Menu

Dark Mode
Laba Indocement Kuartal 1 Tahun 2026 Naik 2,1 Persen Berkontur Curam, Panaragan Jadi Pilot Project EWS Siap Hadapi Porprov, Dedie–Jenal Beri Dukungan untuk Cabor Dari Perlindungan hingga Kepedulian: Bukti Nyata Negara Hadir untuk Pekerja Indonesia Bukti Negara Hadir di Tengah Duka, Bpjs Ketenagkerjaan Serahkan Santunan JKK 494 Juta Menaker Pastikan Hak Jaminan Sosial Korban Kecelakaan KA Bekasi Terpenuhi

Kabar Bogor

Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Genset

badge-check


					Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Genset Perbesar

image

Minyak jelantah akan kembali dikembangkan menjadi energi alternatif di Kota Bogor. Jika sebelumnya minyak jelantah diolah menjadi biodiesel campuran solar untuk bahan bakar bus Trans Pakuan, kali ini Pemerintah Kota Bogor akan mengembangkannya sebagai bahan bakar genset di beberapa rumah makan maupun restoran.

Kepala Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Bogor Lilis Sukartini seusai ekspos dengan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Jumat (4/9/2015) mengatakan penggunaan minyak jelantah sebagai bahan baku olahan bahan bakar alternatif di Kota Bogor sempat dihentikan sejak awal tahun 2015. Alasannya, perlu ada kajian terkait manfaat olahan minyak jelantah.

“Ternyata, setelah diuji dan dikaji, minyak jelantah memang baik diolah menjadi biodiesel. Bahkan, ketika digunakan untuk bahan bakar bus bisa menurunkan karbondioksida sampai 20 persenan,” kata Lilis. Hasil uji yang baik itu, lanjut Lilis membuat Pemkot Bogor mantap untuk mengembangkan minyak jelantah menjadi energi alternatif ke depannya.

Penggunaannya pun akan diperluas, tidak hanya sebagai bahan bakar kendaraan. “Kalau buat bahan bakar, komposisinya baru bisa 20 persen dari olahan minyak jelantah, 80 persen solar. Nah, kalau dikembangkan jadi bahan bakar genset, bisa dipakai 100 persen olahan minyak jelantah,” ucap Lilis.

Hanya saja, ke depan Pemkot Bogor membutuhkan unit pelaksana teknis tersendiri untuk mengolah minyak jelantah ini. Rencananya, pengolahan minyak jelantah akan dikerjasamakan dengan Lemigas. “Tapi itu nanti, proyeksi ke depan. Sebab, membentuk UPTD kan, tidak mudah dan tidak singkat,” tuturnya. | deni |

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Hut ke-50, Summarecon Gelar Operasi Katarak Gratis di Bogor

4 May 2026 - 08:34 WIB

Wujudkan Dokter Cerdas dan Masyarakat Sehat, IDI Kota Bogor Tampilkan Inovasi Digital

2 May 2026 - 12:19 WIB

Rapat Paripurna DPRD, Dedie Rachim Sampaikan Penguatan Struktur Perangkat Daerah

30 April 2026 - 08:58 WIB

Kenalkan Pasar Tradisonal Sejak Dini, Pelajar SD High Scope Indonesia Serbu Pasar Gembrong

29 April 2026 - 15:12 WIB

Ikhtiar KONI Kota Bogor Penuhi Target 100 Emas

28 April 2026 - 09:32 WIB

Trending on Kabar Bogor