Menu

Dark Mode
Banyak Perusahaan Indonesia Sudah Pakai AI, Tapi Belum Punya Strategi Elon Musk Bakal Bangun Pabrik di Bulan, Optimis dalam Waktu Dekat Tokek Berkepala Dua Ditemukan, Kepribadiannya Berbeda Kenapa Iran Mulai Serang Pusat Data AI Milik Amerika? Transisi Energi, Negara Ini Kasih Diskon Pemasangan Panel Surya BMKG Sebut Asap Karhutla Kalbar Berpotensi Menyeberang ke Malaysia

Kabar Bogor

Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Genset

badge-check


					Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Genset Perbesar

image

Minyak jelantah akan kembali dikembangkan menjadi energi alternatif di Kota Bogor. Jika sebelumnya minyak jelantah diolah menjadi biodiesel campuran solar untuk bahan bakar bus Trans Pakuan, kali ini Pemerintah Kota Bogor akan mengembangkannya sebagai bahan bakar genset di beberapa rumah makan maupun restoran.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Bogor Lilis Sukartini seusai ekspos dengan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jumat (4/9/2015) mengatakan penggunaan minyak jelantah sebagai bahan baku olahan bahan bakar alternatif di Kota Bogor sempat dihentikan sejak awal tahun 2015. Alasannya, perlu ada kajian terkait manfaat olahan minyak jelantah.

“Ternyata, setelah diuji dan dikaji, minyak jelantah memang baik diolah menjadi biodiesel. Bahkan, ketika digunakan untuk bahan bakar bus bisa menurunkan karbondioksida sampai 20 persenan,” kata Lilis. Hasil uji yang baik itu, lanjut Lilis membuat Pemkot Bogor mantap untuk mengembangkan minyak jelantah menjadi energi alternatif ke depannya.

Penggunaannya pun akan diperluas, tidak hanya sebagai bahan bakar kendaraan. “Kalau buat bahan bakar, komposisinya baru bisa 20 persen dari olahan minyak jelantah, 80 persen solar. Nah, kalau dikembangkan jadi bahan bakar genset, bisa dipakai 100 persen olahan minyak jelantah,” ucap Lilis.

Hanya saja, ke depan Pemkot Bogor membutuhkan unit pelaksana teknis tersendiri untuk mengolah minyak jelantah ini. Rencananya, pengolahan minyak jelantah akan dikerjasamakan dengan Lemigas. “Tapi itu nanti, proyeksi ke depan. Sebab, membentuk UPTD kan, tidak mudah dan tidak singkat,” tuturnya. | deni |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Bupati Bogor Ajak Jadikan Malasari Titik Awal Kebangkitan Bogor, PPLI Perkuat Komitmen Lestarikan Alam dan Warisan Sejarah

28 July 2026 - 14:02 WIB

Dedie Rachim Apresiasi Wakaf Warga Sukadamai untuk Kepentingan Masyarakat

27 July 2026 - 09:46 WIB

TIngkatkan Efisiensi dan Efektivitas, Kendaraan Operasional Disperumkim Dipasangi GPS dan Fuel Sensor

22 July 2026 - 10:20 WIB

Pemkot Bogor Gencarkan Razia Angkot Tua

21 July 2026 - 22:12 WIB

Dedie-Jenal Perkuat Pelestarian Sejarah, Seni, dan Budaya melalui Berbagai Terobosan

20 July 2026 - 22:08 WIB

Trending on Kabar Bogor