Menu

Dark Mode
Mahkota Binokasih Sampai di Bogor, Disambut Dedie Rachim Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta

Kabar Lifestyle

Operator Seluler Tunggu Lelang 700 MHz dan 26 GHz, Minta Harga Terjangkau

badge-check


					Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto Perbesar

Foto: detikINET/Agus Tri Haryanto

Lelang frekuensi 1,4 GHz telah digelar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang diperuntukkan layanan jaringan akses nirkabel pita lebar (fixed broadband). Operator seluler pun menanti lelang frekuensi berikutnya.

Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menunggu lelang frekuensi 700 MHz dan 26 GHz. Kedua spektrum tersebut akan dialokasi pemerintah untuk penyelenggara jaringan bergerak seluler.

“Prinsipnya mendukung langkah Komdigi untuk lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz,” ujar Direktur Eksekutif ATSI Marwan O. Baasir.

Sebelumnya, Komdigi telah melakukan konsultasi publik terkait penggunaan frekuensi 700 MHz dan 26 GHz sejak 2023. Namun hingga saat ini belum tanda-tanda akan menggelar lelang kedua spektrum tersebut.

Dari sisi ekosistem, frekuensi 700 MHz dan 26 Ghz sudah matang. Frekuensi 700 MHz cocok untuk cakupan luas dan daerah pedesaan, sementara 26 GHz cocok untuk kecepatan sangat tinggi seperti untuk layanan 5G.

Adapun, Komdigi sudah melalui tahapan konsultasi publik juga untuk penggunaan frekuensi 2,6 GHz. Pita mid-band yang memiliki keunggulan kapasitas dengan bandwidth yang tersedia sebanyak 190 MHz. Selain itu juga, frekuensi 2,6 GHz dengan moda Time Division Duplex (TDD) memiliki ekosistem perangkat 4G dan 5G terbanyak ke-2 secara global.

Komdigi mengatakan saat itu, frekuensi ini diharapkan dampak dari penggunaan pita frekuensi radio 2,6 GHz untuk 4G/5G dapat menghadirkan konektivitas broadband yang lebih berkualitas.

Kendati belum ada pengumuman terkait lelang frekuensi untuk seluler, ATSI berharap bahwa harga dasar spektrum ini tidak mahal. Hal ini dikarenakan industri seluler yang berdarah-darah karena beban biaya regulasi masih terlampau tinggi sehingga membebani pelaku usaha telekomunikasi dalam menggelar layanan telekomunikasi.

“Semoga harganya affordable atau terjangkau bagi anggota ATSI,” ucap Marwan.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen

6 May 2026 - 22:21 WIB

Ngeri! Buaya Raksasa Masuk Dapur Hotel Mewah, Heboh di Medsos

2 May 2026 - 14:08 WIB

Samsung QLED Q5F 43 Inci Rilis di RI, TV Rp 4 Jutaan 7 Tahun Update

2 May 2026 - 13:50 WIB

50+ Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 untuk WhatsApp Status & IG Story

21 April 2026 - 11:22 WIB

Johny Srouji Jadi Bos Hardware Apple, Peran Makin Besar

21 April 2026 - 11:19 WIB

Trending on Kabar Lifestyle