Menu ✖

Dark Mode
Kacamata Meta Masuk RI, Awas Privasi Warga Terancam Direkam Diam- Diam Ilmuwan Temukan Sel Darah Dinosaurus di Fosil untuk Pertama Kalinya Demokrat Menang, Ratusan Proyek Data Center AI Terancam Karhutla hingga Banjir Dominasi Bencana Indonesia Sepanjang 2026 Kenapa Hacker Targetkan Kulkas Supermarket di Eropa? Ini Kata Pakar Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

Headline

Pabrik Biofarmasi di China Bocor, Ribuan Orang Terinfeksi Bakteri

badge-check


					Pabrik Biofarmasi di China Bocor, Ribuan Orang Terinfeksi Bakteri Perbesar

Sebuah pabrik biofarmasi di Kota Lanzhou, China, mengalami kebocoran. Pabrik yang memproduksi nasib hewan yang bocor itu mengakibatkan ribuan warga dinyatakan positif mengidap penyakit bakteri.

Pejabat kesehatan di kota Lanzhou mengatakan, sampai sekarang 3.245 orang telah terjangkit brucellosis, penyakit yang sering disebabkan oleh kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi, atau produk hewani yang dapat menyebabkan demam, nyeri sendi, dan sakit kepala.

Kemudian 1.401 orang lainnya dinyatakan positif di tahap awal mengidap penyakit itu, dan otoritas kesehatan mengatakan sejauh ini tidak ada bukti penularan antarmanusia.

Dilansir dari AFP Jumat (18/9/2020), otoritas China menemukan sebuah pabrik biofarmasi memakai disinfektan kadaluwarsa dalam produksi vaksin Brucella untuk hewan, antara Juli-Agustus tahun lalu.

Artinya bakteri tersebut tidak dibasmi dengan sempurna dari saluran pembuangan pabrik.
Gas yang terkontaminasi dari Pabrik Biofarmasi Peternakan China di Lanzhou membentuk aerosol mengandung bakteri, dan kemudian terbawa angin ke Institut Penelitian Hewan Lanzhou yang menginfeksi hampir 200 orang di sana pada Desember 2019.

Lebih dari 20 mahasiswa dan anggota fakultas Universitas Lanzhou kemudian dinyatakan positif juga. Beberapa di antaranya pernah ke institut tersebut, menurut laporan kantor berita Xinhua.
Komisi kesehatan Lanzhou pada Jumat (18/9/2020) mengatakan, domba, sapi, dan babi paling banyak terlibat dalam penyebaran bakteri tersebut.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), penularan brucellosis dari orang ke orang “sangat jarang”, tetapi beberapa gejala kambuh atau tidak pernah hilang.
Gejala-gejalanya termasuk demam berulang, kelelahan, pembengkakan jantung, atau radang sendi.

Pabrik tersebut awal tahun ini telah meminta maaf, tapi izin produksi vaksin brucellosis-nya tetap dicabut, kata pihak nberwenang Lanzhou.
Kompensasi untuk para pasien akan dimulai secara bertahap mulai Oktober, menurut otoritas setempat.

Sumber: kompas.com
Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Perjuangan Safiera Ikuti Fast Track Pertama di Kehutanan UGM, Lulus S2 di Usia 22 Tahun, Double Degree di NUS

5 November 2026 - 15:49 WIB

Empat Emas Judo di Porprov XV Jabar 2026 Disabet Kota Bogor

5 November 2026 - 15:37 WIB

Buka OASE 2026 di UIN Jogja, Menag Nasaruddin Sebut Hilirisasi Teknologi Bisa Buat Bangkit Kejayaan Islam

4 November 2026 - 15:46 WIB

Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

4 November 2026 - 15:40 WIB

Nazmi, Pesilat Kota Bogor Lolos ke Perempat Final

4 November 2026 - 15:12 WIB

Trending on Headline