Menu

Dark Mode
Perkuat Fondasi Bisnis, PGN Tingkatkan Kompetensi SDM Pemda se-Jabar Bahas Implementasi Satu Data Indonesia Judol, Pinjol dan Bullying Pelajar Disorot Wali Kota Bogor Perang Terbuka Pendiri Telegram dan Pemerintah Spanyol Cikal Bakal Cloud Computing, Ternyata Sudah Ada Sejak 1996 Momen Langka, Harga PS5 Turun! Sekarang Jadi Segini

Headline

Muhammadiyah Nilai Medsos Bikin Tidak Produktif

badge-check


					Muhammadiyah Nilai Medsos Bikin Tidak Produktif Perbesar

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menilai bahwa keberadaan media sosial membuat kita tidak produktif.

Oleh karena itu dia berpesan agar warga Persyarikatan menghindari terjebak dalam perdebatan tiada habis di media sosial dan lebih mengutamakan produktivitas positif sebagai karakter utama Persyarikatan.

“Media sosial kita sekarang ini membuat kita tidak produktif. Mereka yang di dunia akademik, yang di Muhammadiyah terbiasa membaca itu habis waktu untuk membaca produk-produk whatsapp dan macam-macam itu yang seringkali selain hoaks itu adalah sampah menurut saya,” katanya.

Menurutnya, terjebak dalam perdebatan semu yang tiada akhir hanya akan membawa umat pada kondisi kontra produktif dan terus tertinggal.
“Padahal ilmu saja itu bisa menghasilkan sesuatu, knowledge is power, ilmu itu menghasilkan kekuasaan. Kekuasaan uang, kekuasaan penghasilan dan lain sebagainya. Tapi bagaimana kita bisa menghasilkan ilmu wong pengetahuan kita itu hasil dari serpihan-serpihan yang sampah yang ada di media sosial. Kita capek kirim ini kirim itu tapi tidak menghasilkan,” tuturnya.

“Poin saya adalah ekosistem kita harus kita ciptakan produktif, jadi concern saya ke situ sering menyuarakan karena ingin Muhammadiyah makin maju, dan maju ini harus ada hasilnya,” terang Haedar dalam forum Public Expose Lazismu Pusat terkait Hasil Survei Indeks Literasi Zakat Warga Muhammadiyah, Sabtu (27/2/2021).

Kemajuan umat, kata Haedar, hanya akan terbukti jika umat Islam memiliki program-program unggul dengan adanya pendirian pusat-pusat kemajuan (center of excellence) yang tidak bisa diraih hanya melalui berdebat tanpa ujung di media sosial.

“Bahwa perlu amar makruf nahi munkar itu saya pikir sudah DNA kita, tapi soal cara harus perlu ada reorientasi. Jadi orang ketika kita sampaikan kritik dengan argumen yang kuat lalu dengan narasi-narasi konstruktif yang saya pikir juga akan sampai juga,” ungkapnya.

Sumber: muhammadiyah.or.id
Editor: Adi Kurniawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

PPLI Dukung Program 1 Hektar Hutan Kota Pemkab Bogor

5 February 2026 - 23:26 WIB

Kepala Daerah Lalai Kelola Sampah, Pemerintah Pusat Bakal Tindak Tegas

4 February 2026 - 08:17 WIB

HPN 2026 Banten Siap Digelar, PWI Pusat dan Panitia HPN Konsolidasi

3 February 2026 - 13:01 WIB

Kepala BNN RI Dukung Penguatan Koordinasi Nasional

2 February 2026 - 09:17 WIB

Jalan Batutulis Retak, Dedie Rachim Instruksikan Tutup Jalur Sepeda Motor

30 January 2026 - 18:56 WIB

Trending on Headline