Menu

Dark Mode
Xi Jinping: Pengembangan AI Bukan Milik Satu Negara Roket Starship SpaceX Batal Meluncur di Detik-detik Terakhir Indonesia Jadi Salah Satu Pendiri Organisasi AI Dunia WAICO, Apa Itu? Pulau Ini Lebih Kecil dari Lapangan Bola, Dihuni Ribuan Orang Meteor Tembus Atap Rumah, Ternyata Batu Langit Langka Sempat Awkward, Bill Gates Perbaiki Hubungan-Temui Sahabat usai Sidang Epstein

Kabar Lifestyle

Meteor Tembus Atap Rumah, Ternyata Batu Langit Langka

badge-check


					Meteor Tembus Atap Rumah, Ternyata Batu Langit Langka. Ilustrasi meteor. (Foto: Space.com) Perbesar

Meteor Tembus Atap Rumah, Ternyata Batu Langit Langka. Ilustrasi meteor. (Foto: Space.com)

Sebuah batu meteor yang menghantam atap rumah dan jatuh ke kamar tidur seorang warga di New Jersey, Amerika Serikat, ternyata merupakan salah satu meteorit paling langka yang pernah dipelajari ilmuwan. 

Analisis terbaru mengungkap batu luar angkasa itu menyimpan senyawa organik dan jejak air asin purba yang diyakini berkaitan dengan asal-usul kehidupan di Bumi. Peristiwa itu terjadi pada 16 Juli 2024 ketika sebuah bola api melintas di langit New York pada siang hari. 

Batuan antariksa seberat sekitar 50 kilogram memasuki atmosfer dengan kecepatan sekitar 61.000 kilometer per jam, lalu pecah menjadi beberapa bagian. Salah satu pecahannya menembus atap sebuah rumah di Hillsborough, New Jersey, dan mendarat di kamar tidur pemilik rumah. Pemilik rumah mengaku terkejut mendengar suara benturan keras. 

“Saya sedang berada di rumah ketika mendengar suara benturan keras. Saat masuk ke kamar tidur utama, saya melihat ada lubang di langit-langit. Saya mencium bau belerang yang sangat kuat dan melihat banyak pecahan hitam serta debu yang menutupi tempat tidur, karpet, dan area sekitarnya,” ujar pemilik rumah dalam laporan yang dikutip para peneliti.

Meteorit tersebut kemudian diberi nama Hillsborough meteorite. Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science Advances, batu itu tergolong CM1/2 carbonaceous chondrite, jenis meteorit yang sangat langka dan kaya karbon. 

Yang membuatnya semakin berharga adalah kondisinya yang nyaris tidak terkontaminasi. Sang pemilik rumah segera mengenakan sarung tangan, membungkus pecahan meteorit dengan aluminium foil, lalu menyimpannya di dalam stoples kaca sebelum menyerahkannya kepada ilmuwan. Langkah cepat tersebut membuat sampel tetap terjaga dari kelembapan dan kontaminasi bahan organik dari Bumi. 

Tim peneliti menemukan meteorit ini mengandung kristal garam, senyawa organik, serta berbagai jenis asam amino yang terbentuk ketika asteroid induknya masih mengandung air asin miliaran tahun lalu. Menurut Peter Jenniskens, astronom meteorit dari SETI Institute dan NASA Ames Research Center, batu ini berasal dari dekat permukaan asteroid purba yang pernah dialiri cairan asin.

“Studi forensik terhadap pecahan meteorit ini menunjukkan adanya material yang terawetkan dari dekat permukaan asteroid primitif kecil, tempat cairan asin pekat pernah mengalir. Proses seperti ini belum pernah diketahui sebelumnya pada jenis dunia protoplanet seperti ini,” kata Jenniskens.

Ia menambahkan, kandungan kimia tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi kimia yang mungkin pernah membantu terbentuknya molekul-molekul penyusun kehidupan di Bumi. “Dalam satu sisi, Anda bisa membayangkannya seperti mencium aroma atmosfer Bumi pada masa awal kehidupan,” ujar Jenniskens.

Para ilmuwan meyakini asteroid karbon seperti Hillsborough pernah menghantam Bumi muda miliaran tahun lalu dan membawa air serta senyawa organik yang menjadi bahan baku pembentukan kehidupan. Karena meteorit ini berhasil diamankan dalam kondisi sangat bersih, para peneliti dapat mempelajari komposisi aslinya dengan tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi dibanding kebanyakan meteorit yang baru ditemukan setelah lama berada di permukaan Bumi. 

Hasil penelitian ini diharapkan membantu ilmuwan memahami bagaimana air, garam, dan molekul organik terbentuk di asteroid purba, sekaligus memberi petunjuk mengenai proses yang mungkin berperan dalam munculnya kehidupan di planet kita miliaran tahun silam.

Sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Xi Jinping: Pengembangan AI Bukan Milik Satu Negara

18 July 2026 - 14:53 WIB

Roket Starship SpaceX Batal Meluncur di Detik-detik Terakhir

18 July 2026 - 14:28 WIB

Indonesia Jadi Salah Satu Pendiri Organisasi AI Dunia WAICO, Apa Itu?

18 July 2026 - 14:24 WIB

Pulau Ini Lebih Kecil dari Lapangan Bola, Dihuni Ribuan Orang

18 July 2026 - 14:16 WIB

Sempat Awkward, Bill Gates Perbaiki Hubungan-Temui Sahabat usai Sidang Epstein

18 July 2026 - 14:04 WIB

Trending on Kabar Lifestyle