Menu

Dark Mode
CAS Bagikan Ratusan Paket Makan Gratis Abu Vulkanik Menyebar, Kalbe Consumer Health dan PWI Kota Bogor Bagikan MaskerĀ  Galuga Kebakaran, Pemkot Bogor Gercep Padamkan Kopi Darat Bersama KGMP, BPJS Ketenagakerjaan Kebayoran Baru Perkuat Sinergi dan Perlindungan bagi Mitra Gojek Sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan DMI Kebayoran Baru, Dorong Perlindungan Jaminan Sosial bagi Seluruh Perangkat Masjid Gara-gara Debu Krakatau, Pelajar di Bogor Belajar Daring

Kabar Lifestyle

Menkomdigi: Transfer Data ke AS Tak Perlu Tunggu Lembaga PDP

badge-check


					Menkomdigi Meutya Hafid katakan transfer data lintas negara tak perlu menunggu Lembaga Pengawas Pelindungan Data Pribadi (PDP) terbentuk. (Foto: CNN Indonesia/Loamy Noprizal) Perbesar

Menkomdigi Meutya Hafid katakan transfer data lintas negara tak perlu menunggu Lembaga Pengawas Pelindungan Data Pribadi (PDP) terbentuk. (Foto: CNN Indonesia/Loamy Noprizal)

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyatakan transfer data lintas negara sebagai bagian dari Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia-Amerika Serikat (ART) tidak perlu menunggu Lembaga Pengawas Pelindungan Data Pribadi (PDP) terbentuk.
Meutya menambahkan pemerintah sudah bisa melakukan penilaian standar keamanan meski lembaga tersebut belum resmi terbentuk. Ia mencontohkan Uni Eropa yang sudah memiliki standar serupa dengan UU PDP Indonesia.

“Jadi bukan kurasi standar oleh PDP, tapi kami melihat apakah negara-negara tersebut dianggap keamanannya cukup. Tapi tidak spesifik mengatakan harus oleh PDP,” kata Meutya di rumah dinasnya, Jakarta Selatan, Jumat (27/2).

“Jadi artinya selama lembaganya belum jadi, kita juga sudah bisa menilai. Seperti di Uni Eropa misalnya, mereka sudah benchmark juga dengan standar-standar yang sama dengan Undang-Undang PDP kita.”

“Jadi negara-negara di Eropa sudah hampir semuanya memang sesuai dengan standar untuk tukar-menukar data dengan Indonesia,” ia menegaskan.

Dalam kasus kerja sama Indonesia dan AS, Meutya menyebut Negeri Paman Sam ingin dianggap negara yang memiliki standar keamanan digital yang sama dalam hal tukar menukar data.

Ia menyinggung banyaknya perusahaan keamanan siber asal AS, sehingga masalah standar keamanan harusnya bukan menjadi masalah.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP), transfer data ke luar negeri memang mensyaratkan tingkat pelindungan yang setara.

Hal itu tertuang dalam Pasal 56 Ayat 2, “Dalam melakukan transfer Data Pribadi sebagaimana dimaksud pada ayat (l), Pengendali Data Pribadi wajib memastikan negara tempat kedudukan Pengendali Data Pribadi yang menerima transfer Data Pribadi memiliki tingkat Pelindungan Data Pribadi yang setara atau lebih tinggi dari yang diatur dalam Undang-Undang ini.”

Bantahan jual data warga
Meutya menyayangkan mispersepsi publik yang menganggap pemerintah akan menyerahkan data 280 juta warga ke AS melalui perjanjian ini.

“Itu tidak betul sama sekali pemerintah akan menukarkan data 280 juta warganya. Itu juga hoaks yang mencederai pengetahuan dari masyarakat,” tegasnya.

Ia menjelaskan pertukaran data sebetulnya sudah lama terjadi dalam praktik sehari-hari, seperti saat masyarakat menggunakan platform digital, pembayaran digital, hingga layanan cloud dengan peladen (server) berada di AS.

Kehadiran Perjanjian ART justru memberikan kepastian hukum terhadap praktik yang sudah ada tersebut tanpa mencederai UU PDP.

Meutya juga menekankan transfer data ini bukan kewajiban, melainkan pilihan pengguna. Jika pengguna memilih menggunakan platform asal AS, otomatis datanya akan bergerak ke sana sesuai sistem.

Namun, kontrol sepenuhnya tetap berada di tangan individu.

Lembaga PDP jadi pekerjaan rumah
Meski proses tetap berjalan, Meutya mengakui pembentukan Lembaga Pengawas PDP tetap menjadi prioritas.

Lembaga ini nantinya akan memiliki peran vital dalam mengawasi persetujuan transfer data dan menangani kasus kebocoran data jika terjadi di masa depan.

Berdasarkan UU PDP, lembaga tersebut berwenang melakukan penilaian terhadap syarat transfer data ke luar negeri dan bekerja sama dengan otoritas pelindungan data di negara lain untuk menyelesaikan pelanggaran lintas negara.

Sumber: cnnindonesia.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Netizen Soroti Jalanan Jakarta Sepi Hari Ini

27 August 2026 - 13:23 WIB

Banjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek ChinaBanjir Seram Nepal, Pakar Soroti Potensi ‘Bom Air’ dari Proyek China

27 August 2026 - 13:19 WIB

Demo 27 Agustus Ramai di Jagat Maya, Netizen Soroti Beragam Hal

27 August 2026 - 13:15 WIB

Mengenal Fitur Telepon AI Hasil Kerja Sama Indosat dan Huawei

27 August 2026 - 13:11 WIB

Demo 27 Agustus, Komdigi Ingatkan Warga Tidak Sebar Kebencian di Medsos

27 August 2026 - 13:07 WIB

Trending on Kabar Lifestyle