kami tetap buka karena bentuk pelayanan tapi beberapa hal kami batasi, misal tidak boleh penumpukan pembeli, jaga jarak penjual dengan pembeli minimal satu meter, masuk pasar wajib cuci tangan di wastafel atau hand sanitizer. Dan pedagang yang flu, kami kasih masker. Nah pembeli yang suhu di atas 37,5 derajat celcius tidak boleh masuk pasar,” ungkap Muzakkir kepada wartawan pada Senin (23/3/2020) siang.

Muzakkir menjelaskan, langkah tersebut dilakukan untuk pencegahan covid-19 di pasar dan kantor PPJ. Perumda PPJ sudah menyiapkan hand sanitizer setiap pintu pasar, menyemprot desinfektan dua kali sehari tiap pasar dan kantor, membagikan masker kepada pedagang yang kurang sehat, edukasi pencegahan covid-19 melalui spanduk dan banner setiap pasar.

“Selain itu, edukasi juga menggunakan pengeras suara langkah-langkah pencegahan covid19. Menyiapkan wastafel portable di pintu masuk pasar,” tuturnya.

Sementara itu Direktur Umum (Dirum) Perumda PPJ, Jenal Abidin menjelaskan, dalam rangka pencegahan Covid-19, pihaknya memberlakukan sistem shifting jam kerja pegawai di kantor pusat dan unit pasar. Selain pembatasan jam kerja, PPJ juga memeberikan suplemen juga APD berupa vitamin C, masker dan sarung tanga.

“Kami menghimbau kepada semua pegawai untuk tetap menjaga kesehatan, kurangi interaksi, dan jaga jarak. Masker, sarung tangan harus dipakai saat tugas. Kami batasi jam kerja masuk pukul 09.00 Wib dan pulang pukul 15.00 Wib. Kami juga berikan kelonggaran untuk satu hari masuk, sehari kami Work From Home (WFH),” pungkasnya.

rls

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Toleransi Jadi Karakter Penting Warga Kota Bogor

3 October 2026 - 15:43 WIB

China dan Amerika Ternyata Sama Saja, Peneliti Ungkap Fakta Mengerikan

2 October 2026 - 18:09 WIB

Milad ke-81 Gerakan Pemuda Islam, Dedie Rachim: Terus Berikan Kontribusi bagi Bangsa dan Negara

2 October 2026 - 15:38 WIB

Jalan Merdeka Ditata, Pemkot Bogor Tertibkan PKL dan Angkot

1 October 2026 - 15:47 WIB

Raperda Perubahan APBD 2026 Disepakati, Pemkot Bogor Fokus Perkuat Pelayanan Publik

30 September 2026 - 12:37 WIB

Trending on Kabar Bogor