Menu

Dark Mode
Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

Kabar Lifestyle

OpenAI Juara Turnamen Catur AI, Kalahkan Grok di Final

badge-check


					Foto: (Getty Images/Dean Mouhtaropoulos) Perbesar

Foto: (Getty Images/Dean Mouhtaropoulos)

Jakarta – Pembuat ChatGPT, OpenAI, mengalahkan Grok milik Elon Musk di final turnamen catur AI. Model o3 OpenAI tak terkalahkan dalam turnamen dan mengalahkan model Grok 4 buatan perushaan xAI di final, menambah api persaingan antara kedua perusahaan.

Musk dan Sam Altman, keduanya pendiri OpenAI, mengklaim model AI terbaru mereka adalah yang terpintar di dunia. Adapun model Google, Gemini, mengklaim tempat ketiga dalam turnamen ini, setelah mengalahkan model OpenAI yang berbeda.

Grok membuat sejumlah kesalahan di final, termasuk kehilangan ratunya berulang kali. “Hingga semifinal, sepertinya tidak ada yang bisa menghentikan Grok 4 dalam perjalanannya memenangkan turnamen,” ujar Pedro Pinhata, penulis Chess.com.

“Meskipun sempat melemah beberapa kali, AI X tampak menjadi pecatur terkuat sejauh ini. Namun, ilusi itu runtuh di hari terakhir turnamen,” imbuhnya yang dikutip detikINET dari BBC.

Blunder Grok memungkinkan o3 meraih serangkaian kemenangan meyakinkan. “Grok membuat banyak kesalahan dalam pertandingan-pertandingan ini, tapi OpenAI tidak,” kata grandmaster catur Hikaru Nakamura saat siaran langsung final.

Turnamen catur AI ini berlangsung di platform milik Google, Kaggle, yang memungkinkan ilmuwan mengevaluasi sistem mereka melalui kompetisi. Delapan model bahasa besar dari Anthropic, Google, OpenAI, xAI, serta pengembang asal China DeepSeek dan Moonshot AI, saling bertarung selama turnamen tiga hari itu.

Sebagai permainan strategi berbasis aturan yang kompleks, catur dan juga Go sering digunakan untuk menilai kemampuan model dalam mempelajari cara terbaik mencapai hasil tertentu atau dalam hal ini adalah mengalahkan lawan untuk menang.

Sebelumnya AlphaGo, program komputer yang dikembangkan lab AI Google DeepMind untuk memainkan permainan Go asal China, mengklaim serangkaian kemenangan melawan juara Go manusia di akhir tahun 2010-an.

Master Go Korea Selatan Lee Se-dol pensiun setelah beberapa kali dikalahkan oleh AlphaGo pada tahun 2019. “Ada entitas yang tidak dapat dikalahkan,” katanya saat itu.

Sementara itu di akhir 1990-an, para juara catur diadu melawan komputer-komputer canggih. Kemenangan komputer Deep Blue saat itu dianggap sebagai momen penting dalam menunjukkan kekuatan komputer untuk menandingi manusia.

Sumber: detik,com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen

6 May 2026 - 22:21 WIB

Ngeri! Buaya Raksasa Masuk Dapur Hotel Mewah, Heboh di Medsos

2 May 2026 - 14:08 WIB

Samsung QLED Q5F 43 Inci Rilis di RI, TV Rp 4 Jutaan 7 Tahun Update

2 May 2026 - 13:50 WIB

50+ Ucapan Selamat Hari Kartini 2026 untuk WhatsApp Status & IG Story

21 April 2026 - 11:22 WIB

Johny Srouji Jadi Bos Hardware Apple, Peran Makin Besar

21 April 2026 - 11:19 WIB

Trending on Kabar Lifestyle