Pangeran Qatar Kritik Penguasa yang Larang Warga Berhaji

Pemerintah Qatar sejak tahun lalu melarang rakyatnya datang ke Mekah untuk haji dan umroh.

Salah seorang anggota keluarga kerajaan Qatar, Sheikh Sultan bin Suhaim, mengkritik kebijakan negaranya yang melarang warga menjalankan haji ke Arab Saudi. Larangan ini muncul seiring ketegangan hubungan kedua negara akibat tudingan Saudi yang menyatakan Qatar terlibat dalam pendanaan terorisme.

” Ketika umat Islam di seluruh dunia datang ke Baitullah dan Kerajaan (Saudi) menerima dengan senang hati ratusan ribu jemaah haji, rezim Qatar justru mencegah warganya berziarah (ke Tanah Suci) selama dua tahun,” ujar Sheikh Sultan, dikutip dari Alarabiya, Selasa 24 Juli 2018.

Kementerian Urusan Haji dan Umroh Saudi membuka akses laman pengurusan haji untuk seluruh Muslim yang ingin melaksanakan haji, khususnya warga Qatar. Sayangnya, kerjasama antara otoritas Saudi dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Qatar sempat bermasalah.

” Dosa orang Qatar ditanggung oleh orang-orang yang tidak beragama dan kebohongan akan menyulitkan mereka,” ucap dia melanjutkan.

Sheikh Sultan adalah orang pertama yang menentang kebijakan rezim penguasa Qatar di bawah pimpinan Emir Tamim bin Hamad usai mendapat tudingan turut membiayai terorisme oleh sejumlah negara kawasan Teluk.

Salah satu kebijakan itu adalah melarang rakyat Qatar datang ke Mekah untuk melaksanakan haji.

Sheikh Sultan adalah putra Sheikh Suhaim bin Hamad bin Abdullah Al Thani. Sheikh Suhaim adalah anggota keluarga penguasa Qatar dan menjabat sebagai Menteri Luar Negeri pertama Qatar.

” Semua orang Qatar, yang saya tahu, melaksanakan haji dan umroh menentang larangan rezim, menyatakan mereka tidak menjumpai apapun selain sambutan hangat saat mereka tiba di Arab Saudi,” kata Sheikh Sultan.

” Mereka dituduh sebagai pengkhianat, penghancur negara karena menjalankan ibadah (haji dan umroh) lalu kembali dengan selamat, sejarah yang akan menilai Anda,” lanjut dia.

Sumber : dream.co.id

Foto : Alarabiya.net

print

You may also like...