Menu ✖

Dark Mode
Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya? Sultan HB X Sentil Hasyim Wacana Pajaki Tukang Cukur: “Usung Kursi Mengko dipajaki, Kayak VOC Wae”

Kabar Lifestyle

Netizen Pakai Google Earth Ungkap Hutan Gundul & Tambang Ilegal Bikin Banjir

badge-check


					Netizen Pakai Google Earth Ungkap Hutan Gundul & Tambang Ilegal Bikin Banjir (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta) Perbesar

Netizen Pakai Google Earth Ungkap Hutan Gundul & Tambang Ilegal Bikin Banjir (Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Banjir dan tanah longsor yang menerjang sejumlah wilayah di Sumatera dalam sepekan terakhir memicu kemarahan publik. Ribuan warganet bergerak mengungkap dugaan penyebab bencana, dan kali ini “senjata” mereka adalah Google Earth.

Media sosial ramai oleh postingan yang menunjukkan hilangnya hutan lindung serta munculnya lubang tambang ilegal di berbagai titik yang kini terdampak banjir dan longsor. Mereka membandingkan citra satelit Google Earth dari tahun ke tahun, memperlihatkan perubahan masif pada daerah-daerah yang sebelumnya hijau menjadi gundul atau dipenuhi lubang-lubang tambang.

Salah satu unggahan @arie0198 yang menyoroti kawasan di Batangtoru dimana bencana banjir bandang terjadi. Ia menunjukkan area yang diduga tambang emas yang mengunduli hutan.

Beberapa warganet juga memperlihatkan perubahan wilayah dalam beberapa tahun. Berikut rangkumannya:

“Iseng² liat dari google map yg satelit. Gimana nggak banjir bandang, hutannya dihabisin,” ujar @lupispasar sembari memperlihatkan area hutan gundul karena penampangan.

“Lagi liat Google Maps daerah yang diduga salah satu dari banyak penyebab banjir, tbtb ada bgt yg nambahin ini bejir,” @naaa_twisted

Fenomena ini menunjukkan bagaimana alat teknologi seperti Google Earth kini menjadi sarana investigasi publik yang efektif. Pertanyaannya, sampai kapan masyarakat harus mengandalkan citra satelit untuk membuktikan kerusakan lingkungan yang seharusnya dapat dicegah sejak awal?

Untuk diketahui, banjir dan longsor di Sumatera hingga kini masih menyisakan duka. BNPB mencatat sedikitnya 604 orang meninggal dunia, puluhan hilang, dan lebih dari puluhan ribu warga masih mengungsi. Kerugian materiil diperkirakan mencapai triliunan rupiah.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Partai Donald Trump Kalah Telak, Donasi Elon Musk Gagal Total

4 November 2026 - 20:44 WIB

Ilmuwan Temukan Mineral Mirip Kryptonite Superman, Ini Faktanya

4 November 2026 - 20:41 WIB

HP China Sudah Tidak Laku, Ramai-Ramai Beralih ke iPhone

4 November 2026 - 20:38 WIB

Karyawan Terancam Dipenjara Usai Sadap Ucapan Bos Saat Rapat

4 November 2026 - 20:35 WIB

Teleskop Antariksa NASA Jatuh ke Bumi Hari Ini, Apa Berbahaya?

4 November 2026 - 20:29 WIB

Trending on Kabar Lifestyle